Aditya Alwin Alwaysa
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan UMKM Disabilitas Avta Mandiri melalui Inovasi Desain Produk dan Teknologi Grafir Kayu Nandang Septian; Silvya B. Ayu Candradewi; Amar Leina Chindany; Amanda Amalia Faustine Gittawati; Raheesh Hafid Mahardika; Aditya Alwin Alwaysa; Ayunda Regina A; Jihan Khalisa Difa
Jurnal Pengabdian Seni Vol 7, No 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v7i1.19589

Abstract

Pengabdian Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) bertujuan untuk memperkuat kapasitas produksi dan kemandirian UMKM disabilitas “Avta Mandiri”. Pengabdian ditempuh melalui perkembangan integrasi antara pelatihan desain produk dan penerapan teknologi grafir kayu. Permasalahan utama dari komunitas ini meliputi keterbatasan literasi terkait inovasi desain digital, ketergantungan jasa grafir kepada pihak eksternal, dan rendahnya produksi variasi desain. Pengabdian ini menggunakan metode pendekatan partisipatif kolaboratif, yaitu melalui lima tahapan berbasis praktik lapangan mencakup sosialisasi, pelatihan desain produk secara digital, pelatihan dan praktik teknologi laser cutting dan CNC, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan produksi mandiri. Hasil menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dasar pengetahuan desain produk dan praktiknya. Di samping itu, peserta mampu mengoperasikan mesin laser cutting dan CNC secara mandiri. Melalui program PISN, Avta Mandiri dapat menghasilkan prototipe produk grafir. Secara garis besar, pelatihan ini menunjukkan bahwa pembelajaran partisipatif kolaboratif cukup efektif dalam mentransformasikan pengetahuan yang bersifat instruksional menjadi kompetensi membangun keahlian. Proses tersebut memperkuat kapasitas pemberdayaan secara berkelanjutan. Proses integrasi antara desain dan teknologi produksi berimplikasi pada peningkatan efisiensi dan kualitas produk serta menguatkan identitas sosial dan memperluas kapabilitas ekonomi komunitas Avta Mandiri dalam industri kreatif. Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) aims to strengthen the production capacity and independence of “Avta Mandiri”, a disability community. This program integrates several workshops, including topics in product design and wood engraving. The main problem highlights the limitations of literacy and design variation, as well as the reliance on an external engraving service. To respond, the team uses a participatory, collaborative approach with five steps: socialization, workshops on product design development and the use of cutting laser and CNC router machines, mentorship, evaluation, and sustainability planning. The results indicate an enhancement in community members' understanding of product design knowledge and their practical ability in machine operation. Through this program, the community successfully developed a prototype of the engraving product. In general, PISN benefits Avta Mandiri by developing and strengthening its skills through participatory, collaborative, and instructional knowledge transfer. Moreover, the program has supported Avta Mandiri in developing the group's capacity, particularly by enhancing product quality, production efficiency, social identity, and economic performance in the creative industry.
Penguatan UMKM Disabilitas Avta Mandiri melalui Inovasi Desain Produk dan Teknologi Grafir Kayu Nandang Septian; Silvya B. Ayu Candradewi; Amar Leina Chindany; Amanda Amalia Faustine Gittawati; Raheesh Hafid Mahardika; Aditya Alwin Alwaysa; Ayunda Regina A; Jihan Khalisa Difa
Jurnal Pengabdian Seni Vol 7, No 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v7i1.19589

Abstract

Pengabdian Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) bertujuan untuk memperkuat kapasitas produksi dan kemandirian UMKM disabilitas “Avta Mandiri”. Pengabdian ditempuh melalui perkembangan integrasi antara pelatihan desain produk dan penerapan teknologi grafir kayu. Permasalahan utama dari komunitas ini meliputi keterbatasan literasi terkait inovasi desain digital, ketergantungan jasa grafir kepada pihak eksternal, dan rendahnya produksi variasi desain. Pengabdian ini menggunakan metode pendekatan partisipatif kolaboratif, yaitu melalui lima tahapan berbasis praktik lapangan mencakup sosialisasi, pelatihan desain produk secara digital, pelatihan dan praktik teknologi laser cutting dan CNC, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan produksi mandiri. Hasil menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dasar pengetahuan desain produk dan praktiknya. Di samping itu, peserta mampu mengoperasikan mesin laser cutting dan CNC secara mandiri. Melalui program PISN, Avta Mandiri dapat menghasilkan prototipe produk grafir. Secara garis besar, pelatihan ini menunjukkan bahwa pembelajaran partisipatif kolaboratif cukup efektif dalam mentransformasikan pengetahuan yang bersifat instruksional menjadi kompetensi membangun keahlian. Proses tersebut memperkuat kapasitas pemberdayaan secara berkelanjutan. Proses integrasi antara desain dan teknologi produksi berimplikasi pada peningkatan efisiensi dan kualitas produk serta menguatkan identitas sosial dan memperluas kapabilitas ekonomi komunitas Avta Mandiri dalam industri kreatif. Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) aims to strengthen the production capacity and independence of “Avta Mandiri”, a disability community. This program integrates several workshops, including topics in product design and wood engraving. The main problem highlights the limitations of literacy and design variation, as well as the reliance on an external engraving service. To respond, the team uses a participatory, collaborative approach with five steps: socialization, workshops on product design development and the use of cutting laser and CNC router machines, mentorship, evaluation, and sustainability planning. The results indicate an enhancement in community members' understanding of product design knowledge and their practical ability in machine operation. Through this program, the community successfully developed a prototype of the engraving product. In general, PISN benefits Avta Mandiri by developing and strengthening its skills through participatory, collaborative, and instructional knowledge transfer. Moreover, the program has supported Avta Mandiri in developing the group's capacity, particularly by enhancing product quality, production efficiency, social identity, and economic performance in the creative industry.