Penelitian ini bertujuan menganalisis sejarah perkembangan Kota Lama Semarang sebagai kawasan cagar budaya serta mengkaji proses pelestarian dan revitalisasinya. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Lama Semarang berkembang dari kawasan pelabuhan strategis pada masa kerajaan-kerajaan Islam menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan kolonial pada masa VOC dan Hindia Belanda. Kawasan ini memiliki nilai penting dari aspek sejarah, arsitektur, sosial, dan budaya yang tercermin melalui keberadaan bangunan-bangunan kolonial, tata ruang kota, serta kehidupan masyarakat multikultural. Setelah mengalami kemunduran pascakemerdekaan, berbagai program revitalisasi berhasil menghidupkan kembali fungsi kawasan sebagai destinasi wisata budaya dan ruang publik tanpa mengabaikan prinsip pelestarian cagar budaya. Meskipun demikian, pengelolaan Kota Lama Semarang masih menghadapi tantangan berupa banjir rob, penurunan muka tanah, tekanan pembangunan perkotaan, dan kebutuhan menjaga keseimbangan antara pelestarian serta pemanfaatan ekonomi. Oleh karena itu, pelestarian Kota Lama Semarang memerlukan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta agar kawasan ini tetap terjaga sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan edukasi bagi generasi mendatang.