Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BUM Desa Maju Mandiri Jembatan Pelayanan Ekonomi Lokal Di Peguyangan Kaja Ni Wayan Mini Tarisma Diya; Ida Ayu Wirasmini Sidemen; Putu Dyah Pradnya Paramitha
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran strategis Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dalam pembangunan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat di Desa Peguyangan Kaja. Penelitian menggunakan metode kualitatif historis melalui wawancara dan dokumentasi terkait pengelolaan BUM Desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUM Desa berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemberian modal usaha, pelatihan, dan pengembangan UMKM. Selain itu, BUM Desa juga mendorong partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan memperluas akses terhadap sumber daya ekonomi. Program berbasis kebutuhan lokal turut mendukung pemerataan pembangunan ekonomi desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keberadaan BUM Desa juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa setempat.
Di Balik Liter Susu: Peran Strategis Perempuan dan Relasi Keluarga dalam Ketahanan Ekonomi Peternak Senduro (2020-2024) Muhammad Masduqi Mahfud; Ida Ayu Wirasmini Sidemen; Putu Dyah Pradnya Paramitha
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji dimensi domestik peternakan sapi perah di Kecamatan Senduro, Lumajang, antara tahun 2020 hingga 2024. Meskipun peternakan sapi perah sering dilihat melalui kacamata industri, penelitian ini menyoroti peran strategis perempuan dan tenaga kerja keluarga dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga selama pandemi COVID-19 dan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dengan menggunakan pendekatan sejarah sosial, temuan menunjukkan bahwa perempuan memegang peran sentral dalam mengelola "uang susu" untuk pendidikan dan kebutuhan sehari-hari, sementara anak-anak memberikan dukungan tenaga kerja yang krusial. Model produksi berbasis keluarga ini berfungsi sebagai jaring pengaman utama, memastikan keberlangsungan hidup meskipun terjadi guncangan ekonomi eksternal.
Pengembangan Desa Panurangan sebagai Desa Wisata di Mengwi, Badung 2021-2024 Anak Agung Ayu Sarah Devina; Ida Ayu Wirasmini Sidemen; Anak Agung Ayu Dewi Girindrawardani
Jurnal Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Cendekia
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/jpc.v2i2.169

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses historis pengembangan Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, menjadi desa wisata pada rentang tahun 2021–2024. Tiga pertanyaan penelitian diajukan: (1) mengapa Desa Penarungan berkembang menjadi desa wisata dan potensi apa yang dimilikinya; (2) bagaimana strategi serta tantangan pengembangannya; dan (3) apa implikasinya bagi masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode sejarah yang mencakup heuristik, kritik intern dan ekstern, interpretasi, serta historiografi, ditopang analisis data model Miles dan Huberman. Data primer dihimpun melalui wawancara mendalam dengan Perbekel, Ketua Pokdarwis, pengelola Taman Beji Paluh dan Taman Anyar, observasi non-partisipan pada objek wisata, serta dokumen resmi berupa SK Perbekel No. 54 Tahun 2017, SK Perbekel No. 47 Tahun 2018, dan Peraturan Bupati Badung tentang penetapan kawasan desa wisata tahun 2021. Kerangka analisis yang digunakan adalah teori eksplanasi historis (historical explanation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi Desa Penarungan merupakan akumulasi rantai kausal sejak 2017–2018, yaitu gerakan lingkungan komunitas Gadgad Organik, pembentukan Pokdarwis, serta hibah penataan kawasan senilai empat belas miliar rupiah yang menghasilkan restorasi Pancoran Solas Taman Beji Paluh dan jalur jogging track persawahan sepanjang 1,6 km. Setelah penetapan formal tahun 2021, kunjungan wisatawan tumbuh dari 6.110 orang (2022) menjadi 8.507 orang (2023) dan 9.383 orang (2024), disertai pergeseran struktur pasar: proporsi wisatawan domestik turun dari 70% menjadi 49%, sementara pasar Jepang naik menjadi 13% (2023) dan 12% (2024). Rata-rata lama menginap berfluktuasi dari 4,4 hari (2022) ke 2 hari (2023) dan kembali naik menjadi 3,7 hari (2024). Implikasi yang terjadi bersifat asimetris: signifikan pada dimensi sosial-budaya melalui pemberdayaan perempuan, generasi muda, dan lansia, namun belum masif secara ekonomi makro karena desa masih berstatus desa wisata berkembang dan kepengurusan aktif menyusut hingga lima orang.