Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN HUKUM DAN PEMULIHAN PENGUATAN ADMINISTRASI PUBLIK PASCA BENCANA BANJIR DI DESA TUALANG BARO: MODEL TRANSFORMASI KETAHANAN YURIDIS BERBASIS AKADEMIK M. Irfan Islami Rambe; Dhea Putri Ramadhani; Raya; Hendra Ramadhan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v6i1.6400

Abstract

Abstract: The flood disaster that hit Tualang Baro Village caused massive damage to public administration infrastructure, including loss of vital documents, disruption of population administration services, and legal uncertainty in land tenure. This community service activity aims to provide legal assistance and strengthening of public administration recovery for flood-affected communities through an academic-based legal resilience transformation model. Activities included legal counseling sessions, direct document recovery assistance at the village office, and capacity building training for village officials. The program successfully facilitated the recovery of civil registration documents, strengthened community legal awareness, and produced a replicable Academic-Based Juridical Resilience Transformation Model (MTKYA). This activity simultaneously supported the achievement of Higher Education Key Performance Indicators (IKU) and demonstrated the concrete role of universities in post-disaster legal recovery and community empowerment. Keywords: Legal Assistance; Public Administration; Post-Flood Disaster; Tualang Baro; MBKM.     Abstrak: Bencana banjir yang melanda Desa Tualang Baro menyebabkan kerusakan masif pada infrastruktur administrasi publik, termasuk kehilangan dokumen vital, gangguan layanan administrasi kependudukan, dan ketidakpastian hukum dalam penguasaan tanah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan hukum dan penguatan pemulihan administrasi publik bagi masyarakat terdampak banjir melalui model transformasi ketahanan yuridis berbasis akademik. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyuluhan hukum interaktif, pendampingan pemulihan dokumen kependudukan secara langsung di kantor desa, serta pelatihan penguatan kapasitas aparatur desa. Program ini berhasil memfasilitasi pemulihan dokumen kependudukan warga, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, dan menghasilkan Model Transformasi Ketahanan Yuridis Berbasis Akademik (MTKYA) yang dapat direplikasi. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi dan membuktikan peran nyata kampus dalam pemulihan hukum dan pemberdayaan masyarakat pascabencana. Kata kunci: Pendampingan Hukum; Administrasi Publik; Pascabencana Banjir; Tualang Baro; MBKM.
PEMENUHAN HAK KETERSEDIAAN AIR BERSIH BAGI KORBAN BENCANA BANJIR DI DESA PAHLAWAN KABUPATEN ACEH TAMIANG Meta Suriyani; Alvindra Julian; Dhea Putri Ramadhani; Hafizah Tanzila P
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.2401-2406

Abstract

Urgensi Pengabidan Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan karena masyarakat di Desa Pahlawan yang terletak di Kecamatan Manyak Payet Kabupaten Aceh Tamiang menjadi korban bencana banjir. Dari saat terjadinya bencana banjir pada bulan November 2025, sampai pasca pemulihan bencana banjir tim melakukan survey di lapangan bulan Februari 2026 yang paling dibutuhkan masyarakat adalah ketersediaan air bersih. Sejak terjadi banjir sumur milik warga di Desa Pahlawan banyak yang rusak, terjadi pendangkalan, air menjadi keruh bahkan ada yang sama sekali tidak keluar air karena tanah dasar sumur naik. Banyak air sumur yang Tidak layak untuk dikonsumsi. Pemerintah telah melakukan suplai air bersih dari daerah lain dengan truk tangki ke desa Kabupaten Aceh Tamiang termasuk ke Desa Pahlawan. Akan tetapi kondisi seperti ini tidak dapat dijalani dalam waktu yang panjang. Tujuan PKM melakukan pengolahan air darurat melalui penyaringan/penjernih air. Kegiatan dilakukan dengan cara menginventarisasi masalah dilapangan, memberikan bantuan alat penyaringan/penjernih air kepada masyarakat korban banjir. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini yaitu memberikan alat penyaringan/penjernih air bersih sebagai upaya ketersediaan air bersih layak konsumsi yang bersifat penggunaan jangka panjang dan dapat digunakan secara umum oleh masyarakat dan penempatannya di fasilitas umum yaitu di Mesjid Desa.