Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Law on Khamr Under Qanun Jinayat in Aceh and Brunei Darussalam: A Comparative Study Muhammad Natsir; Cakra Arbas; Meta Suriyani
Jurnal Media Hukum Vol 26, No 1, June 2019
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmh.20190124

Abstract

Drinking khamr (liquor) is an offence under the Criminal Act (Qanun Jinayat) in Aceh and Brunei Darussalam. This paper aims at comparing the law relating to khamr in both jurisdictions. The study was made through content analysis using comparative approach. It is found that both in Aceh and Brunei Darussalam, drinking khamr is subjected to penalty in the form of whipping not exceeding 40 times. The sentence that was adopted from Shariah to be imposed within a trial held by the Shariah Court. Beside similarity, there are some differences especially in relation to the applicability, enforcement and proceedings. The law on khamr in Aceh as stipulated in its Qanun Jinayat is enforced by the Shariah Judge, while the prosecution of drinking khamr in Brunei Darussalam requires the role of prosecutor. Keywords: Drinking Khamr, Criminal Act, Qanun Jinayat and Shariah Court.
PELATIHAN PEMBENTUKAN QANUN GAMPONG DALAM UPAYA MENUJU GOOD GOVERNANCE Fuadi; Meta Suriyani; Siti Sahara
Global Science Society Vol 2 No 1 (2020): Global Science Society (GSS) Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyaraka
Publisher : LPPM dan PM Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The administration of village governance in the districts of East Aceh, Keuchik and TuhaPeut has the authority to form a village qanun. However, in BuketSeulemak village, BiremBayeun sub-district, East Aceh Regency, there is no village qanun that can be a legal umbrella for adat issues in the community. The method used by the PKM team is to go directly to the location to provide training. The causal factor of no village qanun that can become a legal umbrella for customary issues in the BuketSeulemakgampong community is the BuketSeulemak village apparatus has not been able to independently in the formation of a village qanun that regulates and resolves adat issues in the community. After the training, the Keuchik, TuhaPeut, and the community understood their authority, frameworks and techniques, principles and content in the preparation of the qampunqanun and Keuchik regulations. Has also been able to independently in the formation of village qanun and Keuchik regulations.
INNOVATION OF BRANDED SUGAR ANTS IN INCREASING SALES IN BLANG BATEE VILLAGE, PEUREULAK DISTRICT Siti Sahara; Meta Suriyani; Safuridar Safuridar; Liza Agnesta Krisna
Global Science Society Vol 4 No 2 (2022): Global Science Society (GSS) Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM dan PM Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gss.v4i2.6377

Abstract

Palm sugar, one of the staple foods. Processing is very easy, as a food sweetener and good for health because it is without preservatives. So far, palm sugar farmers in Blang Batee Village, Peureulak District, only know and make palm sugar by printing it in solid form or hardening it. They don't understand if there is an innovation that is made into a form of granulated sugar or ant sugar. Molded palm sugar packaging, wrapped in dried banana leaves and tied with rope. Marketing only sells in the local market on a limited basis. The solution is to help the community in innovating solid palm sugar into palm sugar and candied liquid palm sugar to improve product quality, packaged in a modern way, branded and marketed offline and online. This is done to increase sales and profits.
PEMENUHAN HAK KETERSEDIAAN AIR BERSIH BAGI KORBAN BENCANA BANJIR DI DESA PAHLAWAN KABUPATEN ACEH TAMIANG Meta Suriyani; Alvindra Julian; Dhea Putri Ramadhani; Hafizah Tanzila P
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.2401-2406

Abstract

Urgensi Pengabidan Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan karena masyarakat di Desa Pahlawan yang terletak di Kecamatan Manyak Payet Kabupaten Aceh Tamiang menjadi korban bencana banjir. Dari saat terjadinya bencana banjir pada bulan November 2025, sampai pasca pemulihan bencana banjir tim melakukan survey di lapangan bulan Februari 2026 yang paling dibutuhkan masyarakat adalah ketersediaan air bersih. Sejak terjadi banjir sumur milik warga di Desa Pahlawan banyak yang rusak, terjadi pendangkalan, air menjadi keruh bahkan ada yang sama sekali tidak keluar air karena tanah dasar sumur naik. Banyak air sumur yang Tidak layak untuk dikonsumsi. Pemerintah telah melakukan suplai air bersih dari daerah lain dengan truk tangki ke desa Kabupaten Aceh Tamiang termasuk ke Desa Pahlawan. Akan tetapi kondisi seperti ini tidak dapat dijalani dalam waktu yang panjang. Tujuan PKM melakukan pengolahan air darurat melalui penyaringan/penjernih air. Kegiatan dilakukan dengan cara menginventarisasi masalah dilapangan, memberikan bantuan alat penyaringan/penjernih air kepada masyarakat korban banjir. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini yaitu memberikan alat penyaringan/penjernih air bersih sebagai upaya ketersediaan air bersih layak konsumsi yang bersifat penggunaan jangka panjang dan dapat digunakan secara umum oleh masyarakat dan penempatannya di fasilitas umum yaitu di Mesjid Desa.
Peran Majelis Duduk Setikar Kampung (MDSK) Dalam Menampung Dan Menyalurkan Aspirasi Masyarakat Desa Pekan Seruway Aceh Tamiang Meta Suriyani; Maulana Auzani
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 5 No 6 (2026): June
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v5i6.1001

Abstract

Fungsi Majelis Duduk Setikar Kampung (MDS) adalah menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, Namun aspirasi masyarakat tentang permasalahan sampah berserakan yang mengganggu masyarakat, jalan desa yang rusak dan sengketa/perselisihan masyarakat belum ditindak lanjuti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran MDSK dalam menampung dan menayalurkan aspirasi masyarakat dan untuk mengetahui upaya penguatan peran MDSK dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris, yaitu melihat, dan meneliti bekerjanya hukum di masyarakat. Peran MDSK adalah sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk kampung secara demokratis, memiliki fungsi menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat di Desa Pekan Seruway untuk menyelesaikan permasalahan sampah berserakan yang mengganggu masyarakat, dan jalan desa yang rusak dengan cara melakukan pembentukan qanun kampung/aturan desa bersama datok/kepala desa, berkoordinasi dengan kepala desa dan pemerintah daerah dalam hal pembangunan desa. Upaya penguatan peran MDSK, harus memahami dan melaksanakan tugas dan fungsinya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku salah satunya menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Dibutuhkan dukungan dari Pemerintah Daerah untuk memberikan pelatihan agar MDSK memahami peran sesuai fungsinya.