Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Literatur: Pemanfaatan Media dan Platform Digital dalam Komunikasi Terapeutik Konselor untuk Mengatasi Public Speaking Anxiety pada Siswa Muhammad Rizky Ramadhan; Taskia Sanjaya; Aliya Mukhbita Sari; Reynaldi Syahputra
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan berbicara di depan umum merupakan salah satu hambatan psikologis utama siswa yang dapat melumpuhkan potensi akademik dan menurunkan efikasi diri di sekolah. Layanan bimbingan konseling konvensional sering kali menghadapi resistensi psikologis dari siswa yang merasa terintimidasi oleh interaksi tatap muka langsung. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan dekonstruksi ilmiah mengenai pemanfaatan arsitektur fitur dan kapabilitas platform digital dalam pelaksanaan komunikasi terapeutik untuk mereduksi kecemasan berbicara pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan analisis tematik yang mengintegrasikan berbagai literatur ilmiah kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran komunikasi asinkronus berbasis teks efektif memicu efek keterbukaan daring bagi siswa dengan kecemasan parah, sementara saluran sinkronus melalui panggilan video krusial untuk menangkap isyarat nonverbal siswa pada interaksi lanjutan. Digitalisasi tahapan komunikasi terapeutik dapat terlaksana secara utuh melalui pemanfaatan ragam fitur aplikasi, seperti pesan suara untuk transmisi empati verbal fleksibel, terapi menulis ekspresif via dokumen kolaboratif awan, teknik pemodelan virtual melalui berbagi video simulasi mandiri, serta penyaluran mediasi spiritual Islami berbasis multimedia. Kendati menawarkan efektivitas yang tinggi, optimalisasi konseling digital ini tetap menuntut kesiapan praktisi bimbingan konseling dalam memitigasi hambatan teknis berupa distorsi semantik teks, kesenjangan infrastruktur jaringan, dan penegakan etika keamanan siber demi menjaga kerahasiaan data siswa secara absolut.
Studi Literatur: Analisis Pola Komunikasi Terapeutik Konselor dalam Mengatasi Kecemasan Berbicara di Depan Umum (Publik Speaking Anxienty) pada Siswa Muhammad Rizky Ramadhan; Taskia Sanjaya; Aliya Mukhbita Sari; Reynaldi Syahputra
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji kontribusi dan efektivitas pola komunikasi terapeutik yang diterapkan oleh konselor sekolah dalam mengatasi kecemasan berbicara di depan umum (public speaking anxiety/PSA) pada siswa melalui penelaahan berbagai literatur ilmiah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan struktur kronologis tahapan interaksi terapeutik, mengidentifikasi teknik-teknik komunikasi spesifik yang efektif mereduksi manifestasi gejala kecemasan, serta mengurai kendala kontekstual yang dihadapi praktisi di lingkungan sekolah. Melalui metode studi kepustakaan (literature review), data sekunder dari berbagai jurnal nasional dan internasional dikurasi, diseleksi menggunakan kriteria inklusi, dan disintesis secara deskriptif-naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa problematika PSA mencakup distorsi kognitif, ketegangan fisiologis, dan perilaku menghindar yang dialami oleh sebagian besar siswa remaja. Kendati menghadapi hambatan psikologis yang kompleks, implementasi komunikasi terapeutik yang terstruktur melalui empat fase utama pra-interaksi, orientasi, kerja, dan terminasi terbukti secara signifikan mampu menurunkan derajat kecemasan siswa. Teknik mendengarkan aktif, validasi empati, pemberian pujian, serta integrasi sugesti positif bernuansa spiritual memberikan dampak terapeutik yang masif dalam merekonstruksi harga diri (self-esteem) dan efikasi diri siswa. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa pendekatan komunikasi yang hangat, menyeluruh, dan tidak menghakimi sangat krusial dalam mengoptimalkan potensi mental akademis peserta didik. Untuk pelaksanaan di masa mendatang, disarankan adanya peningkatan kompetensi komunikasi interpersonal bagi konselor sekolah serta pengikisan stigma negatif ruang BK melalui program sosialisasi yang ramah, disertai kolaborasi sinergis antara pihak sekolah dan orang tua guna menyediakan sistem pendukung yang berkelanjutan bagi siswa.