Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Electoral Finance and Ecological Governance: A Theoretical Framework for Institutional Constraint in Resource-Dependent Democracies Imam Hanafi; Vidian Ade Mauludi; Eva Hany Fanida
The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning Vol 7 No 1 (2026): April
Publisher : Pusbindiklatren Bappenas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46456/jisdep.v7i1.994

Abstract

Contemporary electoral systems in resource-dependent countries face a key problem: elections can produce policies that harm the environment. This creates a tension between democratic legitimacy and ecological sustainability. This study explains how electoral finance influences ecological outcomes by developing the Ecological Constraint–Democratic Subordination (ECDS) framework. It addresses a gap in existing research, which often separates campaign finance from environmental governance. The study uses a qualitative comparative case study of Indonesia, Brazil, and the Philippines. The findings show that electoral finance shapes political incentives, which influence policy decisions through three mechanisms: regulatory forbearance, policy favoritism, and institutional capacity reduction. These processes contribute to environmental degradation across contexts. This study provides a framework that links political finance to environmental governance and shows the need to consider political and institutional factors in addressing environmental problems.
STRATEGI REPRIORITISASI ANGGARAN DESA KEPER TAHUN 2026 DALAM KONDISI PEMANGKASAN DANA DESA Surya Jaya Wardhana; Muhammad Syifa'ul Qulub; Eva Hany Fanida; Revienda Anita Fitrie
VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia Vol 18 No 1 (2026): Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia
Publisher : Alqaprint Jatinangor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jv.v18i1.1604

Abstract

Struktur anggaran Desa Keper tahun 2026 berada dalam tekanan fiskal yang cukup besar akibat penurunan alokasi dana desa hingga 60%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pemerintah desa menyesuaikan strategi penganggaran guna mempertahankan keberlangsungan pelayanan publik di tengah keterbatasan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus interpretatif. Data diperoleh dari dokumen Rancangan APBDes tahun 2026 (Draft 1) serta didukung oleh wawancara mendalam dengan aparatur desa yang terlibat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan keuangan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan mengacu pada perspektif teori stewardship dan contingency. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran yang jelas dari pendekatan anggaran yang bersifat ekspansif menuju strategi yang lebih berorientasi pada ketahanan. Alokasi anggaran diprioritaskan pada belanja wajib, seperti penghasilan tetap aparatur dan operasional pemerintahan, serta tetap menjaga keberlanjutan layanan dasar bagi masyarakat. Sementara itu, program pembangunan fisik dan pemberdayaan ekonomi mengalami pengurangan skala secara signifikan agar sesuai dengan keterbatasan fiskal yang ada. Selain itu, kemampuan responsif aparatur desa serta perubahan arah musyawarah desa yang lebih menekankan pada kebutuhan langsung masyarakat menjadi faktor penting dalam mengelola tekanan fiskal eksternal secara efektif.