Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

التغني بالقرآن في ميزان الحديث النبوي: دراسة موضوعية Khotimah, Atsna; Kholishudin; Junianto, Viki
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art18

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena melagukan bacaan Al-Qur’an dalam Musabaqah Internasional As-Sufarā’ di Arab Saudi yang diikuti oleh seorang qāri’ah unggul dari Indonesia. Dewan juri menegaskan bahwa memperindah suara dalam membaca Al-Qur’an disyariatkan berdasarkan hadis, “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan Al-Qur’an.” Namun, penampilannya dinilai berlebihan sehingga berpotensi mengalihkan perhatian dari makna ayat. Hal ini menunjukkan adanya pertentangan lahiriah antara hadis yang memberi kelonggaran dalam melagukan Al-Qur’an dan praktik kontemporer yang dianggap melampaui batas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji autentisitas hadis-hadis tentang melagukan bacaan Al-Qur’an, memahaminya dalam perspektif hadis, serta menganalisis relevansinya terhadap tilawah kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan studi hadis tematik (dirāsah maudhū‘iyyah). Analisis kontekstual hadis dilakukan menggunakan metodologi pemahaman hadis Yusuf al-Qaradawi, khususnya pembedaan antara sarana yang dinamis dan tujuan yang tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang melagukan Al-Qur’an berkualitas ṣaḥīḥ dan ḥasan serta menunjukkan kebolehan memperindah bacaan Al-Qur’an selama tidak melanggar kaidah tajwid, tidak mengubah makna ayat, dan menggunakan irama yang tetap menjaga kemuliaan Al-Qur’an. Perbedaan irama akibat variasi dialek dipahami sebagai sarana untuk menghadirkan kekhusyukan, bukan sebagai tujuan utama tilawah. Melagukan Al-Qur’an juga memiliki relevansi yang kuat di era kontemporer karena mengandung tujuan syariat, yaitu ḥifẓ al-dīn (menjaga agama), sebagai upaya menjaga Al-Qur’an agar tetap hidup di hati kaum muslimin dan terus mengalir dalam lisan mereka.