Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan balok unit terhadap kemampuan komunikasi anak usia 3–4 tahun di KB Rizky Ananda Tahun Pelajaran 2024–2025. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan komunikasi sebagian anak usia dini yang masih menggunakan bahasa isyarat atau kode tubuh dalam berinteraksi. Permainan balok unit dipilih karena diyakini dapat menstimulasi kemampuan bahasa, sosial, dan kognitif anak melalui aktivitas membangun dan berinteraksi selama bermain.mMetode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 anak usia 3–4 tahun yang terbagi ke dalam dua kelompok belajar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan rumus persentase ketuntasan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi anak setelah penerapan permainan balok unit. Pada pra-siklus, rata-rata kemampuan komunikasi anak berada pada kategori 27% (belum berkembang), meningkat pada siklus I menjadi 47% (cukup berkembang), dan mencapai 83% (berkembang sangat baik) pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa permainan balok unit efektif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi anak usia dini, khususnya dalam hal berbicara, mendengarkan, serta berinteraksi dengan teman sebaya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan balok unit berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan komunikasi anak usia 3–4 tahun di KB Rizky Ananda.