Anak down syndrome merupakan kelompok bagian dari anak berkebutuhan khusus yang mengalami retardasi mental akibat kelainan genetic pada trimosom 21 sel somatic. Kondisi ini menyebabkan anak down syndrome mengalami keterlambatan dalam perkembangannya seperti: motorik, sensori, kognitif, bahasa, dan sosial, termasuk dalam kemandirian mereka dalam kehidupan sehari-hari terkhusus yang berkaitan dengan toilet training. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak down syndrome melalui pendekatan modelling dengan menggunakan media balloon di Komunitas Orang Tua dengan Anak Sindroma Down (KOADS) Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan observasi selama proses kegiatan berlangsung. Media berupa balloon sebagai alat demonstrasi diterapkan denggan teknik modelling, dimana anak mengamati dan menirukan gerakan yang dicontohkan secara bergantian dan didampingi oleh fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada tahap awal, kemampuan toilet training pada anak masih bervariasi, ada yang mampu namun masih membutuhkan pemeriksaan oleh orang tua dan ada yang belum mampu sama sekali melakukan toilet training. Setelah pembelajaran, anak menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam memahami dan menirukan gerakan yang telah dicontohkan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah teknik modelling dengan media balloon memberikan pengaruh positif dalam membantu anak down syndrome memahami dan mempraktikkan langkah-langkah toilet training secara lebih terstruktur, sehingga teknik ini dapat menjadi alternatif pembelajaraan bagi anak down syndrome.