Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformational Islamic Leadership as a Strategic Approach to Organizational Change in Islamic Education Muhammad Sodiqul Fikri; Nadia Putri Kamila; Sabila Qurrota A’yun; Eti Hadiati; Inamul Azad
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 12 No 2 (2026): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tadrib.v12i2.33308

Abstract

This study examines the role of Transformational Islamic Leadership in managing organizational change within Islamic educational institutions by analyzing how core Islamic leadership values—amanah (trustworthiness), justice, shura (consultation), and ukhuwah (brotherhood)—can be integrated with transformational leadership dimensions to support effective organizational transformation. This research employs a systematic literature review method by analyzing 25 peer-reviewed journal articles published within the last five years. The articles were selected based on relevance, quality, and alignment with the themes of Islamic leadership and organizational change, and were examined using thematic analysis to identify recurring patterns and conceptual relationships. The findings indicate that integrating Islamic leadership principles with transformational leadership dimensions-idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration-enhances teacher motivation, engagement, and professional development. However, challenges such as limited managerial support and cultural resistance remain barriers to effective implementation. This study contributes by proposing a conceptual framework that synthesizes Islamic leadership values with contemporary transformational leadership theory as a structured guide for organizational change in Islamic education, and it recommends future empirical studies to validate the framework across diverse educational contexts.
PERAN SPIRITUAL CAPITAL DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN USAHA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DISRUPSI: KAJIAN LITERATURE REVIEW Muhammad Sodiqul Fikri; Rezki Oktoberi; Bambang Sri Anggoro; Sovia Mas Ayu
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12092

Abstract

ABSTRACT The acceleration of digitalization, the rapid advancement of artificial intelligence, and ongoing social transformation in the era of disruption have compelled Islamic educational institutions to strengthen their adaptive capacity while preserving the Islamic values that constitute their institutional identity. Although previous studies have examined spiritual leadership, digital transformation, and organizational resilience, a comprehensive synthesis explaining the relationship between spiritual capital and the resilience of Islamic educational institutions remains limited. This study presents a conceptual synthesis of the role of spiritual capital in strengthening the resilience of Islamic educational institutions. A Systematic Literature Review following the PRISMA 2020 guidelines was employed. Literature searches were conducted in Google Scholar, Scopus, Semantic Scholar, Garuda, and DOAJ, yielding 75 articles, of which 30 publications from 2022–2026 met the inclusion criteria and were subsequently analyzed using content analysis. The synthesis demonstrates that spiritual capital functions as a strategic resource that integrates leadership, human resource development, organizational culture, digital transformation, learning innovation, and organizational resilience within the management of Islamic educational institutions. These findings extend the understanding of spiritual capital as integrative capital, aligning Islamic values with contemporary educational management practices. The resulting conceptual framework provides both an academic foundation and a practical reference for developing institutional strategies that are adaptive, sustainable, and firmly grounded in Islamic identity amid the challenges of the disruptive era. ABSTRAK Percepatan digitalisasi, perkembangan kecerdasan buatan, dan perubahan sosial pada era disrupsi mendorong lembaga pendidikan Islam untuk memperkuat kapasitas adaptasi tanpa melepaskan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas kelembagaan. Meskipun berbagai penelitian telah membahas kepemimpinan spiritual, transformasi digital, maupun organizational resilience, sintesis yang menjelaskan keterkaitan spiritual capital dengan ketahanan lembaga pendidikan Islam masih relatif terbatas. Artikel ini menyajikan sintesis konseptual mengenai peran spiritual capital dalam memperkuat ketahanan lembaga pendidikan Islam. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur pada Google Scholar, Scopus, Semantic Scholar, Garuda, dan DOAJ mengidentifikasi 75 artikel, kemudian diseleksi menjadi 30 artikel terbitan 2022–2026 yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis melalui teknik content analysis. Sintesis menunjukkan bahwa spiritual capital berfungsi sebagai modal strategis yang menghubungkan kepemimpinan, pengembangan sumber daya manusia, budaya organisasi, transformasi digital, inovasi pembelajaran, dan organizational resilience dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Temuan ini memperluas pemahaman mengenai spiritual capital sebagai integrative capital yang menyelaraskan nilai-nilai keislaman dengan praktik manajemen pendidikan modern. Kerangka konseptual yang dihasilkan memberikan landasan akademik sekaligus rujukan bagi pengembangan strategi kelembagaan yang adaptif, berkelanjutan, dan tetap berorientasi pada penguatan identitas keislaman di tengah dinamika era disrupsi.
Integrasi Epistemologis: Menelusuri Hakikat Ilmu, Pengetahuan, dan Filsafat dalam Bingkai Manajemen Pendidikan Islam Muhammad Sodiqul Fikri; Rezki Oktoberi; Koderi Koderi; Jamal Fakhri
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7354

Abstract

Fenomena globalisasi dan modernisasi menimbulkan tantangan serius bagi pendidikan Islam, terutama melalui munculnya fragmentasi epistemologis berupa dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Kondisi ini berimplikasi pada melemahnya orientasi filosofis dan operasional lembaga pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk menelusuri hakikat ilmu, pengetahuan, dan filsafat dalam perspektif epistemologi Islam serta menganalisis urgensi integrasi epistemologis dalam membangun kerangka manajemen pendidikan Islam yang utuh dan berimbang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) terhadap literatur klasik dan kontemporer yang relevan di bidang filsafat ilmu, epistemologi Islam, dan manajemen pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dikotomi ilmu agama dan ilmu umum tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga epistemologis dan kultural, yang berdampak pada fragmentasi identitas serta arah pengembangan pendidikan Islam. Pendekatan epistemologis integratif berbasis tiga paradigma utama bayani (tekstual-normatif), burhani (rasional-empiris), dan irfani (spiritual-intuitif) ditawarkan sebagai kerangka konseptual yang mampu merekonstruksi manajemen pendidikan Islam secara filosofis dan praktis. Integrasi ini diharapkan mampu memperkuat landasan nilai, memperkaya strategi manajerial, serta meningkatkan relevansi dan daya saing pendidikan Islam di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi.