Articles
Pelaksanaan Program Pemberian Makanan Sehat Anak Usia Dini : Studi Evaluasi Program CIPP
Dea Ismi Yeni;
Heny Wulandari;
Eti Hadiati
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/murhum.v1i2.9
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi contexs, input, process dan product program pemberian makanan sehat di TK Negeri Pembina Tanggamus. Penelitian ini adalah jenis penelitian evaluatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif, pada penelitian ini menggunakan model evaluasi teori Stufflebeam yaitu CIPP (Context, Input, Process, Product). Data didapat dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara mereduksi data, setelah itu disajikan dalam bentuk deskripsi, dan diverifikasi dengan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: hasil evaluasi dari Context program pemberian makanan sehat menunjukkan bahwa program memiliki tujuan dan perencanaan yang jelas. Hasil evaluasi input program pemberian makanan sehat diketahui bahwa sekolah dan pemerintah memiliki peran yang baik dalam berjalannya program ini. Hasil evaluasi process program pemberian makanan sehat menunjukkan bahwa proses pelaksanaan pemberian makanan berjalan sesuai dengan proser yang telah disediakan oleh puskesmas dan yang menjadi kendala adalah kurangnya kerja sama orang tua dalam memberikan makanan sehat kepada anak pada saat anak dirumah. Hasil evaluasi product /hasil program pemberian makanan sehat menunjukan bahwa pencapaian target berat badan anak sesuai dengan usia nya dan anak tidak ada yang mengalami gizi buruk atau stunting.
Pandangan T.M Hasbi As-Shiddieqy Tentang Hukum Rajam dan Relevansinya dengan Masa Sekarang
Teti Hadiati
Jurnal Hikmatuna Vol 3 No 2 (2017): HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies, December 2017
Publisher : Postgraduate Program, Universitas Islam Negeri (UIN) K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (374.6 KB)
|
DOI: 10.28918/hikmatuna.v3i2.1068
Hukum rajam menurut Hasbi adalah bukan hukum yang berlaku lagi bagi pezina dalam Islam, sebab tidak ada ayat yang menerangkan hukum rajam bagi pelaku zina, hukum yang muhkam bagi pelaku zina berdasarkan ayat adalah hukum dera (QS an_Nur ayat 2). Hal ini didasarkan dari dua alasan, pertyama bahwa hukum rajam sangat berat untuk diberlakukan, sementara tidak dijelaskan dalam al-Qur’an. Kedua bahwa al-Qur’an menyebut sanksi pezina jilid bukan rajam. Jadi tidak ada hukum rajam dalam Islam. Metode Istimbat hukum T.M. Hasbi Ash Shiddieqy dalam menetapkan sanksi zina adalah hukum jilid, hal ini didasarkan pada keumuman (QS an_Nur ayat 2). Ayat tersebut dipahami oleh Hasbi sebagai suatu hukuman yang bersifat umum, dalam hal ini tidak membedakan antara pezina muhsan dan ghairu muhsan.
CHALLENGE BOARD: SEBUAH PERMAINAN UNTUK MENGEMBANGKAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI
Cahniyo Wijaya Kuswanto;
Eti Hadiati;
Reni Marningsih
PRATAMA WIDYA : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8 No 2 (2023): Pratama Widya Oktober 2023
Publisher : UHN I GUSTI BAGUS SUGRIWA DENPASAR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25078/pw.v8i2.3040
Keterampilan motorik kasar terbentuk saat latihan olahraga maupun stimulasi gerak yang melibatkan otot-otot besar tubuh. Pada lokasi penelitian, kemampuan motorik kasar anak masih relatif rendah karena pembelajarannya belum maksimal dan kemampuan motorik kasar yang menunjang pembelajaran tambahan belum tersedia secara menyeluruh. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis seberapa besar pengembangan motorik kasar anak umur 5-6 tahun dengan memakai permainan challenge board. Metode penelitian ini memakai penelitian tindakan kelas (PTK) dengan siklus 2 siklus. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Kemudian menggunakan empat tahap dalam setiap siklusnya, yaitu. perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Analisis data yang dipakai dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian setelah diterapkannya permainan challenge board game yang menantang mudah dimainkan, dan menyenangkan untuk anak usia dini yang dapat mengembangkan perkembangan motorik anak untuk bergerak, lebih terkoordinasi, serta membuat anak terlihat lebih percaya diri, sehingga anak dapat beraktivitas dengan baik, bisa fleksibel, dan mudah menjalin hubungan dengan teman sebaya.
Hybrid Learning: Analysis of Transformation of Islamic Education in Digital Era
Hadiati, Eti;
Dwiyanto, Agus;
Setianingrum, Diah Ayu;
Amroini, Ari Zulfa
International Journal of Islamic Studies Higher Education Vol. 2 No. 2 (2023): July
Publisher : Islamic Studies and Development Center in collaboration with Department of Islamic Education Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/insight.v2i2.116
The purpose of this research is to present perspectives on education management in hybrid learning during the COVID-19 pandemic transition. The research method used is a literature study method that is collected from a collection of reference data from experts as well as from a total of 47 national journals and five nouveau international journals published in the last 5 years. This method is carried out by carefully reading various data sources that will later be relevant to the topic studied by the author, which is then conveyed in the form of a description with several additional elements. The COVID-19 pandemic has made the education management process undergo various changes and adjustments in many elements, including adjustments to education management from pandemic status to a new normal transition. During this time, teaching is carried out using hybrid and blended learning approaches, which have proven to be beneficial and effective in mitigating the possibility of learning loss as a result of the pandemic's effects. The impact of literature research on education during the COVID-19 pandemic with the implementation of hybrid and blended learning provides valuable insights for the general public, future researchers, and all parties looking for a practical and adaptable educational approach in difficult times. Although this style of learning is the answer and solution in the world of education during the pandemic transition, there are several challenges in the implementation stage.
ANALISIS PENTINGNYA MANAJEMEN PESERTA DIDIK DALAM KETERCAPAIAN TUJUAN PENDIDIKAN
KHOLIPAH, NUR;
HADIATI, ETI;
JUNAIDAH, JUNAIDAH
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51878/learning.v4i1.2753
The aim of this research is to analyze and find out the general picture of the implementation of student management implemented in schools. The research method used in this research is a literature review, where this method is research that uses secondary data sources. Based data was obtained using the help of the Publish or Perish reference search tool with the keyword "Student Management" on Google Scholar with a maximum number of results of 100 and 18 articles with high cites will be taken and only 6 articles can be used as data sources and can be analyzed . The research results show that the implementation of student management has been carried out well with the aim of achieving educational goals. The roles of teachers, parents, parties involved, and programmed activities are important to achieve the goals that have been set. However, there are things that hinder this achievement, both from students' personal internal factors and other external factors. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui gambaran umum dari implementasi manajemen peserta didik yang diterapkan di sekolah. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur review dimana metode ini merupakan penelitian yang menggunakan sumber data sekunder. Data based diperoleh dengan menggunakan bantuan alat pencarian referensi Publish or Perish dengan kata kunci “Manajemen Peserta Didik” pada Google Scholar dengan maximum nubmer of result 100 dan akan diambil 18 artikel dengan high cites dan hanya 6 artikel yang dapat dijadikan sebagai sumber data dan dapat dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen peserta didik telah dilakukan dengan baik dengan maksud untuk mencapai tujuan pendidikan. Peran guru, orang tua, pihak yang terlibat, dan kegiatan yang terprogram adalah hal penting untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Namun terdapat hal yang menghambat ketercapaian tersebut baik dari faktor internal pribadi peserta didik maupun faktor eksternal lainnya.
Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Pendidikan Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di SMP Quran Darul Fattah Bandar Lampung
Syahyudi, Arman;
Pahrudin, Agus;
Hadiati, Eti;
Ayu, Sovia Mas;
Junaidah, Junaidah
El-Idare Vol 9 No 2 (2023): El-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/elidare.v9i2.18884
The principal as a supervisor has the responsibility to improve the teacher's ability to manage the learning process and has an important role in the progress and development of the school. This research is a qualitative research. The data sources used are primary data sources and secondary data sources. The collection techniques used in this study used observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used in this study was data collection, data condensation, data presentation and conclusion. Test the validity of the data by using data triangulation. The results of this study indicate that the principal as a supervisor has provided guidance to teachers in carrying out the learning process at school. The principal has supervised the teacher properly and directly in the classroom during the learning process. Principals have developed teacher abilities by conducting training or attending seminars in supporting teacher abilities. The principal has demanded that teachers use strategies in providing material at school so that students become more enthusiastic about learning. The principal as a supervisor has carried out his duties well at school so that the teachers at the school can improve the quality of providing material and become more professional at work.
Efektivitas Penegakan Norma tentang Penertiban Tuna Sosial Di Kabupaten Pemalang dalam Perspektif Siyasah Tasyri’iyyah
Wulandari, Vita Esa;
Hadiati, Teti
Manabia: Journal of Constitutional Law Vol 3 No 01 (2023): Dinamika Penegakan Hukum di Indonesia
Publisher : Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/manabia.v3i01.980
Pemerintah Daerah menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan. Namun, sejak disahkannya Perda tersebut tidak membuat turunnya jumlah tuna sosial di Kabupaten Pemalang. Disinilah pemeritnah pemalang perlu untuk menegakkan aturan-aturan yang sudah ada.. Data berupa data primer dan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah interaktif model dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini yaitu: Penegakan norma tentang penertiban tuna sosial di Kabupaten Pemalang telah dilaksanakan tetapi belum berjalan secara efektif karena dua dari tiga unsur sistem hukum belum terpenuhi, yaitu: substansi hukum yang sudah terpenuhi, struktur hukum yang dalam melakukan penegakan hukum belum optimal, serta budaya hukum masyarakat Kabupaten Pemalang yang masih rendah. Penegakan norma tentang penertiban tuna sosial di Kabupaten Pemalang juga tidak sesuai dengan siyasah tasyri’iyyah, karena tidak taatnya masyarakat Kabupaten Pemalang terhadap aturan yang telah dibuat dan ditetapkan oleh pemerintah.
Pemenuhan Hak Aksesibilitas Penyandang Disabilitas dalam Pelayanan Hukum
Syafiqoti, Enggal Aflah;
Hadiati, Teti
Manabia: Journal of Constitutional Law Vol 3 No 02 (2023): Dinamika Ketatanegaraan: Hak Asasi Manusia dan Pelayanan Publik
Publisher : Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/manabia.v3i02.1410
Penyandang Disabilitas mempunyai Hak Asasi Manusia yang sama seperti masyarakat umum. Salah satunya yaitu Hak Penyandang Disabilitas dalam pelayanan hukum. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pemenuhan Hak Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas dalam pelayanan hukum di Pengadilan Negeri Pemalang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris, pendekatan kualitatif yang menggunakan teknik analisis interaktif untuk menganalisis permasalahan yang ada di penelitian. Data yang digunakan yaitu data primer yang didapatkan dari hasil wawancara serta observasi langsung di lokasi penelitian, serta data sekunder yang datanya didapat dari laporan secara tertulis dan dokumen yang didapat melalui kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pemenuhan Hak Aksesibilitas terhadap Penyandang Disabilitas pada Pengadilan Negeri Pemalang tidak sesuai dengan Hak Konstitusional serta peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Dalam pelaksanaan pelayanan hukum bagi penyandang disabilitas pada Pengadilan Negeri Pemalang masih ada yang belum terpenuhi dari segi aksesibilitas fisik maupun non fisik. Pemenuhan hak aksesibilitas penyandang disabilitas dalam pelayanan hukum seharusnya didasarkan pada hak konstitusional dimana Pengadilan Negeri Pemalang harus memenuhi dalam hal hak sipilnya.
Enforcement of Norms of Women's Representation in The Regional House of Representatives of Pekalongan Regency, Period 2019-2024
Teti Hadiati;
Eni Purwanti
Asian Journal of Law and Humanity Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/ajlh.v2i1.4
This Paper analyzes about enforcement the norm of women's representation in the Regional House of Representatives of Pekalongan Regency for the period 2019-2024 and its implications for regional policies related to women's issues. Empirical juridical research uses a qualitative approach. Data collection techniques using interviews, questionnaire and the documents studies. Technical analysis using interactive models. The results showed that, enforcement norms of woman’s representation in the Regional House of Representatives of Pekalongan Regency for the period 2019-2024 not effective because there are several factors that influence it, among others: 1) the substance of the norms of representation of 30% women in the legislative institutions contained in the electoral law is inconsistent because if the registration of political parties participants does not the requirements of 30% of Women's representation, political parties are allowed to improve the proposed candidates. The norm will make political parties election participants in recruiting Women as an only formality with jargon " the important thing is fulfilled” without regard to the quality of Women's participants; 2) Knowledge and understanding of Pekalongan District community about women's politics are still low, so that if women run for election participants then very small supporters; 3) patriarchal legal culture build a mindset that the political world is identical with a man. The implications of enforcing the norm of 30% of women's representation in the Regional House of Representatives of Pekalongan Regency , namely being able to represent women's voices and fight for women's rights through policies and programs produced. That is, with the representation of women in regional House of Representatives, the needs of women will be met because those who know and understand the needs and problems of women are women themselves.
Fulfilling the Rights to Accessibility of Persons with Disabilities in Pemalang State Court Legal Services
Enggal Aflah Syafiqoti;
Teti Hadiati
Asian Journal of Law and Humanity Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/ajlh.v2i2.1
Human rights are rights that exist in every human being. These rights are obtained by every human being or can be called equal to one another. Persons with Disabilities have the same Human Rights as society in general. One of them is the Rights of Persons with Disabilities in the Pemalang District Court because the Pemalang District Court is a community service which is certainly the center of attention for every community. So the purpose of this study is to find out the implementation of the fulfillment of Accessibility Rights for Persons with Disabilities in the District Court based on existing regulations and Constitutional Rights. So that this research is expected to make public awareness more open to persons with disabilities and for the government to pay more attention. This study uses empirical juridical research methods with a qualitative approach that uses interactive analysis techniques to analyze the problems that exist in this study. The data used are primary data obtained from interviews and direct observation at the research location, as well as secondary data obtained from written reports and documents obtained from the literature. The results of this study indicate that the implementation of the fulfillment of Accessibility Rights for Persons with Disabilities at the Pemalang District Court is not in accordance with Constitutional Rights and regulations that have been made by the government. At the Pemalang District Court there are still some that have not been fulfilled in terms of physical and non-physical accessibility. And in reality, there are still many in our own society who view people with one-sided disabilities who cannot work and cannot do other positive things like society in general. So that many of their lives are deprived because they are hampered in terms of mobility. In the Regional Government itself, there are also those who have not made specific regulations regarding the rights of Persons with Disabilities. Which regulations must be made in each region to support the survival of Persons with Disabilities.