Muhammad Ansarullah S. Tabbu
State University of Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Multimedia Game Edukasi Interaktif Menggunakan SAC Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Konsep-Konsep Penting Dalam Pembelajaran Kurnia Prima Putra; Dhia Rhania; Muhammad Ansarullah S. Tabbu; Dewi Fatmarani Surianto
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 1 Issue No. 1: Juli 2023
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kreativa.v1i1.20231

Abstract

Aplikasi pembelajaran untuk peserta didik ini adalah suatu aplikasi pembelajaran pada peserta didik sekolah dasar dengan bantuan teknologi komputer. Aplikasi ini merupakan bentuk media pembelajaran yang terdiri dari bagian edukasi berupa permainan matematika dasar dengan tujuan untuk mengetahui kinerja media pembelajaran dan meningkatkan pengetahuan siswa terhadap materi pada media pembelajaran berbasis multimedia. Pengembangan aplikasi ini didasarkan dengan metode menurut Lee & Owens yang bersifat prosedural dan detail pada setiap tahapannya. Produk akhir dari pengembangan ini adalah produk berupa game android yang valid dan dapat digunakan untuk memberikan pemahaman materi tambahan mengenai materi kepada peserta didik.
EKSPLORASI BATU MULIA DENGAN METODE PEMETAAN GEOLOGI DAERAH TUWUNG BARRU Muh. Darwis Falah; Muhammad Ansarullah S. Tabbu
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v1i1.202302

Abstract

Daerah eksplorasi batu mulia secara administrative terletak di wilayah  Lingkungan Kamara,   Kelurahan Tuwung,  Kecamatan Barru.  Secara geografi terletak pada posisi geografis 40 24’ 55” – 40 25’ 17”   Lintang Selatan dan 1190 38’ 7,5”- 1190 38’ 27” Bujur   Timur dari Greenwich. Kegiatan eksplorasi bahan galian  batu mulia di daerah Kamara ditempuh menggunakan metode pemetaan geologi. Pemetaan geologi dilakukan dengan membuat lintasan geologi, untuk memetakan lokasi-lokasi singkapan batu mulia dan gejala-gejala geologi lainnya. Peralatan yang digunakan: pesawat GPS Map 76 S,  kompas geologi, palu geologi, lopue, pita ukur, kamera alat tulis-menulis. Batu mulia  di daerah eksplorasi secara geologi terbentuk oleh intrusi batuan dasit pada batuan ultrabasa yang mengakibatkan terjadinya silifikasi oleh proses hidrothermal membentuk batu mulia. Sebarannya merupakan   rangkaian   daerah lembah  perbukitan dan lembah sungai, berada pada ketinggian (15 – 175) m dpl, tekstur topografi sedang,   wilayahnya sebagian merupakan kawasan hutan,  dan sebagian pula merupakan kawasan budidaya dengan vegetasi pepohonan  dan semak-belukar. Secara stratigrafi batuannya  tersusun dari batuan Ultrabasa dan Dasit serta Endapan Alluvium. Struktur geologinya terdiri atas; sesar, dan kekar. Endapan batu mulia di daerah eksplorasi dijumpai dalam bentuk singkapan dan bongkah dijumpai pada batuan silisifikasi dalam bentuk urat  dan bintik-bintik menyebar  serta berupa tubuh batuan  yang terdiri dari: giok, akik, krisopras, kristal kuarsa, kecubung, zircon, magnetit, opal, kalsedon, peridot, serpentinit, dan Jasfer. Terbentuk secara primer pada batuan ultrabasa dan sekunder pada endapan Alluvium. Batu mulia di daerah eksplorasi terdiri dari: batu permata, batu setengah batu permata, dan batuan hias atau dekorasi. Cadangan endapan batu mulia daerah  Kamara mempunyai cadangan geologi terukur adalah 875.000 ton dan cadangan yang dapat ditambang adalah 787.500 ton.. Ratio lapisan penutup  0,04 m3/ton, jika produksi direncanakan 10.000 ton/tahun, dan perolehan penambangan tambang terbuka 90 %  maka umur tambang = 78 tahun.
Penyerapan Emisi Gas Karbon Dioksida (CO2) Dalam Menganalisis Kecukupan Ruang Terbuka Hijau (RTH) PadaKawasan Center Point Of Indonesia (CPI) Kota Makassar Muhammad Rais Abidin; Ramli Umar; Muhammad Ansarullah S. Tabbu; Haris Haris
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v1i1.202303

Abstract

Central Point of Indonesia (CPI) Makassar adalah salah satu wilayah pembangunan. Adanya pembangunan fisik yang menunjang aktivitas wisata, pendidikan dan aktivitas lainnya. Dampak yang paling nyata akibat pesatnya pembangunan di yaitu berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH). Salah satu penyebab pemanasan global adalah emisi karbon dioksida (CO2). Emisi CO2 ini dapat diserap oleh tanaman atau ruang terbuka hijau(RTH) sehingga perlu adanya analisis dari kecukupan RTH ini dalam menyerap emisi CO2. Alisis ini dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan jumlah kendaraan bermotor dan vegetasi eksisting pada kawasan. bahwa jumlah emisi CO2 yang dihasilkan dari kegiatan transportasi di CPI yaitu sebesar 32.64565 kg/jam, sedangkan daya serap RTH Eksisting yaitu hanya sebesar 16,71 kg/jam. Sehingga masih terdapat sisa emisi CO2 yang belum terserap yaitu sebesar 15,93565 kg/jam. Adapun untuk persentase untuk penyerapan emisi CO2 oleh RTH eksisting hanya sebesar 51,185% yang mana belum memenuhi penyerapan emisi karbon dioksida dari kegiatan transportasi di Kawasan CPI Makassar.