Muhammad Rais Abidin
State University of Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyerapan Emisi Gas Karbon Dioksida (CO2) Dalam Menganalisis Kecukupan Ruang Terbuka Hijau (RTH) PadaKawasan Center Point Of Indonesia (CPI) Kota Makassar Muhammad Rais Abidin; Ramli Umar; Muhammad Ansarullah S. Tabbu; Haris Haris
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ijfag.v1i1.202303

Abstract

Central Point of Indonesia (CPI) Makassar adalah salah satu wilayah pembangunan. Adanya pembangunan fisik yang menunjang aktivitas wisata, pendidikan dan aktivitas lainnya. Dampak yang paling nyata akibat pesatnya pembangunan di yaitu berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH). Salah satu penyebab pemanasan global adalah emisi karbon dioksida (CO2). Emisi CO2 ini dapat diserap oleh tanaman atau ruang terbuka hijau(RTH) sehingga perlu adanya analisis dari kecukupan RTH ini dalam menyerap emisi CO2. Alisis ini dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan jumlah kendaraan bermotor dan vegetasi eksisting pada kawasan. bahwa jumlah emisi CO2 yang dihasilkan dari kegiatan transportasi di CPI yaitu sebesar 32.64565 kg/jam, sedangkan daya serap RTH Eksisting yaitu hanya sebesar 16,71 kg/jam. Sehingga masih terdapat sisa emisi CO2 yang belum terserap yaitu sebesar 15,93565 kg/jam. Adapun untuk persentase untuk penyerapan emisi CO2 oleh RTH eksisting hanya sebesar 51,185% yang mana belum memenuhi penyerapan emisi karbon dioksida dari kegiatan transportasi di Kawasan CPI Makassar.
Makna Arsitektur Vernakular Pada Rumah Adat Jew di Distrik Atsj Kabupaten Asmat Sherly Agustien Insoraki Mansbawar; Muhammad Yusuf; Muhammad Rais Abidin
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/1gh2vt68

Abstract

Rumah adat Jew di Distrik Atsj, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, merupakan contoh arsitektur vernakular yang unik dan sarat dengan makna budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji desain, konstruksi, dan makna budaya yang terkandung dalam rumah adat Jew. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah adat Jew memiliki keunikan dalam desain dan konstruksi yang mencerminkan kebudayaan Suku Asmat. Namun, pengaruh modernitas telah mengancam keberlangsungan arsitektur tradisional ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pelestarian dan pengembangan arsitektur vernakular rumah adat Jew untuk melestarikan warisan budaya Suku Asmat.
Evaluasi Kesesuaian Rencana Tata Ruag Wilayah (RTRW) Kota Makassar Tahun 2024 Nurul Mutia; Muhammad Rais Abidin; Jeddah Yanti
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/a8mhsd72

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang disajikan secara deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi tutupan di Kota Makassar tahun 2024 dan tingkat kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah Kota Makassar tahun 2024. Metode yang diguanakan yaitu kuantitatif deskriptif, serta observasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tutupan lahan Kota Makassar terbagi menjadi 6 kelas yaitu badan air, Kawasan terbangun, tambak, Semak belukar, mangrove dan sawah. Tutupan lahan yang mendominasi adalah Kawasan terbangun dengan luas 13.520,97 Ha dengan persentase 76,92% dan tutupan lahan yang paling sedikit adalah Semak belukar seluas 37,93 Ha dengan persentase 0,22%. Berdasarkan hasil dari overlay peta tutupan lahan dengan pola ruang Kota Makassar tahun 2024 diperoleh 15.565,74 Ha (68,90%) dan 2.011,26 Ha (8,90%) tidak sesuai dengan pola ruang yang telah direncakan serta seluas 5.015 Ha (22,20%) yang masih dalam prediksi kesesuaian. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah serta masyarakat dalam memperbaiki ketidaksesuaian tata ruang, dan memastikan pembangunan Kota Makassar berjalan sesuai RTRW yang telah ditentukan.