Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strengthening Farmers’ Skills in Sustainable Land Management in Marga Cinta Village, Moramo District, South Konawe Regency Sahindomi Bana; La Ode Muhammad Erif; Ema Hermawati Garusu; Wa Ode Hastiani Fahidu; Wa Ode Nanang Trisna Dewi; Alfirman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v7i1.2856

Abstract

Purpose: Conventional farming practices that rely heavily on inorganic fertilizers have contributed to soil degradation and declining land productivity in many rural areas. This community service program was implemented to strengthen farmers’ capacity in adopting sustainable land-management practices that restore soil health and support long-term agricultural productivity. Method: The program employed contextual agricultural extension combined with Focus Group Discussions (FGDs) to explore farmers’ perceptions, challenges, and existing practices. This was followed by an intensive two-month coaching period involving weekly field visits, hands-on training, and collaborative development of Standard Operating Procedures (SOPs) and group action plans for sustainable land management. The final stage consisted of systematic monitoring and evaluation to assess skill acquisition, behavioral change, and adoption levels among partner farmer groups. Practical Applications: The program facilitated the joint production and application of organic fertilizer using locally available crop residues. This activity served as both a practical demonstration of sustainable nutrient management and an alternative to residue burning, which commonly contributes to soil degradation. Conclusion: Findings show that many farmers lacked knowledge regarding soil quality, particularly the role of organic matter in maintaining soil fertility. Through capacity building, hands-on training, and participatory learning, the program successfully enhanced farmers’ awareness, skills, and commitment to improving soil health. The results indicate that strengthened ecological literacy can support the transition toward more sustainable and productive farming systems within the partner community.
Evaluasi Keberadaan dan Aktivitas Pertambangan Pasir di Sungai Kumele Desa Gunung Sejuk Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan L.M Faisz Fajar Hidayat; Aminuddin Mane Kandari; Alfirman
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi, pemanfaatan, serta pemeliharaan dan pengelolaan kegiatan pertambangan pasir di Sungai Kumele, Desa Gunung Sejuk, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan. Tingginya aktivitas penambangan pasir oleh masyarakat memberikan kontribusi ekonomi lokal, namun berpotensi menimbulkan degradasi lingkungan sungai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis potensi pasir dilakukan menggunakan citra penginderaan jauh dan sistem informasi geografis, sedangkan aspek pemanfaatan serta pengelolaan dianalisis berdasarkan data lapangan dan partisipasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas potensi pasir mengalami penurunan dari 109,93 ha pada tahun 2009 menjadi 81,38 ha pada tahun 2025 akibat aktivitas penambangan yang berlangsung secara terus-menerus. Pemanfaatan pasir didominasi untuk kebutuhan konstruksi lokal dengan sistem penambangan tradisional dan pemasaran langsung kepada konsumen. Upaya pemeliharaan dan pengelolaan telah dilakukan secara terbatas melalui pendekatan struktural dan non-struktural, namun belum terintegrasi secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penambangan pasir yang lebih terencana dan berkelanjutan guna menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi dan kelestarian lingkungan sungai.