Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Scratch pada Materi Gravitasi untuk Mendukung Keterlibatan dan Kolaborasi Siswa Riskawati Riskawati; Azti Amanda; Nurul Mutmainnah Herman; Ria Rezki Hamzah; Khaeruddin Khaeruddin
Jurnal IPMAS Vol. 6 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.6.3.2026.1548

Abstract

Pembelajaran fisika pada materi gravitasi di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih menghadapi kendala karena konsep yang dipelajari bersifat abstrak sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami hubungan antara gaya gravitasi, massa benda, dan gerak. Kondisi tersebut juga berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung keterlibatan dan kolaborasi siswa melalui pelatihan penggunaan media pembelajaran berbasis Scratch pada materi gravitasi di SMPN 24 Makassar. Kegiatan melibatkan 25 siswa kelas VII dengan pendekatan partisipatif yang dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelatihan penggunaan media, pendampingan kegiatan kolaboratif, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan angket respons peserta, lembar observasi, dan dokumentasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan memperoleh respons yang sangat baik dengan rata-rata persentase sebesar 91%, meliputi aspek kemudahan penggunaan media (91%), daya tarik media (93%), dukungan terhadap pemahaman konsep (89%), dan dukungan terhadap kerja kelompok (90%). Hasil observasi juga menunjukkan bahwa siswa berpartisipasi aktif dalam mengeksplorasi media, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil kegiatan bersama kelompoknya. Pelatihan yang memadukan media pembelajaran berbasis Scratch dengan aktivitas kolaboratif mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif serta mendorong partisipasi siswa dalam memahami konsep gravitasi. Kegiatan ini memberikan alternatif bagi sekolah dalam memanfaatkan media pembelajaran digital untuk mendukung pembelajaran IPA yang lebih menarik, kolaboratif, dan berpusat pada siswa.
Exploring Computational Thinking Skills in Pre-Service Science Teachers: A Rasch Model Analysis Riskawati Riskawati; Nurul Mutmainnah Herman; Dirgah Kaso Sanusi; Ihfa Indira Nurnaifah Idris; Abdurrahman Abdurrahman; Hendra B.; Sitti Rahma Yunus
Gawi: Journal of Action Research Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Borneo Research and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59329/gawi.v6i1.286

Abstract

Computational Thinking (CT) has been increasingly recognized as a key competency in science education, especially in preparing future educators to foster 21st-century skills such as problem-solving and digital literacy. However, limited CT instruction in undergraduate programs has resulted in inadequate readiness among pre-service science teachers, particularly in contexts like Indonesia. This study addresses the gap in the evaluation of CT skills among pre-service teachers by using robust psychometric approaches. This article investigates the psychometric properties of a CT assessment tool, examines the CT ability levels of pre-service science teachers, and evaluates the presence of gender-based item bias. The study employed a quantitative, cross-sectional design utilizing Rasch model analysis to assess instrument reliability, item fit, and differential item functioning (DIF) across gender. A total of 419 pre-service science teachers from two universities in Indonesia were selected using stratified random sampling to ensure proportional representation across academic levels. Data collection and analysis: Data were collected using the 28-item Computational Thinking Test (CTt) and analyzed using Winsteps software for Rasch modeling, including item/person reliability, separation, fit statistics, Wright maps, and DIF analysis. Results indicated high item reliability and good model fit, though person reliability was relatively low, suggesting limited ability discrimination. Several items exhibited gender-based DIF, with some favoring males and others favoring females. The CTt shows strong potential for measuring CT, though refinement is needed to improve its ability to differentiate between skill levels and ensure gender fairness. CT is increasingly recognized as an essential competency in science education to support problem-solving, analytical reasoning, and 21st-century digital literacy skills. However, empirical evidence regarding the measurement quality of CT instruments among pre-service science teachers in Indonesia remains limited. This study aimed to evaluate the psychometric properties of the CTt, describe the distribution of CT skills among pre-service science teachers, and examine gender-based item bias using the Rasch model. A quantitative cross-sectional design was employed involving 419 pre-service science teachers from two Indonesian universities selected through stratified random sampling. Data were analyzed using Winsteps software to examine reliability, separation index, item fit, Wright map distribution, and DIF. The results showed that the CTt demonstrated high item reliability and good model fit, indicating that the instrument is appropriate for measuring CT skills. However, person reliability was relatively low, suggesting limited sensitivity in distinguishing individual ability levels. Wright map analysis indicated that most respondents were distributed at a moderate ability level. In addition, DIF analysis identified several items with potential gender bias, favoring both male and female respondents. Overall, the CTt shows strong potential as an instrument for measuring CT skills, although further refinement is needed to improve measurement sensitivity and ensure gender fairness. These findings contribute to the development of Rasch model–based CT assessment in pre-service science teacher education.
Pengukuran Kemampuan Literasi Sains Aspek Kompetensi dalam Mendukung Pembelajaran Fisika Abad 21 pada Siswa SMAN di Kota Makassar Mutahharah Hasyim; Nurhilaliyah Nurhilaliyah; Nurul Mutmainnah Herman; Riskawati Riskawati
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.1066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan literasi sains aspek kompetensi dalam mendukung pembelajaran fisika abad ke-21 pada peserta didik SMA di Kota Makassar. Penelitian menggunakan metode campuran dengan desain explanatory sequential yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pada tahap kuantitatif, tes literasi sains sebanyak 24 butir soal yang telah melalui validasi teoritik dan empirik diberikan kepada 103 peserta didik kelas XII Peminatan Fisika di SMA Negeri 8 Makassar. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara dan observasi untuk memperdalam pemahaman terhadap hasil tes. Instrumen penelitian dinyatakan valid (koefisien kesepakatan Gregory = 1,00) dan memiliki reliabilitas tinggi (r ? 0,81). Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 13,49 (SD = 2,60). Capaian tertinggi terdapat pada aspek menjelaskan fenomena ilmiah (57,29%), diikuti mengidentifikasi isu ilmiah (56,90%), dan menggunakan bukti ilmiah (53,76%). Temuan ini mengindikasikan bahwa peserta didik cukup mampu memahami konsep sains dasar namun masih mengalami kesulitan dalam menafsirkan data dan menggunakan bukti ilmiah secara kritis. Faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan literasi sains meliputi keterbatasan kegiatan pembelajaran berbasis inkuiri, metode pengajaran yang berpusat pada guru, serta minimnya pengalaman praktikum. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya penerapan pembelajaran fisika yang lebih kontekstual, berbasis proyek, dan berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir ilmiah abad ke-21.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Hipermedia untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Fisika Peserta Didik Nurul Mutmainnah Herman; Riskawati Riskawati
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.1128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar fisika berbasis hipermedia yang valid, praktis, dan efektif guna meningkatkan keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Development, Disseminate). Subjek uji coba lapangan melibatkan 50 peserta didik kelas X IPA di SMAN 2 Bone yang diambil secara Purposive Sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi ahli materi dan media, angket respon pengguna, serta tes keterampilan pemecahan masalah yang mengacu pada indicator Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahan ajar berbasis hipermedia yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dengan skor rata-rata 1,00; (2) tingkat kepraktisan bahan ajar dinilai baik, ditunjukkan oleh respon peserta didik sebesar 79,33% dengan kategori positif dan respon pendidik sebesar 81,00% dengan kategori sangat positif; serta (3) bahan ajar terbukti efektif meningkatkan hasil belajar dengan pencapaian ketuntasan klasikal sebesar 82% yang didominasi oleh kategori "Baik" dan "Sangat Baik". Peningkatan signifikan juga terjadi pada indikator keterampilan spasial dan grafik, menunjukkan bahwa media ini mampu membantu visualisasi konsep fisika yang abstrak.