Laporan keberlanjutan sering diperlakukan sebagai dokumen kepatuhan, padahal kualitas metrik ESG juga dapat menunjukkan bagaimana perusahaan mengungkapkan mekanisme pengendalian kinerja strategik. Penelitian ini menganalisis bagaimana informasi environmental, social, and governance (ESG) dapat diinterpretasikan sebagai indikator pengendalian kinerja strategik yang diungkapkan secara publik pada PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk periode 2022–2025. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus tunggal deskriptif dengan kerangka Sustainability Balanced Scorecard (SBSC) termodifikasi untuk membaca hubungan antara kualitas metrik ESG, pengukuran kinerja, dan pengendalian. Data diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan, kemudian dianalisis melalui analisis isi kualitatif, analisis tren, pemetaan SBSC, skoring indikator, analisis kesenjangan tertimbang, dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan bersih menurun 20,8% dan laba bersih turun 47,1% selama 2022–2025, sedangkan total aset meningkat 28,1% dan rasio energi terbarukan relatif stabil pada 54–55%. Meskipun emisi Scope 1+2 turun 1,7%, nilai intensitas energi dan intensitas karbon hasil hitung ulang berbeda dari angka yang dilaporkan, menunjukkan bahwa pilihan denominator, baseline, boundary, dan restatement memengaruhi interpretasi metrik ESG secara material. Skor kesenjangan tertimbang atau weighted gap score (WGS) terbesar berada pada perspektif kinerja lingkungan (0,460) dan proses eko-operasional (0,438), dan keduanya stabil pada tiga skenario pembobotan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur akuntansi manajemen dengan menunjukkan bahwa kualitas metrik ESG menentukan sejauh mana laporan keberlanjutan dapat digunakan untuk membaca mekanisme pengendalian strategik yang diungkapkan secara publik, bukan sebagai bukti langsung efektivitas pengendalian internal.