Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Keamanan Pengobatan Tradisional dan Alternatif Non-Medis terhadap Masyarakat Desa Babat, Kecamatan Panukal, Kabupaten PALI Ronny Sutanto; Hilda Muliana; Sabda Wahab; Nia Azzahra
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): JLIPM - DESEMBER
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pengobatan tradisional dan alternatif non-medis masih dominan di masyarakat pedesaan, termasuk Desa Babat, Kecamatan Panukal, Kabupaten PALI, dipengaruhi oleh faktor budaya, kepercayaan, dan keterbatasan akses layanan kesehatan formal. Namun, rendahnya literasi kesehatan dan literasi hukum menyebabkan masyarakat rentan terhadap risiko kesehatan serta implikasi hukum akibat praktik pengobatan yang tidak aman dan tidak berizin. Oleh karena itu, edukasi terpadu berbasis kesehatan masyarakat dan hukum kesehatan menjadi strategi preventif yang penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis community empowerment. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan kader kesehatan desa. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta penggunaan media visual dan leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, disertai pengumpulan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 42%, dengan peningkatan signifikan pada pemahaman risiko kesehatan dan aspek hukum pengobatan tradisional dan alternatif non-medis. Selain itu, terjadi perubahan persepsi masyarakat terhadap pentingnya keamanan, legalitas praktik, dan perlindungan hak pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis Health Belief Model dan hukum kesehatan preventif efektif meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran hukum masyarakat, serta berkontribusi pada penguatan perlindungan kesehatan berbasis komunitas.
Pengaruh Pelayanan Informasi Obat Dengan Media Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes Militus Di Puskesmas Pendopo Hilda Muliana; Nia Azzahra
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): JLIPM - AGUSTUS
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, sehingga diperlukan edukasi efektif untuk meningkatkan pemahaman pasien terhadap pengelolaan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pelayanan informasi obat menggunakan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan pasien DM di Puskesmas Pendopo, Kabupaten Empat Lawang. Metode yang digunakan adalah edukasi langsung berbasis leaflet dengan pendekatan pre-test dan post-test kepada pasien DM yang aktif berobat, mampu membaca Bahasa Indonesia, dan dalam kondisi stabil. Edukasi diberikan secara tatap muka selama 10–15 menit dengan sesi tanya jawab, lalu tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan pasien setelah intervensi; rata-rata skor pengetahuan tentang obat oral meningkat dari 6,73 menjadi 9,00, tentang insulin dari 2,74 menjadi 4,64, dan kombinasi keduanya dari 8,86 menjadi 14,07, dengan p-value 0,000 pada semua kategori. Sebelum intervensi, tingkat pemahaman pasien terhadap aspek seperti interaksi obat dan penyimpanan insulin masih rendah, namun setelah diberikan leaflet, lebih dari 90% peserta dapat menjawab dengan benar pada hampir semua indikator. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelayanan informasi obat dengan media leaflet secara efektif meningkatkan pemahaman pasien tentang manajemen pengobatan DM. Kesimpulannya, edukasi berbasis leaflet merupakan strategi sederhana, praktis, dan efektif untuk mendukung peningkatan pengetahuan pasien DM di layanan kesehatan primer.
Edukasi Masyarakat Tentang Penyimpanan Dan Penggunaan Obat Yang Aman Di Desa Talang Bulang, PALI Nia Azzahra
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): JLIPM - AGUSTUS
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan dan penyimpanan obat yang tidak tepat masih menjadi masalah serius di masyarakat, terutama di daerah pedesaan seperti Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Tingginya praktik swamedikasi serta kurangnya edukasi tentang manajemen obat menyebabkan risiko terhadap kesehatan individu dan pencemaran lingkungan.  Penyimpanan dan penggunaan obat harus memperhatikan tanggal kedaluwarsa dan batas penggunaan setelah dibuka (Beyond Use Date/BUD), di Desa Talang Bulang pemahaman tentang BUD masih rendah. Penting menjaga kualitas obat dengan penyimpanan dan penggunaan yang tepat serta membuang obat yang melewati Expired Date atau Beyond Use Date secara benar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan dan penyimpanan obat yang aman melalui pendekatan edukatif berbasis program Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat dengan Benar. Metode pelaksanaan mencakup ceramah, diskusi interaktif, simulasi praktik penyimpanan dan pembuangan obat, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan secara luring pada 21 Februari 2025 di Balai Desa Talang Bulang dengan melibatkan 50 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, terlihat dari perbandingan skor pre-test dan post-test. Peserta mampu memahami jenis obat, batas waktu penggunaan, serta cara penyimpanan dan pembuangan yang benar. Edukasi berbasis partisipatif terbukti efektif dalam membangun kesadaran masyarakat, bahkan pada kelompok dengan latar belakang pendidikan dasar. Disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkala dengan cakupan wilayah yang lebih luas serta melibatkan kolaborasi antara tenaga kefarmasian, pemerintah desa, dan institusi pendidikan untuk menciptakan masyarakat yang sadar dan bertanggung jawab dalam pengelolaan obat.
Edukasi Keamanan Pengobatan Tradisional dan Alternatif Non-Medis terhadap Masyarakat Desa Babat, Kecamatan Panukal, Kabupaten PALI Ronny Sutanto; Hilda Muliana; Sabda Wahab; Nia Azzahra
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): JLIPM - DESEMBER
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pengobatan tradisional dan alternatif non-medis masih dominan di masyarakat pedesaan, termasuk Desa Babat, Kecamatan Panukal, Kabupaten PALI, dipengaruhi oleh faktor budaya, kepercayaan, dan keterbatasan akses layanan kesehatan formal. Namun, rendahnya literasi kesehatan dan literasi hukum menyebabkan masyarakat rentan terhadap risiko kesehatan serta implikasi hukum akibat praktik pengobatan yang tidak aman dan tidak berizin. Oleh karena itu, edukasi terpadu berbasis kesehatan masyarakat dan hukum kesehatan menjadi strategi preventif yang penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis community empowerment. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan kader kesehatan desa. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta penggunaan media visual dan leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, disertai pengumpulan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 42%, dengan peningkatan signifikan pada pemahaman risiko kesehatan dan aspek hukum pengobatan tradisional dan alternatif non-medis. Selain itu, terjadi perubahan persepsi masyarakat terhadap pentingnya keamanan, legalitas praktik, dan perlindungan hak pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis Health Belief Model dan hukum kesehatan preventif efektif meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran hukum masyarakat, serta berkontribusi pada penguatan perlindungan kesehatan berbasis komunitas.