Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Rinjani Global Geopark Education for Mataram Muhammadiyah Middle School Students Hidayat, Syamsul; Erintina, Melinda Dwi; Ubaidillah, Aji Syailendra
Abdi Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v6i2.8153

Abstract

Management and utilization of Geoparks as a unity of geological, biological and cultural diversity will be achieved optimally if all stakeholders are involved. This service activity aims to provide Rinjani-Lombok Global Geopark (RLGG) education to Muhammadiyah Mataram Middle School students as an effort to help encourage the implementation of the RLGG educational mission to school-age youth in Mataram City. The methods applied in this service activity include needs analysis and location selection, presentation of material about RLGG to students as well as questions and answers or student responses related to educational material. In educational activities, it was conveyed that the richness/diversity in the geopark area is divided into 3 large elements, namely geological diversity, biodiversity and cultural diversity. Geoparks as a means of public education are carried out to provide an understanding of the unique geology, biology and culture as well as an understanding of the importance of conservation. Education about RLGG for junior high school students is carried out to provide understanding and give birth to a love of nature and its surroundings, a love of natural sciences and a medium for cultivating Tawheed towards Allah SWT. Sites (Geodiversity) in the RLGG Environment are sites that are associated with geological phenomena.
Hilirisasi Mineral Pengelolaan Nikel di Indonesia: Regulasi serta Dampak Implementasinya Pada Ekonomi dan Pembangunan Smelter Syamsul Hidayat
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 9 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss9pp3610-3619

Abstract

Nickel is one of the important mining materials in Indonesia due to its significant resources and reserves availability. This paper discusses the downstream management of nickel mining materials by taking regulations, economic impacts and smelter development issue in one frame of discussion. Mining Law 4/2009 amended by Mining Law 3/2020 is the base regulation for downstream mining policy in Indonesia, including for nickel. Obligation of mineral processing and refining domestically and restrictions of nickel exports are two main issues that have multiple impact in nickel management process. The relative increase of annual nickel production is part of the economic impact of downstream policy. Export restrictions affect the fluctuation of nickel production volume and have an impact on economic relations between Indonesia and consumer countries, resulting in a lawsuit by European Union against Indonesian government. On the other hand, the construction of nickel smelters encourages value of nickel exports, absorption of local labor and encourage micro economic activities. It takes time to implement smelter construction in sufficient quantities as mandated in the Regulation. Projections of market absorption capacity, infrastructure such as electricity facilities, technology and capital are mine factors that influence its implementation
Penyuluhan Pendidikan Ketahanan Iklim Kepada Tenaga Pendidik Sekolah Dasar Syamsul Hidayat
DEDIKASI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2025): DEDIKASI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim merupakan isu yang meyita perhatian semua kalangan. Isu perubahan iklim di bicarakan di ruang-ruang akademik sampai di meja diplomasi antar negara. Tenaga pendidik pada Sekolah Dasar sangat berperan pada pembentukan karakter dan kepedulian lingkungan siswa untuk ketahanan mereka terhadap perubahan iklim. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk melakukan kegiatan penyuluhan tentang pendidikan ketahanan iklim kepada tenaga pendidik Sekolah Dasar. Kegiatan utama dalam pengabdian ini adalah presentasi materi, sharing knowledge antara narasumber kepada para peserta. Di samping itu dilakukan juga diskusi kelompok dimana peserta dibagi dalam beberapa kelompok kemudian mendiskusikan beberapa sub tema yang berkaitan langsung dengan ketahanan iklim. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim berdampak luas pada tata kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dan pendidikan perubahan iklim sangat penting karena merupakan sarana menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan kapasitas merespon dan memitigasi krisis iklim. Strategi pendidikan ketahanan iklim dapat dilakukan melalui integrasi dalam kurikulum, pelatihan guru yang dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk mengajarkan pendidikan iklim, serta pembelajaran yang disampaikan Masyarakat luas selain disekolah.
DAMPAK SOSIAL EKONOMI INDUSTRI PERTAMBANGAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT SYAMSUL HIDAYAT
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/jesa.v7i2.3910

Abstract

Industri pertambangan merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi pada perekonomian Indonesia. Berdasarkan Undang-undang yang berlaku saat ini, khususnya undang-undang pertambangan dan undang-undang otonomi daerah, pemerintah daerah dapat memainkan peran strategis untuk mendorong lebih lanjut kontribusi industri pertambangan bagi pembangunan daerah. Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terletak di bagian timur Indonesia memiliki keanekaragaman geologi yang unik dan mengandung potensi mineral yang sangat berharga. Potensi mineral berharga yang ada di provinsi NTB saat ini Sebagian sedang dieksploitasi dan Sebagian masih dalam tahap eksplorasi. Tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan dampak sosial ekonomi aktivitas industry pertambangan di Provinsi NTB. Pemberlakuan UU Minerba No. 4/2009 paska reformasi memberikan kewenangan yang lebih luas kepada pemerintah daerah dalam beberapa permasalahan termasuk perijinan. Di sisi lain, beberapa kewenangan tersebut berada pada pemerintah pusat Indonesia pasca berlakunya UU Minerba terbaru 3/2020. Kedua undang-undang pertambangan tersebut mendorong dampak dinamis sektor pertambangan di tingkat daerah, termasuk di Provinsi NTB. Potensi sumber daya mineral, ekspor dan Produk Domestik Regional Bruto sebagai bagian dari kontribusi perekonomian, serta isu-isu sosial terkait dengan kegiatan industri pertambangan merupakan permasalahan substansial yang akan dibahas dalam tulisan ini.
Study of Small-Scale Drilling under Different Material Hardness and Machine RPM Syamsul Hidayat; Melinda Dwi Erintina
Poltanesa Vol 27 No 1 (2026): June 2026
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v27i1.3710

Abstract

Small-scale drilling experiments are designed to represents field blasthole-drilling conditions therefore it can be used to support decision-making process in mining operations. This study is a laboratory-scale drilling investigation, conducted to determine the penetration rate and the appearance of drilling dust clouds under varying material hardness and engine RPM (revolution per minute). Drilling was carried out on concrete media using bench drilling equipment under 7 (seven) different conditions based on material hardness and RPM. Data on drilling speed, drilling time and penetration rate were used for analysis and to support the conclusion. The results indicated that the penetration rate in soft material is faster than in hard material. The increase in penetration rate occurs proportionally with the increase of RPM in soft material. In hard material, significant differences in penetration rate occur in drilling under slow and medium RPM, whereas there is no significant difference in penetration rates between drilling under medium and high RPM.  In hard materials, there exist a "threshold level" which increasing drill RPM does not significantly affect the penetration rate. The presence of simple or non-complex discontinuities in the concrete material does not significantly affect the penetration rates. Drilling operations under low RPM tend to produce more dust clouds.
Pengukuran Fragmentasi Peledakan Tambang Metode Estimasi Gambar 3D: Tren dan Penerapannya di Lapangan Syamsul Hidayat
AL-AMIYAH: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : Yayasan Miftahul Ulum Sangatta Kutai Timur (KEP. MENKUMHAM RI No. AHU-0014779.AH.01.04.Tahun 2018) bekerjasama dengan Jurusan Tarbiyah STAI Sangatta Kab. Kutai Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71382/aa.v3i1.302

Abstract

Blast fragment measurements are necessary to determine the size distribution. 2D method has limitations due to its inability to reach and model surface of fragment in muckpiles. Therefore, 3D image analysis was developed as an alternative. This research was conducted to examine trends and applications of 3D image analysis, examining its techniques, advantages and challenges. Photogrammetry and laser scanning techniques have been applied in laboratories, at open-pit and underground mines. Important issues related to the application of 3D image analysis in the field include lighting, individual object identification, ideal location for image acquisition equipment, and fine material estimation. The advantages of the method include the ability to create deeper 3D models and the ability to cover more surface area during image capturing due to precise instrument placement. The reliability of fine material analysis, the reliability of automated fragment measurement systems, and ease of application in the field are challenges that remain to be addressed in the future.
Pengembangan Wawasan Tata Kelola Sumber Daya Alam Pertambangan di NTB pada Kalangan Akademisi, Aktivis Mahasiswa, dan Pemerhati Sosial Syamsul Hidayat; Alfisahri; Isnaini
DEDIKASI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026): DEDIKASI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya alam pertambangan memiliki peran penting dalam menopang pembangunan ekonomi, penyediaan energi dan aktivitas pembangunan fisik, serta penyedia kebtuhan perkembangan teknologi. Pengelolaan sumber daya pertambangan perlu memperhatikan manfaat ekonomi, kepentingan sosial, dan kondisi lingkungan agar kekayaan sumber daya alam dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan wawasan dan pemahaman kepada peserta mengenai tata kelola sumber daya alam pertambangan, khususnya dalam konteks Indonesia dan Nusa Tenggara Barat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penentuan peserta, presentasi materi, serta tanya jawab dan diskusi. Peserta kegiatan berasal dari kalangan akademisi, aktivis mahasiswa, dan pemerhati sosial yang dipandang memiliki peran dalam penyebaran ide dan wawasan pada lingkungan masing-masing. Materi yang disampaikan meliputi kemampuan manajerial pengelolaan SDA tambang Indonesia, posisi Indonesia sebagai negara G-20, upaya menghindari “Kutukan Sumberdaya Alam”, pemanfaatan hasil pertambangan untuk pendidikan dan proteksi lingkungan di Nusa Tenggara Barat, serta pengelolaan tambang rakyat melalui Izin Usaha Pertambangan Rakyat (IUPR). Hasil kegiatan menunjukkan adanya ruang diskusi yang cukup luas mengenai manfaat ekonomi, pengelolaan lingkungan, peran pemerintah daerah, dan pengelolaan tambang rakyat. Kegiatan ini memberikan wawasan kepada peserta mengenai pentingnya tata kelola sumber daya pertambangan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.