Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Dengan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Arnita Rapang; Cakrawati R Cakrawati R
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Pregnancy is a physiological process that requires regular monitoring to detect complications that may endanger both the mother and fetus. Pregnant women's knowledge regarding danger signs during pregnancy plays an important role in increasing awareness and compliance with Antenatal Care (ANC) visits. This study aimed to determine the relationship between pregnant women's knowledge of pregnancy danger signs and compliance with Antenatal Care visits. This study employed a quantitative approach with an observational analytic design using a cross-sectional method. The sample consisted of 50 pregnant women selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires on knowledge of pregnancy danger signs and observation sheets of ANC visit compliance based on maternal and child health records. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 95%. The results showed that most respondents had good knowledge levels (56%) and were compliant with ANC visits (70%). The Chi-Square test revealed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant relationship between pregnant women's knowledge of pregnancy danger signs and compliance with ANC visits. It can be concluded that better knowledge regarding pregnancy danger signs is associated with higher compliance in attending ANC visits. Therefore, health education programs should be strengthened to improve maternal awareness and utilization of ANC services. Keywords: Knowledge, Pregnancy Danger Signs, Pregnant Women, Antenatal Care, ANC Compliance ABSTRAK Kehamilan merupakan proses fisiologis yang memerlukan pemantauan secara rutin untuk mendeteksi adanya komplikasi yang dapat membahayakan ibu maupun janin. Pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur melalui pelayanan Antenatal Care (ANC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan kunjungan Antenatal Care (ANC). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dan lembar observasi kepatuhan kunjungan ANC berdasarkan buku KIA. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 28 orang (56%) dan patuh melakukan kunjungan ANC sebanyak 35 orang (70%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan kunjungan ANC. Disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan maka semakin tinggi tingkat kepatuhan dalam melakukan kunjungan ANC. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan kepada ibu hamil untuk meningkatkan pemanfaatan pelayanan ANC. Kata Kunci: Pengetahuan, Tanda Bahaya Kehamilan, Ibu Hamil, Antenatal Care, Kepatuhan ANC
Penguatan Posyandu Melalui Kolaborasi Bidan Desa Dan Kader Kesehatan Arnita Rapang; Jean Christy Ade Putri; Helen Periselo; Tenny Tarnoto
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Integrated Health Service Posts (Posyandu) are community-based health service programs that play a significant role in improving the health status of mothers, infants, children, adolescents, and older adults. However, Posyandu implementation in many areas still faces challenges, including limited cadre capacity, low community participation, and inadequate coordination among healthcare providers. Collaboration between village midwives and community health cadres is a strategic approach to strengthening Posyandu services. This Community Service Program aimed to improve the capacity of health cadres and strengthen collaboration between village midwives and health cadres in Posyandu implementation. The methods included education, training, service simulations, cadre mentoring, and evaluations through pre-tests and post-tests. A total of 35 participants consisting of village midwives and health cadres attended the program. The results showed an increase in the average knowledge score from 61.8 before the intervention to 88.4 after the intervention. Participants also demonstrated improved skills in implementing the five-table Posyandu system, recording and reporting activities, and delivering health education to the community. Enhanced collaboration between village midwives and health cadres contributed to more effective Posyandu services. This program is expected to support the improvement of community health services through sustainable strengthening of Posyandu institutions. Keywords: Posyandu, Village Midwife, Health Cadres, Collaboration ABSTRAK Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang berperan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu, bayi, balita, remaja, dan lanjut usia. Namun, pelaksanaan Posyandu di berbagai wilayah masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kapasitas kader, rendahnya partisipasi masyarakat, serta kurang optimalnya koordinasi antar pelaksana pelayanan kesehatan. Kolaborasi antara bidan desa dan kader kesehatan menjadi strategi penting dalam memperkuat fungsi Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dan memperkuat sinergi antara bidan desa dan kader dalam penyelenggaraan Posyandu. Metode yang digunakan meliputi edukasi, pelatihan, simulasi pelayanan Posyandu, pendampingan kader, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 kader kesehatan dan bidan desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 61,8 menjadi 88,4 setelah pelatihan. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan kader dalam pelaksanaan sistem lima meja Posyandu, pencatatan dan pelaporan, serta komunikasi kesehatan kepada masyarakat. Kolaborasi yang lebih baik antara bidan desa dan kader kesehatan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan Posyandu. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan kelembagaan Posyandu yang berkelanjutan. Kata Kunci: Posyandu, Bidan Desa, Kader Kesehatan, Kolaborasi