Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemaknaan Hidup Mahasiswa Ekstrovert (Studi Fenomenologi) Xaris Victory Amindana; Robertus Budi Sarwono
Journal of Counseling and Humanistic Studies Vol 2, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jchs.v2i1.12930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami bagaimana seorang ekstrover memandang hidup. (2) Memahami bagaimana pemaknaan hidup seorang ekstrover jika dihadapkan pada suatu kondisi yang membuatnya kesulitan untuk melakukan interaksi dengan individu lain. (3) Memahami bagaimana seorang ekstrover dapat menemukan nilai dirinya sebagai bentuk pemaknaan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi yang lain. Subjek penelitian ini ialah mahasiswa dengan tipe kepribadian ekstrover yang berjumlah tiga (3) orang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Teknik analisis data dalam penelitian ini secara teoritis menggunakan cara yang dikembangkan oleh Creswell, namun peneliti juga menggunakan Notebook LM AI sebagai bantuan untuk melakukan reduksi data serta pengelompokan tema-tema dari data yang dimiliki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ketiga subjek memiliki beberapa kesamaan dalam memandang hidup yaitu pemaknaan yang erat kaitannya dengan hubungan interpersonal namun tetap memiliki karakteristik yang khas pada setiap pandangan akan hidup. (2) Keterasingan atau kondisi yang membuat para subjek kesulitan atau bahkan tidak dapat melakukan interaksi dengan individu lain mampu mempengaruhi proses pemaknaan hidup individu ekstrover. (3) Individu dengan kepribadian ekstrover melibatkan pengalaman-pengalaman pribadi, baik positif maupun menantang, yang terjadi dalam ranah sosial sebagai proses untuk menemukan nilai diri dan menemukan makna hidup mereka.
Pemaknaan Hidup Calon Konselor yang Terlibat dalam Praktik Judi Bola Online (Parlay) (Studi Fenomenologi) Paulinus Dominggus Paji; Robertus Budi Sarwono
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/56k36f36

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fenomena judi bola online (parlay) pada mahasiswa calon konselor, sebuah kondisi yang menghadirkan kontradiksi peran bagi praktisi kesehatan mental masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami latar belakang keterlibatan subjek, menganalisis dampak terhadap pandangan diri dan tujuan hidup, serta mengungkap proses rekonstruksi makna hidup pasca-keterlibatan dalam perjudian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi guna mengungkap esensi pengalaman subjektif partisipan. Partisipan terdiri dari tiga mahasiswa aktif Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam sebanyak tiga sesi untuk setiap subjek, didukung dengan observasi non-partisipan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlibatan subjek berakar pada kondisi Vakum Eksistensial dan dorongan Sensation Seeking untuk mengisi kekosongan batin; (2) praktik judi memicu Disonansi Kognitif akibat benturan antara perilaku menyimpang dengan identitas profesional sebagai calon konselor, serta memicu krisis finansial ekstrem; (3) proses rekonstruksi makna hidup dicapai melalui penggunaan Kebebasan Berkehendak untuk mengambil Nilai Bersikap melalui kejujuran radikal serta penemuan Nilai Kreatif dengan menjadikan pendidikan sebagai "jangkar" masa depan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penderitaan akibat adiksi judi bagi calon konselor menjadi sarana pendewasaan eksistensial yang menuntun mereka kembali pada tanggung jawab moral profesional.
PEMAKNAAN BUNGAH SUSAH DALAM INTERAKSI SOSIAL BAGI MAHASISWA YANG BELAJAR KAWRUH JIWA: (STUDI FENOMENOLOGI) Aditya Eka Kurniawan; Robertus Budi Sarwono
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16135

Abstract

This study aims to: (1) Identify the forms of joy students experience during social interactions. (2) Identify the forms of sadness students experience during social interactions. (3) Determine how students interpret their feelings of joy in social interactions. (4) Determine how students interpret their feelings of sadness in social interactions. (5) To determine how students’ perspectives, informed by the teachings of Kawruh Jiwa as expounded by Ki Ageng Suryomentaram, can help students interpret joy and sadness (bungah susah) in social interactions (sesrawungan). Using a qualitative approach with a phenomenological methodology, this study explores students’ subjective experiences in interpreting feelings of joy and sadness when interacting on campus. Data were collected through in-depth interviews with current students at Sanata Dharma University who are familiar with and have studied Kawruh Jiwa. Research findings indicate that feelings of joy generally arise when students feel accepted, valued, and receive responses that meet their expectations; conversely, feelings of sadness arise when their opinions are ignored or the responses they receive fall short of their expectations. However, through an understanding of the teachings of kawruh jiwa, students view happiness and sadness as temporary and closely related to the dynamics of desire (karep), which can expand (mulur) and contract (mungkret). This awareness helps them avoid getting lost in their emotions, enables them to better accept others’ responses, and fosters calmer, more reflective social interactions.