Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kesadaran Epistemologis Dengan Kemampuan Literasi Membaca Siswa Sekolah Dasar Guido Nainggolan; Ribka Sang Putri Zega; Cindy Pratiwi; Daulat Saragi
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i1.868

Abstract

This study aims to examine the effect of epistemological awareness-based learning interventions on the reading literacy skills of elementary school students. The background of this research is based on the low reading literacy of Indonesian students and the importance of the internal variable of epistemological beliefs in influencing how students understand texts. The research uses a quasi-experimental method with a nonequivalent control group pre-test/post-test design. The research subjects consisted of 60 fifth-grade students from PAB 27 Tanjung Mulia Private Elementary School in Medan City, who were divided into an experimental group and a control group. The research instruments include a reading literacy test based on the PISA framework and an epistemological awareness questionnaire that have been tested for validity and reliability. The treatment in the form of problem-based reading instruction with multiperspective texts was given to the experimental group for eight weeks, while the control group learned using conventional methods. The results of the ANCOVA analysis showed a significant difference in post-test reading literacy scores between the two groups, F(1,57)=18.74, p<0.001. The increase in the average reading literacy score in the experimental group was higher (16.70 points) compared to the control group (6.60 points). These findings affirm that interventions stimulating epistemological awareness effectively enhance students' reading literacy in depth. The implications of this research encourage teachers to integrate learning strategies that not only focus on literal reading skills but also foster epistemological awareness as a foundation for developing critical literacy.
ANALISIS KONSEPTUAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR Anisa Ruhi Shabrina; Julia Damanik; Ribka Sang Putri Zega; Yumna Maghfirah; Sri Yunita; Reh Bungana Br Perangin-angin
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual peran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguatan karakter sejak usia dini sebagai fondasi dalam membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara kognitif tetapi juga memiliki integritas moral dan sosial. Pendidikan Kewarganegaraan dipandang sebagai mata pelajaran yang strategis karena memuat nilai-nilai kebangsaan, norma dan etika yang relevan dengan pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis analisis konseptual, di mana data diperoleh melalui studi kepustakaan dari berbagai sumber ilmiah yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menghasilkan sintesis konsep yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter siswa melalui integrasi nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, toleransi dan cinta tanah air dalam proses pembelajaran. Selain itu, efektivitas pembentukan karakter sangat dipengaruhi oleh pendekatan pembelajaran yang digunakan, di mana pembelajaran yang kontekstual, partisipatif dan berbasis pengalaman lebih mampu menginternalisasikan nilai dibandingkan dengan pendekatan yang bersifat kognitif semata. Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi sarana yang efektif dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar apabila dilaksanakan secara sistematis, konsisten dan didukung oleh peran aktif pendidik serta lingkungan pendidikan yang kondusif.