Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN ADDITIVE MANUFAKTURING SEBAGAI ALTERNATIF PENGURANGAN LIMBAH PLASTIK RUMAH TANGGA Suharjo Suharjo; Nanny Nanny; Nur Effendi Anwar; Siti Nuursiah Jamaludin; Nurul Humaira Binti Mohd Nizam; Nurul Aisyah Binti Khairil; Natasya Geraldine Gazali; Sri Indah Monika; Galuh Rizki May Mulialita
Jurnal Pendekar Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): MEI 2026
Publisher : LPPM-Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/pend.v3i3.2241

Abstract

Additive Manufacturing (AM) adalah teknologi manufaktur yang dapat diterapkan dalam skala rumahan. Teknologi AM tidak memerlukan peralatan dan daya yang besar sehingga dapat diterapkan dalam sekala rumahan untuk berbagai keperluan. Pengabdian pada masyarakat ini menjelaskan secara sederhana tentang AM kepada generasi muda pada usia sekolah antara 12 sampai dengan 17 tahun. Kegiatan masyarakat ini menjelaskan bagaimana AM dapat digunakan untuk proses mendaur ulang limbah plastik Polyethylene Terephthalate (PET) menjadi produk sehari-hari yang berguna seperti pot tanaman, keranjang sampah, dan barang rumah tangga lainnya. Peningkatan jumlah limbah plastik menuntut adanya inovasi dalam sistem pengolahan sampah, khususnya melalui pemanfaatan material daur ulang. Proses daur ulang limbah plastik PET dimulai dengan proses pencacahan, ekstrusi menjadi filament, pencetakan 3D, serta evaluasi performa produk. Dari hasil penelitan penelitan sebelumnya menunjukkan bahwa PET daur ulang memiliki potensi besar sebagai bahan baku AM, dengan karakteristik mekanis yang layak dan stabil untuk produk non-struktural. Pengabdian pada masyarakat ini memberikan kontribusi dalam upaya menumbuhkan kesadaran pada generasi muda dalam mendukung upaya pengurangan limbah plastik.
PELATIHAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI REVERSE OSMOSIS UNTUK AIR MINUM DI KAMPUNG TUA TELUK MATA IKAN Abdul Malik Made; Suharjo Suharjo; Ridha Siddiq; Sony Liston; Rapiansyah Putra; Zikri Zikri
Jurnal Pendekar Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : LPPM-Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/pend.v3i2.2108

Abstract

Ketersediaan air bersih di wilayah pesisir Indonesia masih menjadi tantangan serius akibat intrusi air laut yang menyebabkan air tanah bersifat payau. Kampung Tua Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, merupakan salah satu daerah yang terdampak, di mana air sumur masyarakat memiliki kadar salinitas tinggi (3.500–5.000 ppm) sehingga tidak layak dikonsumsi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan penggunaan dan perawatan teknologi Reverse Osmosis (RO) sebagai solusi pengolahan air payau menjadi air minum. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan masyarakat, dengan tahapan observasi, perencanaan, pelatihan teknis, praktik langsung, serta evaluasi berbasis pre-test dan post-test. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan teknis masyarakat, dengan rata-rata pemahaman naik sebesar 78%. Peserta mampu merakit sistem RO 500 GPD secara mandiri, melakukan perawatan preventif, serta mengukur kualitas air melalui parameter TDS dan pH. Selain memenuhi kebutuhan air bersih, program ini juga memunculkan inisiatif masyarakat untuk mengembangkan usaha mikro berbasis pengelolaan air minum. Kesimpulannya, pelatihan RO berbasis praktik dan pendampingan intensif efektif meningkatkan literasi teknologi masyarakat sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi. Disarankan adanya pelatihan lanjutan terkait troubleshooting dan manajemen sistem, serta pembentukan kelompok kerja untuk menjaga keberlanjutan program.