Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Akreditasi Program Studi di Perguruan Tinggi Merujuk pada Peraturan Pemerintah No 3 Tahun 2020 (SN DIKTI) Abdul Malik Made; Ambiyar Ambiyar; Fahmi Rizal; Afif Rahman Riyanda; Pujiati Pujiati; Rahmawati Rahmawati
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i4.3173

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan peraturan pemerintah no 3 tahun 2020 (SN DIKTI) sebagai jaminan mutu dan standar minimal yang harus di penuhi pada setiap perguruang tinggi. Inplementasi standar dikti di amanatkan Undang-Undang No 12 tahun 2012 pasal 54. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis isi (dokumen) Akreditasi Program Studi. Dengan pendekatan model evaluasi Countenance Stake, yakni dengan tidak mengkaji tahap transactions dan outcomes pada model evaluasi. Dari hasil evaluasi disimpulkan bahwa pemenuhan standar nasional Pendidikan tinggi (SN DIKTI) pada program studi telah terpenuhi dan diantara standar tersebut telah melampaui SN DIKTI dan temuan–temuan kebanyakan bersifat minor diseluruh standar, meskipun demikian standar yang berhubungan dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat banyak temuan yang harus tingkatkan.
PELATIHAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI REVERSE OSMOSIS UNTUK AIR MINUM DI KAMPUNG TUA TELUK MATA IKAN Abdul Malik Made; Suharjo Suharjo; Ridha Siddiq; Sony Liston; Rapiansyah Putra; Zikri Zikri
Jurnal Pendekar Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : LPPM-Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/pend.v3i2.2108

Abstract

Ketersediaan air bersih di wilayah pesisir Indonesia masih menjadi tantangan serius akibat intrusi air laut yang menyebabkan air tanah bersifat payau. Kampung Tua Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, merupakan salah satu daerah yang terdampak, di mana air sumur masyarakat memiliki kadar salinitas tinggi (3.500–5.000 ppm) sehingga tidak layak dikonsumsi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan penggunaan dan perawatan teknologi Reverse Osmosis (RO) sebagai solusi pengolahan air payau menjadi air minum. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan masyarakat, dengan tahapan observasi, perencanaan, pelatihan teknis, praktik langsung, serta evaluasi berbasis pre-test dan post-test. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan teknis masyarakat, dengan rata-rata pemahaman naik sebesar 78%. Peserta mampu merakit sistem RO 500 GPD secara mandiri, melakukan perawatan preventif, serta mengukur kualitas air melalui parameter TDS dan pH. Selain memenuhi kebutuhan air bersih, program ini juga memunculkan inisiatif masyarakat untuk mengembangkan usaha mikro berbasis pengelolaan air minum. Kesimpulannya, pelatihan RO berbasis praktik dan pendampingan intensif efektif meningkatkan literasi teknologi masyarakat sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi. Disarankan adanya pelatihan lanjutan terkait troubleshooting dan manajemen sistem, serta pembentukan kelompok kerja untuk menjaga keberlanjutan program.