Modernisasi dan digitalisasi membuat partisipasi masyarakat perkotaan dalam tradisi keagamaan berbasis komunitas semakin berkurang, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian sebelumnya biasanya mempelajari tradisi memperingati 1 Muharram dari sudut budaya dan agama, sedangkan pendekatan pengelolaan acara dakwah di daerah perkotaan masih kurang luas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana manajemen event dakwah diterapkan dalam tradisi memperingati 1 Muharram di Kelurahan Blimbing, Kota Malang. Inovasi penelitian ini terdapat pada pembuatan model manajemen acara dakwah yang menggunakan tradisi lokal sebagai cara untuk melestarikan budaya dan memperkuat kerukunan sosial di masyarakat perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara mengamati, mengadakan wawancara yang mendalam, serta mengumpulkan dokumen-dokumen yang relevan, lalu hasilnya dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan langkah-langkah seperti penelitian, perencanaan, desain, dan koordinasi, dapat membantu tradisi berjalan dengan baik, meningkatkan keikutsertaan masyarakat, memperkuat hubungan sosial, melestarikan budaya Islam lokal, serta menjadi sarana pengajaran nilai-nilai karakter. Temuan ini membantu memperdalam penelitian tentang pengelolaan acara dakwah yang berlandaskan budaya lokal di daerah perkotaan. Kata Kunci: Manajemen Event Dakwah; Tradisi 1 Muharram; Kawasan Urban; Kohesi Sosial; Budaya Lokal