Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Sustainability-Based Occupational Safety Risk Prioritization Model for High-Rise Building Maintenance Using HIRARC and AHP Emma Budi Sulistiarini; Evi Yuliawati; Diky Siswanto; M. Ashlyzan Bin Razik; Bambang Suhardi
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 12, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v12i1.39282

Abstract

High-rise building maintenance involving work at height presents significant occupational safety risks, particularly fall-related incidents that may result in severe injuries, operational disruptions, and financial losses. Conventional risk assessment approaches such as Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) primarily rely on technical likelihood–severity scoring and do not explicitly incorporate sustainability consequences into risk prioritization. This study develops a sustainability-based occupational safety risk prioritization model for high-rise building maintenance by introducing a Sustainability Risk Priority Index (SRPI) that integrates HIRARC-based technical risk scores, Triple Bottom Line (TBL) weighting derived from the Analytic Hierarchy Process (AHP), and hazard-level sustainability impact assessment. Unlike conventional approaches that prioritize hazards primarily based on technical risk magnitude, the proposed SRPI provides a composite prioritization framework that also captures People, Planet, and Profit consequences in measurable terms. The model was demonstrated through a case study of a three-story laboratory building that identified six hazards. The results show that falls from the rooftop edge and falls from a narrow canopy platform remain the highest technical risks (R = 20). The AHP weighting yielded People = 0.60, Profit = 0.25, and Planet = 0.15, with a Consistency Ratio (CR) of 0.07. The proposed model differentiates medium-level hazards more clearly by incorporating sustainability consequences while preserving the dominance of hazards with potentially fatal outcomes. Sensitivity analysis with ±10% variation in the People weight indicates that the highest-priority hazards remain stable across scenarios. Keywords: Occupational safety; Sustainability risk prioritization; HIRARC; AHP; High-rise building maintenance
Penguatan Kompetensi Future Skills bagi Generasi Muda untuk Menghadapi Tantangan Industri 5.0 Emma Budi Sulistiarini; Siti Annisa Wahdiniawati; Roy Setiawan; Irna Hidayah; Dedik Wiryawan
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Mei 2026 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang berlangsung secara eksponensial menandai hadirnya era Industri 5.0, sebuah paradigma baru yang tidak semata-mata mengedepankan otomasi, melainkan mengintegrasikan kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan secara sinergis. Generasi muda sebagai kelompok demografis yang paling dekat dengan dinamika perubahan ini dituntut untuk memiliki kompetensi yang adaptif dan lintas disiplin, atau yang lazim disebut sebagai future skills. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas generasi muda dalam menguasai kompetensi tersebut, yang mencakup literasi digital, berpikir kritis, kreativitas, komunikasi efektif, serta kemampuan kolaborasi lintas bidang. Metode yang diterapkan meliputi pelatihan berbasis kompetensi, lokakarya interaktif, dan pendampingan langsung yang dirancang untuk mentransfer pengetahuan secara aplikatif dan terukur. Kegiatan ini melibatkan peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa di wilayah sasaran dengan total partisipan sebanyak 60 orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pemahaman peserta terhadap konsep future skills serta kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan dunia kerja berbasis Industri 5.0. Melalui program ini, diharapkan generasi muda mampu memposisikan diri bukan sekadar sebagai pengguna teknologi, melainkan sebagai subjek aktif yang berkontribusi dalam ekosistem industri masa depan secara berkelanjutan.