Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OPTIMALISASI PROGRAM YASINAN SEBAGAI MEDIA PEMBINAAN SPIRITUAL MASYARAKAT DESA LIBUKANG KECAMATAN KAMANRE KABUPATEN LUWU Nurfitri Nurfitri; M. Afdal; Dewi Ananda; Andi Nuravita; Rifika Mahardini Usman; Sahrul Ramadhan A.B; Muh. Zaki Rizqullah A; Wahida Rahim
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Yasinan yang dilakukan pada malam Jum’at di Desa Libukang, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu, merupakan tradisi keagamaan lokal yang sempat vakum dan tidak berjalan lagi. Hal ini disebabkan oleh tingginya kesibukan masyarakat dalam bekerja harian, sehingga warga mengalami kesulitan dalam mengatur waktu untuk berkumpul secara rutin. Pengabdian masyarakat melalui program Kerja Kuliah Nyata (KKN) ini bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi tersebut sebagai sarana pembinaan spiritual, wadah edukasi keagamaan, serta ruang komunikasi informal antarwarga. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode pendampingan langsung bersama mitra BKMT Permata Desa Libukang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa optimalisasi program ini berhasil mengaktifkan kembali sesi keagamaan berkala yang diikuti secara antusias oleh 30 hingga 50 peserta di setiap dusun. Selain memperbaiki kualitas baccaan Al-Qur`an jama’ah, program ini sukses membentuk ruang diskusi informal yang mempererat silaturahmi warga dan perangkat desa. Kesimpulannya, program Yasinan ini berhasil merekonstruksi nilai spiritual dan sosial kemasyarakatan yang sempat pudar. Keberlanjutan program ini juga telah dijamin melalui pendelegasian mandiri kepada pengurus masjid, remaja mesjid, dan kelompok ibu-ibu setempat.
Dampak Narkoba di Desa Tabbaja Melalui Seminar Edukasi Kepada Masyarakat Berbasis Kesadaran Hukum Muh Sabar; Wahida Rahim; Erwin Permana; Ayu Aya Sofya; Nurul Muzafirah; Arifah Fadilah Andini; Salwa; Muh. Farid Rahman
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.862

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan sumber data primer berupa observasi lapangan, wawancara dengan aparat desa, tokoh masyarakat, dan pemuda Desa Tabbaja, serta dokumentasi kegiatan penyuluhan hukum mengenai dampak narkoba. Data sekunder diperoleh dari jurnal, buku, dan peraturan-peraturan terkait narkotika sebagai landasan teori penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan edukasi penyuluhan hukum tentang dampak narkoba di Desa Tabbaja serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan hukum mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak narkoba terhadap kesehatan, sosial, ekonomi, dan hukum. Selain itu, masyarakat mulai memahami pentingnya peran keluarga, pemerintah desa, dan lingkungan sekitar dalam mencegah peredaran narkoba. Kegiatan penyuluhan dilakukan melalui sosialisasi, diskusi interaktif, serta pembagian materi edukasi kepada masyarakat dan remaja desa. Penyuluhan hukum ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, sehat, dan bebas dari merangkul narkoba secara berkelanjutan
PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN RUMAH WARGA DALAM PEMBUATAN TOGA PERCONTOHAN DI DESA WARA Wahida Rahim; Andi Irwan Firdauzy; Merianti Merianti; Muammar Muammar; Muhammad Arien Ilham; Nadirah Nadirah; Putri Miranda; Yasir Yasir
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 03 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan lahan pekarangan rumah merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan, ketahanan pangan keluarga, dan pelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan pemanfaatan lahan pekarangan melalui pembuatan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) percontohan di Desa Wara, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu. Metode yang digunakan meliputi observasi untuk mengidentifikasi kondisi dan potensi lahan, pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, penataan, penanaman, dan pemeliharaan, serta dokumentasi sebagai sarana evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa lahan pekarangan yang sebelumnya kurang produktif berhasil diubah menjadi area budidaya tanaman obat dan sayuran, seperti jahe, kunyit, serai, lengkuas, cabai, bayam, kangkung, kacang panjang, dan timun. Program ini mendapat partisipasi aktif dari masyarakat mulai dari penyediaan bahan hingga proses penanaman. Selain menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif, kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat tanaman obat keluarga serta pentingnya optimalisasi lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan pangan rumah tangga. Dengan demikian, kebun TOGA percontohan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus model pemanfaatan lahan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
NILAI-NILAI EKOLOGIS DALAM AL-QUR´AN: Suatu Kajian Tafsir Tematik Wahida Rahim; Achmad Abubakar
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v13i2.22356

Abstract

This research aims to identify the Qur´anic verses related to the environment and to analyze the ecological values contained in the Qur´an along with their relevance to contemporary issues. It is a library research employing the thematic exegesis (tafsīr mauḍū´ī) method. The data were analyzed using content analysis by identifying Qur´anic verses concerning the environment and interpreting the opinions of classical and modern exegetes (mufassirīn). The research concludes that the Qur´an views the environment as an integral part of God´s creation that possesses spiritual, moral, and social values, and positions humans as khalīfah (stewards) responsible for maintaining the balance and sustainability of nature. These ecological values are highly relevant in addressing contemporary environmental crises such as climate change, deforestation, and pollution, by serving as ethical, policy, and educational foundations rooted in religious principles. Further research is encouraged to develop an Islamic environmental jurisprudence (fiqh al-bī´ah) that regulates the relationship between humans and nature based on the principle of public benefit (maṣlaḥah mursalah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ayat-ayat al-Qur´an tentang lingkungan hidup. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis nilai-nilai ekologis yang terdapat dalam al-Qur´an serta relevansinya terhadap permasalahan kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) dengan menggunakan metode tafsir mauḍū´i. Pendekatan yang digunakan yaitu tafsir tematik, ekologi dan studi kritis. Teknik analisis data menggunakan content analysis yaitu mengidentifikasi ayat-ayat al-Qur´an tentang lingkungan hidup dan menginterpretasikan pendapat mufassirin. Langkah-langkah identifikasi ayat-ayat tentang lingkungan hidup, seperti: amanah, khalifah dan fasad. Kemudian menyortir dan menyajikan ayat-ayat sesuai tema. Penelitian ini menyimpulkan bahwa al-Qur´an memandang lingkungan hidup sebagai bagian dari ciptaan Allah swt yang memiliki nilai spiritual, moral dan sosial, serta menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian alam. Hasil dari nilai-nilai ekologis ini relevan terhadap krisis lingkungan kontemporer seperti perubahan iklim, deforestasi dan pencemaran, dengan menjadikannya landasan etika, kebijakan dan pendidikan lingkungan berbasis keagamaan. Penelitian lanjutan dapat menginspirasi pembentukan fikih lingkungan (fiqh al-bī´ah) yang mengatur hubungan manusia dengan alam berdasarkan prinsip kemaslahatan (maṣlaḥah mursalah).