M. Faqih
Program Studi Administrasi Pendidikan, Universitas Pendidikan Mandalika, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PELAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AKADEMIK SISWA Delfi Dwi Harnung; M. Faqih; Muhammad Iqbal
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9934

Abstract

ABSTRACT School library services are an essential component in improving students’ academic quality. The library functions as a learning resource center that provides books, journals, and information relevant to the curriculum. Effective services can enhance literacy, critical and analytical thinking skills, and learning motivation. This study aims to examine library service strategies in improving students’ academic quality. The method used is a descriptive qualitative approach with a case study conducted at SMAN 1 Praya, Central Lombok. The results show that the strategies include improving circulation services, developing collections based on students’ needs, providing reference services, and utilizing information technology. These strategies increase students’ visit interest, reading habits, and understanding of learning materials. However, several challenges remain, including limited facilities, incomplete collections, and low student awareness in utilizing the library. Therefore, support and collaboration among schools, teachers, and students are needed to optimize the library’s role. These findings highlight the importance of well-planned and sustainable library management in creating a conducive learning environment and strengthening the library’s role as a literacy center in schools, offering practical recommendations for improving the quality of school library services. ABSTRAK Layanan perpustakaan sekolah merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas akademik siswa. Perpustakaan berfungsi sebagai pusat sumber belajar yang menyediakan buku, jurnal, dan informasi relevan dengan kurikulum. Layanan yang efektif mampu meningkatkan literasi, kemampuan berpikir kritis dan analitis, serta motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi pelayanan perpustakaan dalam meningkatkan kualitas akademik siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus di SMAN 1 Praya, Lombok Tengah. Hasil penelitian menunjukkan strategi meliputi peningkatan layanan sirkulasi, pengembangan koleksi sesuai kebutuhan siswa, pelayanan referensi, serta pemanfaatan teknologi informasi. Strategi tersebut meningkatkan minat kunjung, kebiasaan membaca, dan pemahaman materi pelajaran. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana prasarana, koleksi yang belum lengkap, dan rendahnya kesadaran sebagian siswa. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sekolah, guru, dan siswa untuk mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai strategi peningkatan kualitas akademik. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan layanan yang terencana dan berkelanjutan sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat literasi di sekolah. Implikasinya memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan layanan perpustakaan sekolah berkualitas.
IMPLEMENTASI LITERASI NILAIBUDAYA PADA PROGRAM SABTU BUDAYA DAN PAGELARAN SENI (SABDAGENI) Riyan Gusti Farero; Baiq Rohiyatun; M. Faqih
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9940

Abstract

ABSTRACT The strengthening of cultural literacy in the educational environment is an effort to develop students’ character to be culturally aware, ethical, and tolerant amid the growing influence of globalization. Schools play a strategic role in integrating cultural values into various educational activities so that these values are not only theoretical but also internalized in students’ daily behavior. This study aims to describe the implementation of cultural literacy in the Sabtu Budaya and Pagelaran Seni (SABDAGENI) Program at SMPN 6 Mataram, identify the challenges and obstacles in its implementation, and analyze its impact on students. This study employs a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects include the principal, vice principals, teachers, school staff, and students. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the implementation of cultural literacy through the SABDAGENI Program is carried out continuously and integrated into school activities with cultural nuances. The program receives support from various stakeholders within the school and involves active participation from students in forming habits and behaviors that reflect cultural values. However, its implementation still faces several challenges, particularly related to limited facilities and supporting resources. Nevertheless, the program has a positive impact on improving students’ understanding and internalization of cultural values, which is reflected in the development of culturally aware and tolerant character as well as the creation of a conducive and inclusive school environment.   ABSTRAK Penguatan literasi nilai budaya di lingkungan pendidikan merupakan upaya untuk membentuk karakter peserta didik yang berbudaya, beretika, dan memiliki sikap toleran di tengah arus globalisasi yang semakin kuat. Sekolah memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam berbagai aktivitas pendidikan sehingga tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diinternalisasikan dalam perilaku sehari-hari peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi literasi nilai budaya pada Program Sabtu Budaya dan Pagelaran Seni (SABDAGENI) di SMPN 6 Mataram, mengidentifikasi tantangan dan hambatan pelaksanaannya, serta menganalisis dampak program tersebut terhadap peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, staf sekolah, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi literasi nilai budaya melalui Program SABDAGENI dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam kegiatan sekolah yang bernuansa budaya. Program ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak di lingkungan sekolah serta melibatkan partisipasi aktif peserta didik dalam pembentukan kebiasaan dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai budaya. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana serta sumber daya pendukung. Meskipun demikian, program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan internalisasi nilai budaya pada diri peserta didik, yang tercermin dalam terbentuknya karakter yang lebih berbudaya, toleran, serta terciptanya iklim sekolah yang kondusif dan inklusif.