Bella Ferlyna
Universitas Islam Majapahit

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA MELALUI METODE MIND MAPPING PADA MATERI KEEMASAN ISLAM ERA DAULAH ABBASIYAH Bella Ferlyna; Muhammad Bagus Kurniawan; Muhammad Ali Rohmad
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10610

Abstract

ABSTRACT The mind mapping method is a learning method that makes it easier for students to understand lesson material imaginatively through the presentation of ideas or concepts that are simple, structured, and easy to understand. The application of this method in learning Islamic Cultural History, particularly material about the Islamic Golden Age during the Abbasid Caliphate, is estimated to enhance students' understanding of the lesson material. The purpose of this study is to determine whether the mind mapping technique improves students' understanding of Islamic Cultural History. The aim of this research is to find out how well the mind mapping technique improves students' understanding of Islamic Cultural History. Purposive sampling and quantitative methodology are used in this study. As research instruments, pre-tests and post-tests are used to measure students' understanding both before and after the learning strategy is applied. The research data is examined to observing how the mind mapping approach affects student learning outcomes. According to the analysis findings, students' understanding of the Golden Age of Islam during the Abbasid Era increased by 46.66 points when the mind mapping technique was applied. In addition, learning became more dynamic and supported students in understanding the relationships between ideas more systematically. Thus, it has been proven that the mind mapping approach significantly improves students' understanding of Islamic Cultural History. ABSTRAK Metode mind mapping merupakan metode pembelajaran yang memudahkan siswa memahami materi pelajaran secara imajinatif melalui penyajian ide maupun konsep yang sederhana, terstruktur, dan mudah dipahami. Penerapan metode ini dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, khususnya materi tentang Masa Kejayaan Islam pada masa Kekhalifahan Abbasiyah, Diperkirakan bahwa hal ini akan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah teknik mind mapping meningkatkan pemahaman siswa terhadap Sejarah Kebudayaan Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik teknik mind mapping meningkatkan pemahaman siswa terhadap Sejarah Kebudayaan Islam. Pengambilan sampel purposif dan metodologi kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Sebagai instrumen penelitian, pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur pemahaman siswa baik sebelum maupun sesudah strategi pembelajaran diterapkan. Data penelitian diperiksa untuk melihat bagaimana pendekatan mind mapping memengaruhi hasil belajar siswa. Menurut temuan analisis, pemahaman siswa tentang Masa Keemasan Islam pada Era Abbasiyah meningkat sebesar 46,66 poin ketika teknik mind mapping diterapkan. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih dinamis dan mendukung siswa dalam mengetahui hubungan antar ide dengan lebih sistematis. Dengan demikian, telah dibuktikan bahwa pendekatan mind mapping secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa tentang Sejarah Kebudayaan Islam.
LEBIH DARI SEKADAR MENGHAFAL: PERAN PROGRAM TAHFIDZ DALAM PEMBENTUKAN STABILITAS EMOSI SISWA DI SMP AL-QUR'AN AN-NAWAWIY Bella Ferlyna; Saifuddin Saifuddin; Muhammad Ali Rohmad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.14990

Abstract

ABSTRACT The development of students’ emotional stability is an important need during adolescence, particularly in educational settings that integrate learning with religious habituation. This study aims to describe the implementation of the tahfidz program, analyze its role in developing students’ emotional stability, and identify the supporting and inhibiting factors in its implementation at SMP Al-Qur’an An-Nawawiy. The study employed a qualitative approach with a case study design involving teachers and students as participants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed through data condensation, data presentation, and conclusion drawing, with data validity examined through source and technique triangulation. The findings indicate that the tahfidz program was implemented routinely and systematically through tahfidz, murojaah, tahsin, memorization submission, and other Qur’anic supporting activities. This habituation was associated with a tendency among students to become calmer and more patient, regulate their emotional responses, and exercise greater caution in determining their behavior. However, the program remained more focused on technical aspects, such as tajwid, makharijul huruf, and memorization, than on understanding the meanings of the verses. A religious environment, teacher role modeling, regular activities, and student motivation supported the program, while differences in ability, memorization target pressure, varied motivation, and influences from the external environment constituted obstacles. Thus, the tahfidz program contributes to supporting students’ emotional stability through consistent religious habituation. ABSTRAK Pembentukan stabilitas emosi siswa menjadi kebutuhan penting pada masa remaja, terutama dalam lingkungan pendidikan yang memadukan pembelajaran dengan pembiasaan keagamaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program tahfidz, menganalisis perannya dalam pembentukan stabilitas emosi siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SMP Al-Qur’an An-Nawawiy. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain case study yang melibatkan guru dan siswa sebagai partisipan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pemeriksaan keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfidz dilaksanakan secara rutin dan terstruktur melalui kegiatan tahfidz, murojaah, tahsin, setoran hafalan, dan kegiatan pendukung Al-Qur’an lainnya. Pembiasaan tersebut berkaitan dengan kecenderungan siswa lebih tenang, sabar, mampu mengendalikan respons emosional, dan lebih berhati-hati dalam menentukan perilaku. Pelaksanaan program masih lebih menekankan aspek teknis, seperti tajwid, makharijul huruf, dan hafalan, dibandingkan pemahaman makna ayat. Lingkungan religius, keteladanan guru, keteraturan kegiatan, dan motivasi siswa mendukung program, sedangkan perbedaan kemampuan, tekanan target hafalan, motivasi yang beragam, dan pengaruh lingkungan luar menjadi hambatan. Dengan demikian, program tahfidz berperan dalam mendukung stabilitas emosi melalui pembiasaan religius yang konsisten.