Ari Maulana Ramadan
UIN Raden Mas Said Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBELAJARAN PROFETIK BERBASIS KISAH: ANALISIS METODE BERKISAH NABI MUHAMMAD SAW Imam Aris Utomo; Ari Maulana Ramadan; Muhammad Huda; Nabila Aulya; Brilianfineza Brilianfineza; Nur Zika Fauziah; Aura Ardhana Novia
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.10669

Abstract

ABSTRACT The storytelling method employed by Prophet Muhammad SAW represents a prophetic pedagogical approach oriented toward character building, spiritual reinforcement, and the development of students’ reflective awareness. However, contemporary Islamic education practices still tend to be dominated by cognitive and verbalistic approaches, resulting in the underdevelopment of affective dimensions and value internalization. This study aims to analyze the essence, theological foundations, educational objectives, characteristics, and relevance of the Prophet’s storytelling method from the perspective of hadith tarbawi. The research applied a qualitative approach using a library research method by collecting data from qasas verses of the Qur’an, hadith tarbawi, and relevant scientific articles. The data were analyzed using content analysis with a descriptive-interpretative approach to identify educational value patterns within the Prophet’s storytelling method. The findings reveal that the Prophet’s storytelling method contains three major dimensions: reflective-intellectual dimensions (ulil albab), transformational dimensions (ibrah), and universal value dimensions that remain relevant across time and contexts. This method has proven effective in instilling faith values, shaping character, enhancing empathy, and strengthening students’ spiritual awareness. The novelty of this study lies in positioning the Prophet’s storytelling method as a multidimensional pedagogical system integrating theological, psychological, social, and spiritual aspects within contemporary Islamic education. ABSTRAK Metode berkisah dalam pengajaran Nabi Muhammad SAW merupakan pendekatan pedagogis profetik yang berorientasi pada pembentukan karakter, penguatan spiritualitas, serta pengembangan kesadaran reflektif peserta didik. Namun, praktik pendidikan Islam kontemporer masih cenderung didominasi pendekatan kognitif dan verbalistik sehingga dimensi afektif serta internalisasi nilai belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hakikat, landasan teologis, tujuan edukatif, karakteristik, serta relevansi metode berkisah Nabi Muhammad SAW dalam perspektif hadis tarbawi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research melalui pengumpulan data dari ayat-ayat qasas Al-Qur’an, hadis tarbawi, dan artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis dengan pendekatan deskriptif-interpretatif untuk menemukan pola nilai pendidikan dalam metode berkisah Nabi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode berkisah Nabi memiliki tiga dimensi utama, yaitu dimensi reflektif-intelektual (ulil albab), dimensi transformasional (ibrah), dan dimensi universalitas nilai yang relevan lintas ruang dan waktu. Metode ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai keimanan, membangun karakter, meningkatkan empati, serta memperkuat kesadaran spiritual peserta didik. Kebaruan penelitian terletak pada penempatan metode berkisah Nabi sebagai sistem pedagogis multidimensional yang mengintegrasikan aspek teologis, psikologis, sosial, dan spiritual dalam pendidikan Islam kontemporer.
SEBUAH PERSPEKTIF RESPONSIF PENDIDIKAN LITERASI UNTUK MELAWAN KORUPSI Ari Maulana Ramadan; Imam Aris Utomo; Muhammad Huda; Mukhamad Diki Indarto; Mohammad Ulil Abshor Abdalla; Ibnu Hibban; Fauzi Annur
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.10671

Abstract

ABSTRACT Corruption remains a serious issue affecting the quality of social, political, and educational life in Indonesia. On the other hand, the low level of literacy culture has caused society to lack critical thinking skills in understanding various forms of abuse of power and information manipulation. This study aims to analyze the role of literacy education in building an anti-corruption culture and to explain the relationship between literacy skills and public social awareness toward corrupt practices. The study employed a library research method with a qualitative interpretative approach through the analysis of various scientific sources, including books, journals, academic articles, and official documents relevant to literacy education, anti-corruption education, and societal development in the Society 5.0 era. Data sources were obtained through literature searches from Google Scholar, GARUDA, and various national and international scientific publications from 2021–2025. Data analysis was conducted through stages of data reduction, classification, interpretation, and systematic conclusion drawing. The findings indicate that literacy education plays an important role in shaping critical awareness, moral integrity, and public courage in rejecting corrupt practices. Literacy functions not only as the ability to read and understand information, but also as a means of developing a culture of transparency, accountability, and social responsibility within society. ABSTRAK Korupsi masih menjadi persoalan serius yang memengaruhi kualitas kehidupan sosial, politik, dan pendidikan di Indonesia. Di sisi lain, rendahnya budaya literasi menyebabkan masyarakat kurang memiliki kemampuan berpikir kritis dalam memahami berbagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan dan manipulasi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan literasi dalam membangun budaya antikorupsi serta menjelaskan hubungan antara kemampuan literasi dengan kesadaran sosial masyarakat terhadap praktik korupsi. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif interpretatif melalui analisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, artikel akademik, dan dokumen resmi yang relevan dengan pendidikan literasi, pendidikan antikorupsi, serta perkembangan masyarakat di era Society 5.0. Sumber data diperoleh melalui penelusuran literatur dari Google Scholar, GARUDA, dan berbagai publikasi ilmiah nasional maupun internasional periode 2021–2025. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan literasi memiliki kontribusi penting dalam membentuk kesadaran kritis, integritas moral, dan keberanian masyarakat dalam menolak praktik korupsi. Literasi tidak hanya berfungsi sebagai kemampuan membaca dan memahami informasi, tetapi juga sebagai sarana membangun budaya transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.