Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OPTIMALISASI MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS DIGITAL SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH DINIYAH Muzammil; Nur Laili
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11164

Abstract

This study aims to analyze the optimization of the digital-based Contextual Teaching and Learning (CTL) model in strengthening character education at Madrasah Diniyah Nurul Jadid. The background of this study is based on the demands of education in the digital era, which emphasize the importance of integrating cognitive aspects and character values within real-life contexts. This research employed a qualitative approach using a case study design, with data collected through observation, semi-structured interviews, and documentation techniques. The results showed that the implementation of digital-based CTL was carried out through the integration of contextual learning content supported by digital media, collaborative learning accompanied by inquiry activities, as well as reflection and authentic assessment. This implementation successfully shifted the learning pattern from teacher-centered to student-centered learning, thereby increasing students’ active engagement. Supporting factors included the availability of technological facilities, teachers’ competencies, and internet access, although limitations in facilities and network connectivity were addressed adaptively. The impact of this implementation indicated a significant improvement in students’ character development, marked by a reduction in inattentiveness and an increase in responsibility, discipline, independence, patience, and gratitude. Therefore, these findings confirm that digital-based CTL is proven to be an effective learning model that is integrative, reflective, and relevant for strengthening character education in the digital era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis digital dalam penguatan pendidikan karakter di Madrasah Diniyah Nurul Jadid. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tuntutan pendidikan di era digital yang menekankan pentingnya integrasi antara aspek kognitif dan nilai-nilai karakter dalam konteks kehidupan nyata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CTL berbasis digital dilakukan melalui integrasi konten pembelajaran yang kontekstual dengan dukungan media digital, pembelajaran kolaboratif yang disertai inkuiri, serta refleksi dan penilaian autentik. Penerapan ini mampu menggeser pola pembelajaran dari yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa sehingga meningkatkan keterlibatan aktif siswa. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana teknologi, kompetensi guru, dan akses internet, meskipun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan jaringan yang diatasi secara adaptif. Dampak implementasi ini menunjukkan peningkatan signifikan terhadap karakter siswa, ditandai dengan penurunan ketidakfokusan serta peningkatan nilai tanggung jawab, disiplin, kemandirian, kesabaran, dan rasa syukur. Dengan demikian, temuan ini menegaskan bahwa CTL berbasis digital terbukti efektif sebagai model pembelajaran yang integratif, reflektif, dan relevan dalam penguatan pendidikan karakter di era digital.
Penguatan Pembelajaran Tauhid Berbasis Filpped Classroom Meningkatkan Kognitif Siswa English Club Of Zaid Bin Tsabit Susilatus Salamah; Muzammil
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1370

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di lingkungan pesantren menghadapi tantangan dalam meningkatkan keaktifan dan pemahaman kognitif peserta didik. Di English Club of Zaid bin Tsabit (ECZA), rendahnya pemahaman siswi terhadap materi tauhid, khususnya Qadha dan Qadar, dipengaruhi oleh dominasi pembelajaran berpusat pada guru sehingga peserta didik kurang aktif dan mudah bosan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman kognitif siswi melalui model Flipped Classroom dengan pendekatan pendampingan atau Participatory Action Research (PAR). Pada tahapan PAR meliputi identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Kegiatan diawali juga dengan pemberian video pembelajaran yang dipelajari sebelum tatap muka, kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok, tanya jawab, dan presentasi di kelas. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi yang lebih aktif, motivasi belajar pada siiwi, serta kemampuan siswi dalam memahami dan menjelaskan konsep Qadha dan Qadar. Selain itu, pendampingan Flipped Classroom turut menunjukkan keberhasilan sebagai salah satu inovasi pembelajaran yang efektif sehingga layak diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis pesantren.  
Desiminasi Pendampingan Metode Yanbu'a untuk Meningkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur'an Santri Putri Asrama Sayyidah Fatimah Az-Zahra Siti Norsaniyah; Muzammil
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1382

Abstract

Kualitas bacaan Al-Qur'an santri di Asrama Putri Sayyidah Fatimah Az-Zahra belum merata karena sebagian santri masih kesulitan menerapkan kaidah tajwid dan membaca secara fasih. Selain itu, pembinaan belum dilaksanakan secara konsisten serta belum didukung penguatan kompetensi mu'allimah. Pengabdian ini bertujuan mendiseminasikan pendampingan metode Yanbu'a untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an santri. Kegiatan dilaksanakan pada April–Juni 2026 terhadap 35 santri melalui observasi, koordinasi, diseminasi metode, pendampingan, evaluasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, serta penilaian kemampuan membaca berdasarkan ketepatan makhraj, penerapan tajwid, kelancaran, dan kefasihan. Hasil menunjukkan peningkatan jumlah santri yang memenuhi standar kemampuan membaca dari 4 orang (13,3%) menjadi 10 orang (33,3%), serta muncul kategori mendekati standar sebanyak 4 orang (13,3%). Program juga menurunkan jumlah santri yang mengalami kesulitan membaca sekaligus meningkatkan kompetensi mu'allimah melalui pembinaan rutin. Diseminasi dan pendampingan metode Yanbu'a efektif meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an serta memperkuat sistem pembinaan di lingkungan asrama.
Human Relations and Education: The Perspective of Omar Mohammad al-Toumy al-Syaibany: Contribution to the Development of Humanistic-Based Education Khairul Fata; Muzammil
Journal of Creative Power and Ambition (JCPA) Vol. 4 No. 02 (2026): Journal of Creative Power and Ambition (JCPA)
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/jcpa.1661

Abstract

This study addresses the dominance of cognitive-instrumental approaches in modern education, which often neglect students' moral, spiritual, and social development. While Western humanistic education seeks to restore human values, it remains limited in integrating spirituality from an Islamic perspective. This study aims to examine Asy-Syaibani's concept of the multidimensional human being, analyze the educator–student relationship within his educational philosophy, and explain the contribution of spiritual-moral integration to an Islamic humanistic education model. Using a qualitative library research approach, the study analyzes Falsafatu at-Tarbiyah al-Islamiyyah by Omar Muhammad at-Toumy Asy-Syaibani as the primary source, supported by relevant scholarly literature. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that Asy-Syaibani conceptualizes humans as integrated physical, intellectual, spiritual, and social beings, providing the philosophical basis for holistic education. His dialogical, student-centered, and exemplary educational relationship reflects core humanistic principles while grounding them in Islamic ethics. Furthermore, the integration of spiritual-moral values ​​throughout objectives, curriculum, and learning processes offers a distinctive Islamic humanistic model that complements secular humanism through theocentric orientation and the pursuit of human beings.