Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di lingkungan pesantren menghadapi tantangan dalam meningkatkan keaktifan dan pemahaman kognitif peserta didik. Di English Club of Zaid bin Tsabit (ECZA), rendahnya pemahaman siswi terhadap materi tauhid, khususnya Qadha dan Qadar, dipengaruhi oleh dominasi pembelajaran berpusat pada guru sehingga peserta didik kurang aktif dan mudah bosan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman kognitif siswi melalui model Flipped Classroom dengan pendekatan pendampingan atau Participatory Action Research (PAR). Pada tahapan PAR meliputi identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Kegiatan diawali juga dengan pemberian video pembelajaran yang dipelajari sebelum tatap muka, kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok, tanya jawab, dan presentasi di kelas. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi yang lebih aktif, motivasi belajar pada siiwi, serta kemampuan siswi dalam memahami dan menjelaskan konsep Qadha dan Qadar. Selain itu, pendampingan Flipped Classroom turut menunjukkan keberhasilan sebagai salah satu inovasi pembelajaran yang efektif sehingga layak diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis pesantren.
Copyrights © 2026