Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran TPA Al-Hidayah Sindon sebagai Pendukung Pembelajaran Fikih di Madrasah Ibtidaiyah Fatiha Azizah; Jovita Dwi Kusumastuti; Qodim Ma’shum
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the role of TPA Al-Hidayah Sindon in supporting fiqh learning for Madrasah Ibtidaiyah (MI) students. The study is motivated by the importance of non-formal education in strengthening children’s religious understanding, especially in daily worship practices. This research employed a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation involving teachers and students of TPA Al-Hidayah Sindon. The results showed that TPA Al-Hidayah Sindon plays an important role in supporting fiqh learning through Qur’an reading and writing activities, Islamic Religious Education (PAI) materials, worship practices, and Islamic educational games. Learning activities are conducted every Monday, Wednesday, and Friday with approximately 35 students aged 6–12 years. The learning methods applied are practice and habituation, which help students better understand worship procedures such as ablution, prayer, and daily supplications. In addition to improving fiqh understanding, the TPA also contributes to building children’s religious character through discipline, politeness, and religious activities. Therefore, TPA Al-Hidayah Sindon serves as an effective non-formal educational institution in supporting fiqh learning for MI students and strengthening Islamic education within the community.
Ramadan Ceria di TPQ Al-Karomah: Analisis Pendekatan Fun Learning terhadap Antusiasme Santri Hanifah Muslimah; Muhana Ayu Devita; Qodim Ma’shum
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran di TPQ selama bulan Ramadan memerlukan metode yang menarik agar santri tetap semangat mengikuti kegiatan belajar meskipun sedang berpuasa. Pendekatan fun learning menjadi salah satu metode yang dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, aktif, dan interaktif bagi santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan fun learning terhadap antusiasme santri selama kegiatan Ramadan di TPQ Al-Karomah, Giriroto, Girimargo, Miri, Sragen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan fun learning mampu meningkatkan antusiasme santri dalam mengikuti kegiatan Ramadan. Santri terlihat lebih aktif, percaya diri, dan semangat dalam mengikuti kegiatan membaca Iqra’ dan Al-Qur’an, setoran hafalan Al-Qur’an, hafalan surat pendek, doa dan hadis bersama, praktik salat, permainan edukatif Islami, menonton film kisah Islami, buka puasa bersama, hingga salat Maghrib berjamaah. Pemberian reward kepada santri dengan setoran hafalan terbanyak juga meningkatkan motivasi dan semangat belajar santri selama Ramadan. Dengan demikian, pendekatan fun learning dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan mampu meningkatkan antusiasme santri di TPQ.
Tradisi Sahur Bersama Bulan Ramadhan di Masjid Assalam Bonan Desa Masaran dalam Perspektif Fiqih Dini Nurul Anisa; Qodim Ma’shum
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v2i2.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi sahur bersama pada bulan Ramadhan di Desa Masaran dalam perspektif fiqih, meliputi konsep sahur dalam Islam, pelaksanaan tradisi sahur bersama di masyarakat, nilai-nilai fiqih yang terkandung, serta dampak sosial dan keagamaan yang ditimbulkan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kegiatan sahur bersama yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Masaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi sahur bersama merupakan bentuk implementasi ajaran fiqih dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan pelaksanaan sunnah sahur, nilai kebersamaan, serta semangat tolong-menolong (ta’awun) dalam masyarakat. Pelaksanaan sahur bersama dilakukan secara terorganisir di masjid, mushola, maupun rumah warga secara bergiliran dengan rangkaian kegiatan berupa makan sahur bersama, doa, dan aktivitas keagamaan yang mendukung pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan. Tradisi ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan ukhuwah Islamiyah, kepedulian sosial, serta pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai fiqih Ramadhan. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana, perbedaan pemahaman masyarakat terkait hukum fiqih, serta pengaturan waktu sahur yang harus disesuaikan dengan ketentuan syariat. Oleh karena itu, diperlukan peran tokoh agama dan masyarakat dalam memberikan pemahaman fiqih yang tepat agar tradisi sahur bersama tetap berjalan sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi sahur bersama tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan sosial keagamaan, tetapi juga sebagai media implementasi fiqih yang berkontribusi dalam membentuk kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai syariat Islam