Narmin Narmin
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Palu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DETEKSI DINI KELAINAN JANTUNG DAN LATIHAN KOMBI YOARLA (YOGA DAN AROMATERAPI LAVENDER) PADA IBU HAMIL Hastuti Usman; Niluh Nita Silfia; Narmin Narmin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39468

Abstract

Abstrak: Kehamilan dengan kelainan jantung merupakan kondisi berisiko tinggi yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Permasalahan yang ditemukan di Desa Guntarano adalah rendahnya kemampuan kader kesehatan dan ibu hamil dalam mendeteksi dini kelainan jantung serta belum optimalnya pemanfaatan terapi nonfarmakologis untuk mengurangi kecemasan selama kehamilan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, bidan, dan ibu hamil dalam deteksi dini kelainan jantung serta penerapan latihan Kombi YoArLa (Yoga dan Aromaterapi Lavender). Metode yang digunakan berupa penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan kepada 12 kader posyandu, 2 bidan desa, dan 13 ibu hamil di Desa Guntarano. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest dan lembar observasi keterampilan. Indikator keberhasilan ditetapkan apabila terjadi peningkatan nilai pengetahuan minimal 20% dan keterampilan kader mencapai kategori baik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari nilai pretest sebesar … menjadi nilai posttest sebesar … dengan persentase peningkatan sebesar …%. Selain itu, sebanyak …% kader telah mampu melakukan pemeriksaan tekanan darah, saturasi oksigen, dan pengukuran LILA secara mandiri dan benar sesuai prosedur. Ibu hamil juga menunjukkan penurunan tingkat kecemasan serta peningkatan rasa rileks setelah mengikuti latihan YoArLa. Kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu hamil secara holistik melalui pendekatan promotif, preventif, dan komplementer.Abstract: Pregnancy with heart disease is a high-risk condition that may increase maternal and fetal morbidity and mortality. The main problems identified in Guntarano Village were the limited ability of community health cadres and pregnant women to perform early detection of heart abnormalities and the underutilization of non-pharmacological therapies to reduce anxiety during pregnancy. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of cadres, midwives, and pregnant women regarding early detection of heart disease and the implementation of Kombi YoArLa (Yoga and Lavender Aromatherapy). The methods included health education, training, demonstrations, direct practice, and mentoring involving 12 health cadres, 2 village midwives, and 13 pregnant women. Evaluation was conducted using pretest–posttest questionnaires and skill observation sheets. The success indicators were defined as a minimum 20% increase in knowledge scores and cadres achieving good skill categories. The results showed an increase in participants’ average knowledge scores from … in the pretest to … in the posttest, with an improvement percentage of …%. In addition, …% of cadres were able to independently and correctly perform blood pressure measurements, oxygen saturation examinations, and MUAC measurements. Pregnant women also experienced reduced anxiety and improved relaxation after participating in YoArLa exercises. This activity effectively improved the community’s capacity to maintain maternal health holistically through promotive, preventive, and complementary approaches.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG PENGOLAHAN DAN MANFAAT PEMBERIAN JUS DAUN KELOR PADA IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN STUNTING Niluh Nita Silfia; Sri Restu Tampali; Narmin Narmin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39027

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang berkaitan erat dengan status gizi ibu hamil. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan pangan lokal bergizi, seperti daun kelor (Moringa oleifera). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat daun kelor dan pengolahan jus daun kelor sebagai bentuk intervensi gizi bagi ibu hamil. Metode yang digunakan meliputi edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada kader posyandu dan ibu hamil di Desa Guntarano. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test sebsar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader dan ibu hamil sebesar 45% mengenai cara pengolahan jus daun kelor, serta meningkatnya pemanfaatan daun kelor sebagai sumber pangan lokal bergizi. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan jus daun kelor dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.Abstract: Stunting remains a public health issue in Indonesia that is closely linked to the nutritional status of pregnant women. One preventive measure that can be taken is the use of nutritious local foods, such as moringa leaves (Moringa oleifera). This community service activity aims to increase public knowledge about the benefits of moringa leaves and the processing of moringa leaf juice as a form of nutritional intervention for pregnant women. The methods used include education, training, and mentoring for posyandu cadres and pregnant women in the village of Guntarano. The activity was evaluated through pre- and post-tests. The results of the activity showed a 45% increase in the knowledge of health workers and pregnant women regarding how to process moringa leaf juice, as well as an increase in the utilization of moringa leaves as a nutritious local food source. Thus, community empowerment through training in moringa leaf juice processing can be an effective strategy in supporting efforts to prevent stunting starting from thepregnancy period.