Nur Ela
Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ibn Khaldun's Production Ethics and Islamic MSME Market Supply: A Civilizational Perspective Rosidah Rosidah; Nur Ela; Deni Prastiono; Sri Rokhlinasari; Alvien Septian Haerisma
Inkubis : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2026): INKUBIS Jurnal Ekonomi Dan Bisnis
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/inkubis.v8i2.250

Abstract

Background: The low halal certification rate among Indonesian MSMEs, with fewer than 10% of 64 million business units certified halal, and the sharia economic literacy rate of only 9.14%, indicate a weak internalization of Islamic production ethics in market offerings. Meanwhile, Ibn Khaldun’s thought, which contains strong values of Islamic production ethics, has not been sufficiently explored as a conceptual basis for strengthening Indonesian Islamic MSMEs. Objective: This study aims to analyze Ibn Khaldun’s concept of Islamic production ethics, examine its relevance to Islamic market offerings, and describe its implications for strengthening Indonesian sharia-compliant MSMEs. Method: This study employs qualitative library research with a historical-analytical approach. It systematically examines Ibn Khaldun’s ethical production thought through Muqaddimah as the primary source and relevant classical and contemporary Islamic economic literature as secondary sources, then contextualizes the findings within Indonesian sharia MSMEs. Results: The findings show that Ibn Khaldun’s production ethics is centered on ‘umran, which integrates labor value, ‘asabiyyah or social solidarity, justice, ethical efficiency, and civilizational sustainability. This study constructs a five-principle operational framework for Islamic production ethics applicable to Indonesian halal MSME market supply. Conclusion: Integrating ‘umran and ‘asabiyyah into MSME production orientation may address the dualism between Islamic identity and profit-driven conventional business practices.
PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, PERTUMBUHAN EKONOMI DAN INFLASI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI JAWA BARAT 2015-2024 Idzan Ihdil Mar’i; Nur Ela; R. Ilfan Muhammad Abdurrasyid; Syaeful Bakhri; Abdul Aziz
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Juli 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v5i1.1720

Abstract

Pengangguran terbuka merupakan salah satu permasalahan utama dalam pembangunan ekonomi daerah, terutama di wilayah dengan jumlah penduduk besar seperti Provinsi Jawa Barat. Tingginya tingkat pengangguran tidak hanya mencerminkan rendahnya kemampuan penyerapan tenaga kerja, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai dampak sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Barat periode 2015–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25 serta melalui uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Secara parsial, jumlah penduduk berpengaruh negatif, sedangkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi berpengaruh positif, namun seluruh variabel tidak signifikan secara statistik. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan pengurangan pengangguran perlu diarahkan pada peningkatan kualitas tenaga kerja dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.