I Gede Mawan
Institut Seni Indonesia Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gending Gilak 32 Ketukan Sebagai Strategi Pembelajaran Karawitan Bali Bagi Siswa Pemula SMK Negeri 5 Denpasar I Putu Cory Arsatama; I Gede Mawan
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 3 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i3.5381

Abstract

Balinese karawitan learning at the vocational high school level still faces significant challenges, especially for students who have no prior experience or initial interest in playing gamelan, resulting in low understanding of basic concepts and karawitan technical skills. Few studies have specifically examined the use of particular gamelan repertoire as a structural medium for beginner students at the vocational high school level. This study aims to describe the implementation of a Balinese karawitan learning strategy based on Gending Gilak 32 beats to improve the learning outcomes of Grade X Seni Karawitan students at SMK Negeri 5 Denpasar. This study employed a qualitative descriptive approach with 29 students as research subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation of student practical assessment results. The learning strategy was implemented through six stages: gamelan instrument introduction, basic gangsa technique demonstration, guided practice in small groups, repetitive practice, individual practical evaluation, and learning reflection. The findings indicate that the implementation of the learning strategy through Gending Gilak 32 beats effectively improved students' understanding of basic concepts and karawitan technical skills. Prior to the implementation of the strategy, the class average score stood at 66.65 with all 29 students failing to meet the Minimum Competency Criteria (KKM) of 75. Following the implementation, the class average increased to 82.00 with all students declared competent, reflecting an improvement of 15.35 points. The improvement was not only quantitative but also qualitative, marked by increased student confidence, accuracy of tabuhan patterns, tempo stability, and mastery of the four basic gangsa techniques. This study contributes theoretically by affirming that simply structured repertoire can function as effective musical scaffolding within the context of formal Balinese karawitan pedagogy, and can serve as a reference for karawitan arts teachers in delivering foundational material to beginner students at the vocational high school level.
Studi Eksplorasi Penggunaan Aplikasi Cubase 10.5 pada Mahasiswa Minat Aplikasi Musik Digital Program Studi Pendidikan Musik UNWIRA Kupang Andreas Sandro Toasu; I Gede Mawan; I Wayan Karja
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif mengenai proses eksplorasi dan hasil penggunaan aplikasi Cubase 10.5 sebagai media pembuatan instrumen musik digital. Studi ini difokuskan untuk mengatasi permasalahan terkait kurangnya pemahaman mahasiswa Program Studi Pendidikan Musik Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang dalam mengaplikasikan teknologi audio modern guna menghasilkan karya musik digital. Metode penelitian yang diimplementasikan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian melibatkan lima mahasiswa yang tergabung dalam program minat bakat aplikasi musik digital di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Musik UNWIRA. Data primer dan sekunder dikumpulkan secara komprehensif melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi terstruktur. Hasil penelitian membuktikan bahwa proses pembelajaran musik digital terlaksana secara sistematis melalui tiga tahap utama: orientasi, pelatihan, dan evaluasi. Tahap orientasi berhasil mengenalkan antarmuka dan fungsi dasar Cubase 10.5. Tahap pelatihan selama delapan kali pertemuan menggunakan metode drill dan recovery terbukti mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menggambar melodi pada MIDI editor, menambah instrumen virtual, dan mengatur dinamika musik. Pada tahap evaluasi, karya musik digital mahasiswa dinilai memuaskan, meski sempat terkendala oleh kapasitas RAM yang kecil dan minimnya alat bantu output bunyi. Hambatan tersebut berhasil dimitigasi melalui penggunaan perangkat tambahan dan pendekatan bimbingan individual. Kontribusi utama penelitian ini adalah menjadi referensi ilmiah bagi pengembangan metode pembelajaran inovatif berbasis teknologi di institusi pendidikan seni musik. Lebih lanjut, studi ini memfasilitasi integrasi IPTEK ke dalam kurikulum di pendidikan seni musik guna merespons berbagai tuntutan dari industri musik modern saat ini.