Syahrial A
University of Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Kit IPA Edukatif dari Barang Bekas Sebagai Media Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Syahrial A; I Wayan Gunada; Muh. Makhrus; Sutrio Sutrio
Kappa Journal Vol 10 No 1 (2026): Kappa Journal
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v10i1.34887

Abstract

Keterbatasan media pembelajaran dan alat peraga IPA di sekolah dasar menyebabkan proses pembelajaran IPA masih cenderung bersifat teoritis dan kurang memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi media pembelajaran yang sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Kit IPA Edukatif dari barang bekas sebagai media pembelajaran IPA di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg dan Gall yang meliputi tahap pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba lapangan, revisi produk, dan implementasi produk akhir. Produk yang dikembangkan berupa seperangkat alat peraga IPA sederhana dari barang bekas seperti botol plastik, kardus, sedotan, dan bahan lingkungan lainnya untuk menjelaskan konsep-konsep IPA dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kit IPA edukatif mampu meningkatkan motivasi belajar, keaktifan, dan pemahaman konsep peserta didik. Berdasarkan hasil angket respon peserta didik diperoleh rata-rata persentase sebesar 76.25% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, kit IPA edukatif dari barang bekas layak digunakan sebagai media pembelajaran IPA yang ekonomis, praktis, inovatif, dan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif serta bermakna di sekolah dasar. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran tidak hanya membantu meningkatkan kualitas pembelajaran IPA, tetapi juga dapat menumbuhkan kreativitas dan kepedulian lingkungan peserta didik sejak dini.
Penelitian Pengembangan Pembelajaran IPA Berbasis Sains Islam Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah: Systematic Literature Review (2015-2025) Syahrial A; Naf'atuzzahrah
Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/literasi.v5i1.3215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian pengembangan pembelajaran IPA berbasis sains Islam pada jenjang pendidikan dasar dan menengah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilakukan dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Sumber data berasal dari basis data Scopus dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2015–2025. Proses seleksi artikel dilakukan melalui tahap identification, screening, eligibility, dan included sehingga diperoleh 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif berdasarkan tren penelitian, model pengembangan, jenis produk, jenjang pendidikan sasaran, bentuk integrasi sains islam, serta kontribusinya terhadap pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian pengembangan pembelajaran IPA berbasis sains islam mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir dengan model pengembangan yang paling dominan digunakan yaitu Borg & Gall, 4D, dan ADDIE. Produk yang dihasilkan meliputi modul, bahan ajar, media pembelajaran, ensiklopedia, majalah fisika, dan LKPD berbasis sains islam. Penelitian lebih banyak dilakukan pada jenjang SMP/MTs dan SMA/MA dibandingkan SD/MI. Bentuk integrasi sains Islam dilakukan melalui pengaitan konsep IPA dengan ayat Al-Qur’an, nilai tauhid, serta kontribusi ilmuwan muslim. Secara umum, pembelajaran IPA berbasis sains islam memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan hasil belajar, motivasi belajar, literasi sains, sikap spiritual, dan karakter religius peserta didik. Dengan demikian, integrasi sains islam dalam pembelajaran IPA dapat menjadi alternatif inovasi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aspek ilmiah dan spiritual secara seimbang.