Irfan Basyo
Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DINAMIKA KEMISKINAN RELATIF ANTAR PROVINSI DI INDONESIA MENGGUNAKAN PENDEKATAN DATA PANEL DINAMIS SELAMA PERIODE 2018–2023 Andi Rahmat Nizar Hidayat; Muhammad Ishak; Misbahuddin Misbahuddin; Irfan Basyo
Jurnal Wahana Bina Pemerintahan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pengembangan Studi Pemerintahan Program Pascasarjana Magister(S2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55745/jwbp.v8i1.407

Abstract

Kemiskinan relatif merupakan salah satu indikator penting dalam melihat ketimpangan kesejahteraan antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kemiskinan relatif antar provinsi di Indonesia dengan menekankan keterkaitan antar waktu. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan data panel periode 2018–2023 yang dianalisis melalui model dinamis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemiskinan relatif memiliki variasi yang cukup besar antar provinsi serta memperlihatkan distribusi yang tidak merata. Pola visualisasi mengindikasikan adanya konsentrasi kemiskinan pada wilayah tertentu dengan perubahan yang cenderung fluktuatif. Estimasi model menunjukkan bahwa kemiskinan relatif pada periode sebelumnya berpengaruh signifikan terhadap kondisi saat ini, yang menandakan adanya keterkaitan historis yang kuat. Nilai koefisien yang tinggi pada model dinamis memperlihatkan bahwa kemiskinan relatif memiliki sifat persisten. Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi cenderung mempertahankan posisinya dalam jangka waktu tertentu. Temuan tersebut mengarah pada indikasi adanya karakter struktural dalam kemiskinan relatif yang membatasi mobilitas kesejahteraan. Penelitian ini menegaskan bahwa kemiskinan relatif tidak dapat dipahami sebagai fenomena jangka pendek. Pendekatan kebijakan yang adaptif, berbasis wilayah, dan berorientasi jangka panjang diperlukan untuk mengatasi keberlanjutan kemiskinan serta mengurangi ketimpangan antar wilayah