Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kelayakan Finansial Penangkapan Ikan Menggunakan Kapal Bagan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Carocok Tarusan Sumatera Barat: Analysis of the Financial Feasibility of Fishing Using Bagan Boats at the Coastal Fishing Port (PPP) Carocok Tarusan West Sumatra Permana Putra; Bagus Pramusintho; M HARISKI; Firmansyah; Wulandari; Bs Monica Arfiana
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 4 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v4i1.4915

Abstract

Usaha penangkapan ikan menggunakan kapal bagan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Carocok Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, merupakan salah satu kegiatan perikanan tangkap yang berkembang dan memiliki nilai ekonomis penting bagi masyarakat pesisir. Namun, usaha ini menghadapi berbagai permasalahan seperti tingginya biaya operasional, fluktuasi harga bahan bakar, serta perubahan daerah penangkapan yang memengaruhi hasil tangkapan dan keuntungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha penangkapan ikan menggunakan kapal bagan di PPP Carocok Tarusan, Sumatera Barat. Penelitian dilaksanakan pada 24 Juli–24 Agustus 2023 dengan metode deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan. Data yang digunakan meliputi data primer hasil wawancara menggunakan kuesioner, mencakup komponen biaya (investasi, biaya tetap, dan biaya variabel) serta penerimaan usaha, dan data sekunder dari laporan tahunan PPP Carocok Tarusan. Analisis kelayakan dilakukan menggunakan Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), serta analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai NPV kapal bagan 12 GT sebesar Rp194.820.269 dan 28 GT sebesar Rp753.127.990 (NPV > 0), nilai BCR masing-masing sebesar 3,01 dan 7,85 (BCR > 1), serta nilai IRR sebesar 71,69% dan 191,41% (lebih tinggi dari suku bunga 17,5%). Hal ini menunjukkan bahwa kedua usaha tersebut layak dan menguntungkan dalam periode 10 tahun. Namun, analisis sensitivitas menunjukkan usaha menjadi tidak layak pada penurunan produksi 16% atau kenaikan biaya 19% (12 GT), serta penurunan produksi 23% atau kenaikan biaya 30% (28 GT). Dengan demikian, usaha bagan perahu dinilai layak secara finansial, namun rentan terhadap perubahan produksi dan biaya.