Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Coherence of Surah Al-‘Alaq Verses and Their Relevance to Modern Literacy Rosihan Anwar; M. Hafiz Fathony; Muhamad Raj Chandra; M. Mahbub Al Basyari; Idham Kholid
JURNAL ISLAM NUSANTARA Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Ta'lif wa An-Nasyr (LTN) PBNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33852/jurnalnu.v9i1.604

Abstract

The digital transformation and paradigm shifts in 21st-century education demand a reinterpretation of the concept of literacy from an Islamic perspective. Surah Al-‘Alaq, as the first revealed chapter, contains fundamental messages related to the activities of reading, thinking, and learning, which carry both spiritual and epistemological values. This study aims to analyze the coherence (munasabah) among the verses in Surah Al-‘Alaq verses 1–5 and to explore their relevance to the concept of modern literacy. The method employed is the Systematic Literature Review (SLR) with a qualitative descriptive approach, involving thematic analysis of 25 sources—consisting of scholarly journals and classical as well as contemporary tafsir—published in the last five years. The findings show that the structure of verses in Surah Al-‘Alaq forms an integrative Qur’anic literacy framework, encompassing spiritual dimensions (reading in the name of God), existential dimensions (awareness of creation), epistemological dimensions (the use of the pen as a symbol of civilization), and transformational dimensions (the process of continuous learning). These values are strongly relevant to modern literacy, such as digital, critical, and ethical literacy. Surah Al-‘Alaq can serve as a foundation for developing an Islamic literacy paradigm that meets contemporary challenges. The implication is that Islamic education needs to design a literacy curriculum that not only focuses on technical skills but also on shaping the spiritual, moral, and intellectual character of learners.
Pembiasaan Membaca Al-Qur’an Sebagai Model Pendidikan Islam Preventif Terhadap Krisis Moral Di Smk Bhakti Kencana Pamanukan M. Nurul Maarif Maarif; Muhamad Raj Chandra; M. Mahbub Al Basyari; Aldo Muhammad Derlan
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v4i1.1368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembiasaan membaca Al-Qur’an di SMK Bhakti Kencana Pamanukan sebagai model pendidikan Islam yang bersifat preventif dalam menghadapi krisis moral remaja. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya perilaku menyimpang di kalangan pelajar, seperti tawuran dan rendahnya kontrol emosi, sehingga dibutuhkan strategi pendidikan yang lebih aplikatif dan berbasis nilai agama. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan tilawah di sekolah, wawancara mendalam dengan siswa, guru, serta orang tua, dan dokumentasi berupa arsip sekolah. Analisis dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber dan metode untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan membaca Al-Qur’an yang dilaksanakan rutin setiap pagi tidak hanya meningkatkan keterampilan membaca, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap ketenangan batin, kedisiplinan, pengendalian emosi, serta sikap religius siswa. Guru mengamati adanya penurunan pelanggaran tata tertib, sementara siswa merasa lebih fokus dan tenang dalam belajar. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan hambatan berupa keterbatasan waktu, rendahnya motivasi sebagian siswa, serta kurangnya dukungan orang tua di rumah. Kesimpulanya adalah pembiasaan membaca Al-Qur’an dapat dikatakan efektif sebagai strategi preventif pendidikan Islam dalam membentuk karakter remaja yang religius dan berakhlak mulia, meskipun masih diperlukan penguatan melalui variasi metode, pendampingan khusus, dan sinergi sekolah–keluarga.