Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TARI BAMBU Idham Kholid; Dede Rohaniawati
Al-Aulad: Journal of Islamic Primary Education Vol 1, No 1 (2018): Al-Aulad: Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-aulad.v1i1.2328

Abstract

This research was conducted with the aim to know the application of cooperative learning model of bamboo dance type in learning social studies in every cycle and to know the improvement of student communication skill in every cycle. The method used in this research is classroom action research. Students who made the object of this study is the fifth-grade students of Islamic primary school AlMuawwanah in Subang District West Java Indonesia, which amounted to 30 consisted of 21 men and 9 women. The data collection techniques using teacher and student observation sheets and performance assessment sheets. The results of this study showed that the application of cooperative learning model of bamboo dance type can improve students' communication skills. The result of precycle student communication skill assessment is 42,83%. In the first cycle increased by 56.83% and more increased in cycle II reached 66.67%. The highest achievement occurred in the third cycle of 86.17%. This study shows that communication skill of grade 5 students of Islamic primary school in Al-Muawwanah has increased during the implementation of cooperative learning model of bamboo dance type in each cycle. The activities of teachers and students in the learning process also increased in every cyle.
PELATIHAN PENYUSUNAN RPP DAN MODUL AJAR VERSI RINGKAS DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SD/MI SE-KECAMATAN COMPRENG KABUPATEN SUBANG Idham Kholid; M. Mahbub Al Basyari; Khoerul Anam; Linda Lestari
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i1.12413

Abstract

Kurikulum merdeka saat ini mengharuskan guru untuk mempersiapkan RPP dan Modul ajar sebelum pembelajaran dimulai. Namun hal tersebut memiliki hambatan seperti; terbatasnya waktu, belum memahami kurikulum yang berlaku, minimnya akses ke sumber daya yang memadai, minimnya keterampilan teknis, hingga menurunnya motivasi, menjadi faktor-faktor yang kerap menghambat proses kreatif dan inovatif dalam menyusun RPP dan modul ajar. Tujuan kegiatan pelatihan ini yaitu untuk membekali guru dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan dalam menyusun RPP yang efektif dan mengembangkan modul ajar yang menarik dan interaktif, meningkatkan keterampilan guru dalam menganalisis materi, merancang aktivitas belajar, dan memilih metode pembelajaran yang tepat, memicu kreativitas dan inovasi guru dalam menyusun RPP dan modul ajar, serta memperkuat kolaborasi antar guru dalam mengembangkan RPP dan modul ajar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan praktik bersama yang dipandu oleh narasumber secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan menyusun RPP dan modul ajar berjalan dengan lancar dan baik. Selain itu antusiasnya peserta untuk mengenal cara menyusun RPP dan modul ajar serta dihasilkannya produk RPP dan modul ajar yang dibuat oleh peserta pelatihan.
Analisis Hasil Belajar Siswa Berpikir Kritis dalam Pemecahan Masalah Matematika Kholid, Idham; Fathony, M. Hafiz; Rahman, Andi Yuli; Chandra, Muhamad Raj
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v6i2.1881

Abstract

Pada masa kini, penting bagi siswa memiliki kemampuan berpikir kritis yang bukan hanya tentang menemukan jawaban yang benar, tetapi juga tentang proses pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil belajar siswa berpikir kritis dalam pemecahan masalah matematika. Pendekatan kualitatif jenis studi kasus merupakan metode yang digunakan. Teknik pengumpulan data yang dipakai meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis datanya menggunakan teknik analisis induktif dan keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber serta teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang berpikir kritis memiliki hasil belajar diantaranya; memiliki ingatan yang kuat, mengaplikasikan konsep matematika, mengkritik pendapat guru, membuat bangun datar dan ruang dari kertas lipat, bersikap sopan dan senang belajar, mampu menyelesaikan tugas dan belum bisa melerai pertengkaran temannya. Dampak dari hasil ini menjadi bahan refleksi bagi pendidik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswanya.
Pendampingan Guru Madrasah Ibtidaiyah dalam Merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Kholid, Idham; Mulhat; Chandra, Muhamad Raj; Nurhadi, Hafidin; Nurhadi; Anwar, Rosihan
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i1.16255

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan modul ajar sesuai prinsip Kurikulum Merdeka. Fokus utamanya adalah membantu guru dalam memahami konsep tersebut dan mempraktikannya dalam merancang perangkat ajar. Kegiatan ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu persiapan dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan, disusun materi pendukung berupa panduan penyusunan RPP dan modul ajar beserta dokumen penunjangnya. Pada tahap pelaksanaan, diterapkan metode ceramah untuk memberikan penjelasan teoritis, demonstrasi untuk menunjukkan langkah penyusunannya, serta praktik langsung bagi peserta untuk mengaplikasikan pemahaman mereka. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru, yang terbukti dari kemampuan mereka menyusun RPP dan modul ajar yang relevan, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Pendampingan ini tidak hanya efektif dalam menjembatani teori dan praktik, tetapi juga berkontribusi pada penguatan kualitas pembelajaran dan model ini dapat direplikasi dalam berbagai konteks Pendidikan.
MENUMBUHKAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL MATEMATIKA MELALUI DEEP LEARNING: SEBUAH KAJIAN SISTEMATIK LITERATUR Kholid, Idham; Al Basyari, M. Mahbub; Saman, Saman; Nurhadi, Nurhadi; Mulhat, Mulhat
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7108

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pembelajaran matematika yang bersifat prosedural dan berorientasi pada hasil akhir, sehingga pemahaman konseptual siswa cenderung lemah. Dalam konteks pendidikan abad ke-21 dan implementasi Kurikulum Merdeka, dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir mendalam, reflektif, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren, strategi, serta efektivitas penerapan deep learning dalam pembelajaran matematika melalui metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Data dikumpulkan dari basis jurnal internasional seperti Google Scholar dan Garuda dengan rentang publikasi tahun 2018–2025, kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan pola dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi problem-based learning, inquiry-based learning, reflective learning, dan collaborative learning efektif dalam menumbuhkan pemahaman konseptual siswa, terutama ketika dipadukan dengan teknologi digital seperti GeoGebra dan learning analytics. Pendekatan deep learning terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, metakognitif, serta keterhubungan antar-konsep matematika yang berkelanjutan. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kompetensi guru dan budaya belajar yang belum mendukung refleksi mendalam. Kesimpulannya, deep learning merupakan paradigma pembelajaran matematika yang relevan dan transformatif untuk mengembangkan pemahaman konseptual, berpikir tingkat tinggi, serta kesiapan siswa menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
STRATEGI DAN TANTANGAN INTEGRASI NILAI ANTIKORUPSI DALAM KURIKULUM MERDEKA: KAJIAN SISTEMATIK LITERATUR Kholid, Idham; Rahayu, Rizqi; Fathony, M. Hafiz; Anwar, Rosihan; Nurhadi; Nugraha
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i2.5378

Abstract

Kurikulum Merdeka sebagai kebijakan pendidikan terbaru di Indonesia memberikan ruang fleksibel bagi satuan pendidikan untuk mengembangkan pembelajaran yang menanamkan karakter antikorupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi integrasi nilai antikorupsi serta menganalisis tantangan implementasinya dalam konteks Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 25 artikel ilmiah yang diperoleh dengan teknik analisis PRISMA. Sumber data diambil dari basis data Google Scholar kemudian disaring dengan kriteria eksklusi dan inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi integrasi dilakukan melalui penguatan nilai dalam mata pelajaran, projek penguatan Profil Pelajar Pancasila, pemanfaatan media digital, serta pendekatan berbasis kearifan lokal. Di sisi lain, tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan kompetensi guru, minimnya bahan ajar tematik, kesenjangan infrastruktur, serta budaya masyarakat yang belum sepenuhnya mendukung nilai integritas. Simpulan dari studi ini menegaskan bahwa keberhasilan integrasi nilai antikorupsi dalam Kurikulum Merdeka membutuhkan dukungan kebijakan, penguatan kapasitas pendidik, dan sinergi lintas sektor guna menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pembentukan karakter antikorupsi secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran berbasis nilai antikorupsi di sekolah, memperkuat kapasitas guru, serta mendorong sinergi antar pihak untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung integritas.
STRATEGI GURU DALAM MEMBANGUN KETAHANAN MATEMATIKA SISWA SD PADA KURIKULUM MERDEKA: SEBUAH META-ETNOGRAFI Fauzan, Ahmad; Febriana, Helliansyah; Saadiah, Halimah; Suimah, Ida; Kholid, Idham
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/9h95cg68

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya kebutuhan mendesak untuk mengkonsolidasikan temuan-temuan kualitatif yang tersebar mengenai strategi pedagogis guru dalam membangun ketahanan matematika (mathematics resilience) siswa sekolah dasar, khususnya dalam kerangka Kurikulum Merdeka yang menekankan kesejahteraan psikologis (well-being) dan kemerdekaan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan sintesis interpretatif guna membangun sebuah model konseptual yang koheren tentang strategi-strategi tersebut. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan pendekatan meta-etnografi, yang melibatkan pencarian sistematis di lima database (Scopus, ERIC, PubMed, SpringerLink, Google Scholar) dan analisis mendalam terhadap 32 studi kualitatif terpilih. Hasil sintesis menghasilkan empat tema metafora utama strategi guru: (1) Arsitek Lingkungan Psikologis yang Aman, (2) Penerjemah Kegagalan menjadi Batu Loncatan, (3) Penumbuh Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset), dan (4) Perangkai Narasi Diri yang Memberdayakan. Keempat peran ini kemudian disintesis menjadi sebuah Model Siklus Ketahanan Matematika Berbasis Agenitas Siswa, yang menggambarkan proses dinamis dan saling memperkuat antarstrategi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa inti dari pedagogi yang membangun ketahanan adalah penciptaan interaksi belajar yang reflektif dan berpusat pada siswa, yang secara fundamental selaras dengan filosofi Kurikulum Merdeka. Temuan ini memberikan kerangka teoretis dan praktis untuk pengembangan profesional guru dan kebijakan pembelajaran yang lebih efektif.
Eksplorasi Model Pembelajaran Berbasis Dilema Moral untuk Memperkuat Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PKn: Systematic Literature Review Idham Kholid
EDUKATIF: Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Vol. 1 No. 04 (2026): ISSUE JANUARI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikalisme dan intoleransi di kalangan generasi muda menguatkan urgensi pendekatan pedagogis inovatif dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Penelitian Systematic Literature Review ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas model pembelajaran dilema moral untuk memperkuat moderasi beragama dalam konteks Kurikulum Merdeka. Melalui protokol PRISMA, 28 literatur terpilih dari database terindeks dianalisis secara tematik. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan kritis: Pertama, model ini menciptakan sinergi triadik antara tujuan PKn, nilai moderasi beragama, dan filosofi Kurikulum Merdeka dengan mentransformasi ruang kelas menjadi laboratorium kewarganegaraan. Kedua, kontekstualisasi dilema dengan isu kontemporer seperti etika digital dan kerukunan umat beragama meningkatkan relevansi dan keterlibatan belajar secara signifikan. Ketiga, analisis dampak menunjukkan peningkatan kemampuan moral reasoning, berpikir kritis, empati, dan perspective-taking sebagai fondasi sikap moderasi beragama yang otentik. Simpulan penelitian menegaskan bahwa model dilema moral merupakan pendekatan strategis untuk menjawab tantangan zaman melalui rekonseptualisasi pembelajaran PKn yang berpusat pada penalaran nilai. Implikasinya mendorong pengembangan modul terintegrasi Projek Pelajar Pancasila dan instrument asesmen autentik untuk memetakan perkembangan kompetensi moderasi beragama peserta didik.
PERAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN SEKOLAH DALAMM MEMBANGUN GENERASI STAR UP : KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS M. Alwi Abdul Aziz; Fahriz Rizaldi Alqosimi; Rina Rosiana; Chindi Ramadani; Idham Kholid
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10595

Abstract

The development of the digital economy demands that the world of education produce a young generation that is not only academicall proficient, but also possesses a creative and innovative entrepreneurial spirit. However, reality shows that the implementation of entrepreneurship education in schools still faces challenges such as limited facilities, a lack of teacher competence, and minimal collaboration with the industrial world. This study aims to analyze the role of entrepreneurship education in schools in developing a sturtup generation through a Systematic Literature Review (SLR) approach. Date were collected from various relevant national and international journals from 2015-2025, then analyzed using thematic synthesis methods to identify patterns, strategies, and key findings. The result show that enterpreneursip education in schools contributes significantly to improving student’s creative thinking skills, problem solving skills, and innovation abilities. Project based learning models and digital entrepreneurship have proven more effective in developing entrepreneurial character that adapts to digital transformation. Teachers play a crucial role as visionary facilitators in fostering an entrepreneurial spirit through contextual and collaborative learning. That study’s conclusions emphasize that strengthening teacher capacity, providing supporting facilities, and partnering with industry are key to the success of entrepreneurship education in schools. The implications of this research emphasize the need to integrate a digital based entrepreneurial ecosystem in schools to produce a generation of innovative and globally competitive startups.
PERAN MADRASAH IBTIDAIYAH DALAM MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA ANAK DI ERA DIGITAL Muhamad Chaerul Sukardi; Iya Najiatul Kamila; Nazwa Khoirotunnisa; Nisa Mudrika; Idham Kholid
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10831

Abstract

This study discusses the role of Madrasah Ibtidaiyah (MI) in fostering children's entrepreneurial spirit in the digital era characterized by technological developments, social change, and the demands of 21st-century competencies. The main issue raised is the still limited implementation of entrepreneurship education at the MI level, both in terms of curriculum, teacher competency, and the use of learning technology. The purpose of this study is to systematically analyze the role, strategies, obstacles, and opportunities of madrasahs in realizing Islamic-based entrepreneurial values ​​​​amidst the digital transformation. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) by analyzing scientific articles, proceedings, and research reports from 2015–2025 that are relevant to the theme of entrepreneurship and Islamic basic education. The results show that MI plays an important role in shaping children's entrepreneurial character through project-based learning, simple entrepreneurial practice activities, and the integration of Islamic values ​​​​in the learning process. The main obstacles include limited curriculum and facilities, while significant opportunities arise through the use of digital technology as an innovative learning tool. The conclusion of this study confirms that MI can be an important foundation in developing children's entrepreneurial spirit that is religious, creative, and adaptive to changing times. The implication is that it is necessary to strengthen digital-based curricula, improve teacher competency, and foster synergy between madrasas, parents, and the community to create a sustainable and Islamic-based entrepreneurial education ecosystem.