Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SPATIAL INTERPOLATION MENGGUNAKAN GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM UNTUK PEMETAAN SEBARAN HAMA JAGUNG DI KECAMATAN BANYURESMI, GARUT Tasya Nazwa Diniah; Ade Riska Nuraeni; Moch Shakti Dwi Putra; Muhammad Rafly Mahendra; Ardli Swardana
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2026.v10i1.99

Abstract

Jagung (Zea mays L.) adalah salah satu bahan pertanian utama yang digunakan sebagai makanan dan memainkan peran strategis dalam sistem pertanian dari berbagai daerah. Sebagai sumber utama makanan beras, produksi jagung sering terhambat oleh serangan hama, yang secara signifikan dapat mengurangi produktivitas. Salah satu hama utama yang menyerang tanaman jagung adalah Spodoptera exigua dan Spodoptera frugiperda, yang menyebabkan kerusakan serius pada daun dan bagian lain dari tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi distribusi Spodoptera exigua dan Spodoptera frugiperda di Banyuresmi. Studi ini dilakukan di semua lahan pertanian jagung di Banyuresmi Mei hingga Juni 2025. Metode pengumpulan data menggunakan survey lapangan, sementara analisis data dilakukan oleh teknik interpolasi spasial berdasarkan Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hama Spodoptera exigua ditemukan menyerang 33,25% area pertanaman, sedangkan Spodoptera frugiperda menyerang 36,15% area pertanaman. Tingkat serangan kedua hama masih diklasifikasikan sebagai cahaya, dan dapat dilihat oleh petani dengan metode pengendalian hama yang membingungkan.
Frekuensi Penyiangan terhadap Bobot Kering Gulma Teki serta Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah Sistem TOT Tasya Nazwa Diniah; Jenal Mutakin; Siti Syarah Maesyaroh; Ardli Swardana; Ai Yanti Rismayanti
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6895

Abstract

Keberadaan gulma teki pada budidaya padi sawah sistem Tanpa Olah Tanah (TOT) menjadi salah satu faktor penghambat pertumbuhan dan penurunan hasil tanaman akibat persaingan unsur hara, air, dan cahaya. Pengendalian gulma melalui frekuensi penyiangan yang tepat diperlukan untuk menekan dominasi gulma teki dan meningkatkan produktivitas padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyiangan terhadap bobot kering gulma teki serta hubungannya dengan pertumbuhan dan hasil padi sawah sistem TOT. Percobaan dilakukan di Panawuan, Kecamatan Tarogong Kidul, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor enam taraf yaitu f0 : tanpa penyiangan, f1 : 20 Hari Setelah Tanam (HST), f2 : 40 HST, f3 : 40 & 60 HST, f4 : 20 & 40 HST dan f5 : 20, 40 & 60 HST. Hasil menunjukan bahwa frekuensi penyiangan berpengaruh nyata terhadap jumlah malai, bobot Gabah Kering Panen (GKP), dan Gabah Kering Giling (GKG), namun tidak signifikan pada tinggi tanaman serta jumlah anakan. Perlakuan terbaik diperoleh pada f4 dengan bobot GKG 77,36 g per rumpun sekaligus menekan dominasi gulma. Penyiangan dua kali fase awal direkomendasikan sebagai strategi efisien untuk meningkatkan hasil padi pada sistem TOT.
Efektivitas Berbagai Bahan Aktif Insektisida dalam Pengendalian Spodoptera exigua Menggunakan Metode Bioassay tanpa Rearing Tasya Nazwa Diniah; Arif Aminudin; Siti Syarah Maesyaroh
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jjacjc12

Abstract

Spodoptera exigua merupakan hama utama pada tanaman bawang merah yang pengendaliannya masih didominasi penggunaan insektisida kimia. Evaluasi efikasi insektisida umumnya dilakukan setelah proses rearing yang memerlukan waktu dan sumber daya, sehingga diperlukan metode yang lebih cepat menggunakan populasi lapangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas beberapa bahan aktif insektisida terhadap larva Spodoptera exigua asal lapangan menggunakan metode bioassay tanpa rearing. Penelitian dilaksanakan pada September–Desember 2025 dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas tiga bahan aktif insektisida, lima taraf dosis termasuk kontrol, dan empat ulangan. Pengujian dilakukan menggunakan metode pencelupan daun pakan ke dalam larutan insektisida, kemudian diamati mortalitas larva dan penghambatan laju makan selama 24 jam setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan aktif berpengaruh nyata terhadap mortalitas larva dan penghambatan laju makan. Insektisida berbahan aktif profenofos menghasilkan mortalitas tertinggi, mendekati 100% pada 24 jam setelah aplikasi, sedangkan imidakloprid memberikan penghambatan laju makan terbaik dengan rerata terendah sebesar 26,41. Sebaliknya, peningkatan dosis tidak memberikan pengaruh nyata terhadap penghambatan laju makan. Temuan ini menunjukkan bahwa metode bioassay tanpa rearing merupakan pendekatan cepat dan representatif untuk mengevaluasi efikasi insektisida terhadap populasi lapangan, sehingga dapat mendukung pemilihan bahan aktif yang lebih tepat dalam pengelolaan resistensi dan pengendalian Spodoptera exigua di tingkat petani.