Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Sistem Operasional Logistik bagi Karyawan Magang PT HCT Logistic Taiwan untuk Meningkatkan Kompetensi dan Budaya Kerja Ade Rasya; Chalik Mawardi; Baso Amir; Kurniati Tajuddin
Abdimas Singkerru Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v4i2.364

Abstract

Perkembangan industri logistik yang semakin pesat menuntut sumber daya manusia yang memiliki pemahaman terhadap sistem operasional distribusi barang secara efektif dan terorganisasi. Mahasiswa sebagai calon tenaga kerja perlu memperoleh pengalaman pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga berbasis praktik di lingkungan industri. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap sistem operasional logistik modern, meningkatkan ketelitian dan akurasi dalam proses penyortiran paket, serta memperkuat kemampuan adaptasi kerja, komunikasi tim, dan penerapan keselamatan kerja di lingkungan industri logistik. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan kegiatan, pengenalan sistem operasional logistik di perusahaan mitra, pendampingan praktik penyortiran paket, serta demonstrasi proses penyusunan barang dan pemuatan paket ke dalam kontainer distribusi. Kegiatan dilaksanakan di perusahaan logistik yang bergerak di bidang jasa pengiriman barang dengan melibatkan mahasiswa sebagai peserta kegiatan yang secara langsung mengikuti aktivitas operasional pada bagian penyortiran dan distribusi paket. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memahami alur operasional distribusi barang mulai dari proses penyortiran paket berdasarkan alamat tujuan, pengelompokan barang sesuai jalur distribusi, hingga proses pemuatan paket ke dalam kontainer pengiriman. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan operasional tersebut, mahasiswa menunjukkan peningkatan ketelitian dalam proses penyortiran paket, kemampuan beradaptasi dengan ritme kerja industri, serta keterampilan komunikasi dan kerja sama tim dalam menyelesaikan tugas operasional. Kegiatan ini juga memberikan manfaat berupa peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap sistem kerja industri logistik serta pengalaman kerja nyata yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas operasional industri dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa pada bidang logistik. Pendekatan ini juga memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri melalui kegiatan pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif.
Transfer Teknologi Tepat Guna dan Diversifikasi Olahan Rumput Laut untuk Peningkatan Keberdayaan Kelompok Tani Rumput Laut di Desa Belopa, Kabupaten Luwu A. Muhammad Yushan Patawari; Baso Amir; Fajar Ramadhan; Syahrani Annas; Rahma Kurnia
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.341

Abstract

Kelompok Tani Rumput Laut Subur Katonik di Desa Belopa, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, membudidayakan Eucheuma cottonii dengan metode longline pada lahan sekitar 21 hektare dengan produktivitas rata-rata 1,1 ton per hektare. Mitra mengeringkan hasil panen di atas pasir atau tanah selama tiga sampai empat hari, belum menggunakan alat ukur kualitas air, dan menjual 100% hasil panen sebagai rumput laut kering seharga sekitar Rp13.000 per kilogram. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, mutu pascapanen, dan nilai tambah usaha mitra melalui transfer teknologi tepat guna serta diversifikasi olahan rumput laut. Kegiatan dilaksanakan bersama sepuluh anggota kelompok melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dengan pendekatan Rational Unified Process, serta evaluasi dan keberlanjutan. Capaian diukur menggunakan daftar periksa kompetensi per indikator, lembar observasi praktik, dan rekapitulasi kegiatan pada periode satu bulan pascaintervensi. Lima rangkaian kegiatan telah terlaksana dengan rata-rata capaian kompetensi 85,7%, terdiri atas 81,7% pada budidaya dan penanganan hama, 91,7% pada penggunaan alat ukur kualitas air, 85,0% pada pengoperasian Solar Dome Dryer, 84,3% pada diversifikasi olahan, dan 85,8% pada pengemasan produk. Penguasaan alat ukur kualitas air naik dari rata-rata 0,8 anggota menjadi 9,2 anggota dari sepuluh anggota. Tiga belas jenis teknologi tepat guna senilai Rp30.490.000 telah diserahterimakan dan dimanfaatkan mitra, dan kelompok menghasilkan produk olahan bermerek Sea Lopa pada tahap uji produksi. Dari sembilan aspek keberdayaan yang dinilai, tujuh aspek naik dari Level 1 belum mampu menjadi Level 2 mampu dengan pendampingan. Capaian pada aspek pemasaran belum dapat dinilai karena pelatihan pemasaran daring dan kerja sama dengan industri belum dilaksanakan. Temuan pada satu kelompok mitra ini mengindikasikan bahwa transfer teknologi pascapanen yang disertai pendampingan praktik dapat meningkatkan keberdayaan kelompok pembudidaya rumput laut dalam waktu singkat.