Wayan Cintya Ganes Budastra
Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RTIKEL REVIEW : PENGEMBANGAN FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN PARENTERAL VOLUME KECIL (SVP) DEXKETOPROFEN TROMETAMOL Nur Azizah; Keysha Nabila Putri; Baiq Aulia Ali; Jasmin Zaskia Kaori; Wiwin Azariani; Gyna Dalila Virginia; Putri Syerin Salsabila; Wayan Cintya Ganes Budastra
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.57946

Abstract

Dexketoprofen trometamol merupakan bentuk enantiomer aktif dari ketoprofen yang diketahui memiliki efek analgesik dan antiinflamasi yang lebih cepat serta risiko iritasi gastrointestinal yang lebih rendah. Pengembangan sediaan parenteral volume kecil (Small Volume Parenterals/SVP) menjadi penting, terutama untuk penanganan nyeri akut yang membutuhkan efek kerja cepat dan ketersediaan hayati yang tinggi. Tulisan ini membahas dan membandingkan dua penelitian utama, yaitu Pimple et al. (2015) dan Khurshidovna et al. (2024), yang menggunakan pendekatan berbeda dalam pengembangan formulasi dan proses produksinya. Penelitian Pimple et al. (2015) lebih berfokus pada stabilitas dan kompatibilitas bahan dalam formulasi, termasuk pengaruh pH, jenis pelarut, serta interaksi antar eksipien terhadap kestabilan produk. Di sisi lain, Khurshidovna et al. menitikberatkan pada pemilihan dan optimasi komposisi formulasi agar diperoleh sediaan dengan kelarutan, efektivitas, dan kestabilan yang optimal. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa kedua pendekatan tersebut saling melengkapi dalam menghasilkan formulasi yang baik. Dengan menggabungkan aspek formulasi yang tepat dan sistem pengendalian mutu yang ketat, sediaan injeksi dexketoprofen trometamol berpotensi dikembangkan menjadi produk yang aman, stabil, dan sesuai untuk produksi skala industri. Selain itu, faktor penyimpanan seperti suhu dan paparan cahaya juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi stabilitas sediaan. Oleh karena itu, seluruh proses pengembangan harus memenuhi persyaratan farmakope guna menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas produk.
ARTIKEL REVIEW: PERBEDAAN EKSIPIEN PADA FORMULASI NATRIUM DIKLOFENAK DALAM SEDIAAN INJEKSI PARENTERAL Alfini Junaida; Adila Rizkika; Jingga Rusyesyah Padli; Dhea Syafitri Dwiyanti; Siti Salisa Rohmi; Baiq Putri Aryana; Wayan Cintya Ganes Budastra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58166

Abstract

Natrium diklofenak merupakan obat antiinflamasi nonsteroid (AINS) yang digunakan untuk mengatasi nyeri dan peradangan. Namun, penggunaan secara oral memiliki beberapa keterbatasan, seperti kelarutan yang rendah, waktu paruh relatif singkat, serta risiko efek samping gastrointestinal akibat iritasi lambung dan efek first-pass metabolism. Oleh karena itu, pengembangan sediaan injeksi menjadi alternatif yang lebih efektif karena mampu memberikan onset kerja lebih cepat dan meningkatkan bioavailabilitas obat. Artikel ini bertujuan untuk membandingkan berbagai formula sediaan injeksi natrium diklofenak berdasarkan rute pemberian, meliputi intravena (IV), intramuskular (IM), subkutan (SC), dan intraartikular, serta mengevaluasi karakteristik dan hasil formulasi yang telah dikembangkan. Metode yang digunakan berupa narrative review terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2015–2025. Literatur diperoleh dari database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan ResearchGate menggunakan kata kunci “diclofenac sodium”, “injection”, “formulation”, dan “parenteral route”. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan jenis eksipien, sistem penghantaran obat, serta metode sterilisasi berpengaruh terhadap karakteristik fisik dan kimia sediaan, seperti kejernihan, pH, viskositas, sterilitas, dan profil pelepasan obat. Sediaan intramuskular diketahui memiliki efektivitas tinggi dengan toksisitas rendah, sedangkan sediaan subkutan mampu memberikan pelepasan obat yang lebih terkontrol untuk terapi jangka panjang. Selain itu, sediaan intraartikular efektif digunakan untuk terapi lokal pada sendi. Dengan demikian, pemilihan eksipien dan sistem penghantaran yang tepat berperan penting dalam meningkatkan stabilitas dan efektivitas terapi dalam berbagai sediaan parenteral natrium diklofenak.