Alfini Junaida
Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ARTIKEL REVIEW : RISIKO INTERAKSI OBAT-OBATAN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMORBIDITAS Syahrani Febriyanti; Baiq Ayu Wulan Maharani Putri; Alfini Junaida; Samdya Aripansy; Raisya Hasina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai jenis interaksi obat yang dapat terjadi pada pasien hipertensi yang menjalani terapi kombinasi, sekaligus menekankan pentingnya pemantauan terapi obat dan pemilihan kombinasi obat yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa studi pustaka dengan melakukan penelusuran berbagai literatur ilmiah yang tersedia secara online pada beberapa basis data, seperti PubMed, Elsevier, ScienceDirect, NCBI, ProQuest, dan Google Scholar yang kemudian dianalisis berdasarkan kesesuaiannya dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa interaksi obat dapat terjadi antara terapi antihipertensi dengan terapi lain yang digunakan dalam penyakit penyerta, seperti obat antidiabetik maupun obat terapi pendukung lainnya. Tingkat keparahan interaksi yang ditemukan bervariasi, mulai dari kategori ringan hingga berat. Beberapa kombinasi obat yang perlu mendapat perhatian antara lain penggunaan amlodipin bersama simvastatin yang berpotensi meningkatkan risiko miopati, kombinasi diuretik tiazid dengan ACE Inhibitor yang dapat menyebabkan hipotensi berlebihan, serta penggunaan spironolakton bersamaan dengan ACE Inhibitor atau angiotensin receptor blocker (ARB) yang berisiko menimbulkan hiperkalemia. Oleh karena itu, pemantauan terapi obat secara berkala serta pemilihan kombinasi obat yang rasional sangat diperlukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi obat pada pasien hipertensi.
ARTIKEL REVIEW: PERBEDAAN EKSIPIEN PADA FORMULASI NATRIUM DIKLOFENAK DALAM SEDIAAN INJEKSI PARENTERAL Alfini Junaida; Adila Rizkika; Jingga Rusyesyah Padli; Dhea Syafitri Dwiyanti; Siti Salisa Rohmi; Baiq Putri Aryana; Wayan Cintya Ganes Budastra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58166

Abstract

Natrium diklofenak merupakan obat antiinflamasi nonsteroid (AINS) yang digunakan untuk mengatasi nyeri dan peradangan. Namun, penggunaan secara oral memiliki beberapa keterbatasan, seperti kelarutan yang rendah, waktu paruh relatif singkat, serta risiko efek samping gastrointestinal akibat iritasi lambung dan efek first-pass metabolism. Oleh karena itu, pengembangan sediaan injeksi menjadi alternatif yang lebih efektif karena mampu memberikan onset kerja lebih cepat dan meningkatkan bioavailabilitas obat. Artikel ini bertujuan untuk membandingkan berbagai formula sediaan injeksi natrium diklofenak berdasarkan rute pemberian, meliputi intravena (IV), intramuskular (IM), subkutan (SC), dan intraartikular, serta mengevaluasi karakteristik dan hasil formulasi yang telah dikembangkan. Metode yang digunakan berupa narrative review terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2015–2025. Literatur diperoleh dari database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan ResearchGate menggunakan kata kunci “diclofenac sodium”, “injection”, “formulation”, dan “parenteral route”. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan jenis eksipien, sistem penghantaran obat, serta metode sterilisasi berpengaruh terhadap karakteristik fisik dan kimia sediaan, seperti kejernihan, pH, viskositas, sterilitas, dan profil pelepasan obat. Sediaan intramuskular diketahui memiliki efektivitas tinggi dengan toksisitas rendah, sedangkan sediaan subkutan mampu memberikan pelepasan obat yang lebih terkontrol untuk terapi jangka panjang. Selain itu, sediaan intraartikular efektif digunakan untuk terapi lokal pada sendi. Dengan demikian, pemilihan eksipien dan sistem penghantaran yang tepat berperan penting dalam meningkatkan stabilitas dan efektivitas terapi dalam berbagai sediaan parenteral natrium diklofenak.