Limbah kelapa sawit merupakan hasil samping pertanian yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal di Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Tuntungan Kota Medan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan limbah pertanian (seperti pelepah kelapa sawit dan tempurung kelapa) menjadi produk bernilai ekonomis. Pelatihan ini membekali petani dengan keterampilan pengelolaan keuangan bisnis agar usaha mandiri dan berkelanjutan serta sebagai solusi energi alternatif sekaligus sumber pendapatan tambahan. Selain itu, kegiatan ini dilengkapi dengan edukasi pencatatan keuangan sederhana dan strategi pemasaran produk. Kegiatan berlangsung selama 1 bulan dengan 4 kali periode pendampingan dengan melibatkan 20 peserta dari kalangan Ibu rumah tangga dan petani di Kelurahan Sidomulyo. Program ini dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, umpan balik, dan keberlanjutan program. Pelatihan dan pendampingan dilakukan secara partisipatif, di mana peserta terlibat langsung dalam seluruh proses produksi dan diskusi terbuka. Pengabdian masyarakat dilaksanakan bersama dengan kelompok mitra yaitu UMKM Koptan Harapan Tani selaku UMKM binaan Yayasan Rumah Briket Medan. Dari kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan PKM UMN Al-Washliyah dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut hasil program menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta terhadap pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit dan pengelolaan keuangan setelah mengikuti sesi pelatihan. Program ini membuktikan bahwa pemanfaatan limbah pertanian tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga bisa menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Tuntungan Kota Medan.