Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Argumentative Text as a Reflection of Non-Language Students' Critical Thinking Skills Rahayu Fitri; Upit Yulianti DN
Journal of Education Method and Learning Strategy Том 4 № 02 (2026): Journal of Education Method and Learning Strategy
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jemls.v4i02.2386

Abstract

This study aims to analyze the critical thinking skills of non-language students in writing argumentative texts. This study uses mixed method with explanatory sequential design. The subjects of this study were non-language students who participated in argumentative text writing lessons. The research data were obtained through argumentative text writing assignments which were then analyzed based on critical thinking ability indicators. The results showed that the critical thinking ability of non-language students in writing argumentative texts was in the high category with an average score of 69,88. In general, students were able to convey claims clearly, provide relevant reasons, and present supporting data or evidence to support their arguments. Students also demonstrated the ability to connect arguments logically and draw conclusions that were in accordance with the discussion. However, some students still experienced difficulties in developing stronger evidence and considering other points of view more deeply. Based on these findings, it can be concluded that argumentative texts can be an effective medium for measuring and developing students' critical thinking skills. Therefore, learning to write argumentative texts needs to be continuously developed with strategies that encourage students to express arguments logically, supported by relevant data, and consider various points of view on a problem. This study contributes to the field of language and literacy education by demonstrating that critical thinking skills can be systematically identified through the analysis of argumentative texts produced by students from non-language disciplines. Unlike previous studies that predominantly focus on language learners, this research provides empirical insights into how argumentative writing reflects critical thinking processes among non-language students, thereby expanding the scope of critical thinking assessment in higher education.
Pelatihan Penulisan Teks Laporan Hasil Observasi sebagai Upaya Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Rahayu Fitri; Upit Yulianti DN; Trisna Helda; Yulia Sri Hartati; Samsiarni
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026062062000

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks laporan hasil observasi sekaligus menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 4 2x11 Kayutanam. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam menyusun laporan secara sistematis, penggunaan bahasa yang kurang tepat, serta belum optimalnya kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis hasil pengamatan. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang dipadukan dengan pendampingan langsung melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi. Kegiatan pelatihan meliputi pengenalan konsep, analisis contoh teks, pemutaran video pembelajaran, observasi langsung di lingkungan sekolah, penulisan laporan, serta refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis teks laporan hasil observasi yang signifikan, ditandai dengan kenaikan rata-rata skor dari 68,5 pada pretest menjadi 80 pada posttest (peningkatan 16,8%). Selain itu, kemampuan berpikir kritis siswa juga mengalami peningkatan, dengan rata-rata skor meningkat dari 66,8 menjadi 78,8 (peningkatan 17,96%). Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan penulisan teks laporan hasil observasi efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kegiatan berbasis observasi langsung memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna sehingga mampu mendorong siswa untuk berpikir lebih sistematis, logis, dan objektif. Dengan demikian, pelatihan ini dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di tingkat SMP.
Persepsi Guru Bahasa Indonesia terhadap Implementasi Pendekatan Deep Learning di SMK Negeri 2 Gunung Talang: Studi Mixed Methods Sequential Explanatory Amanda Fransiska; Rahayu Fitri; Ria Satini
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 5 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i5.1244

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi dan kesiapan guru Bahasa Indonesia dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning di SMK Negeri 2 Gunung Talang. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory (QUAN → QUAL). Tahap kuantitatif dilakukan melalui angket, sedangkan tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi untuk menjelaskan dan memperdalam temuan kuantitatif. Dua guru Bahasa Indonesia dipilih secara purposive sebagai informan pada tahap kualitatif. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik dan diintegrasikan pada tahap interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap implementasi deep learning, tetapi kesiapan dalam menerjemahkan konsep ke dalam praktik pembelajaran masih berbeda. Informan 1 menunjukkan penurunan skor dari aspek perencanaan (3,53) ke pelaksanaan (2,60) dan penilaian (2,20), sedangkan Informan 2 menunjukkan capaian yang relatif konsisten tinggi. Prinsip meaningful dan joyful relatif lebih mudah diterapkan melalui pembelajaran kontekstual, diskusi, permainan, kuis, dan proyek, sementara prinsip mindful masih memerlukan penguatan melalui kesadaran dan refleksi belajar. Tantangan utama ditemukan pada aspek penilaian, khususnya pengembangan rubrik, portofolio, asesmen autentik, dan instrumen berpikir tingkat tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa implementasi deep learning memerlukan pengembangan profesional berbasis praktik, kolaborasi sejawat, supervisi, refleksi, dan dukungan institusional berkelanjutan.
Pengaruh Model Student Teams-Achievement Divisions (STAD) terhadap Keterampilan Menulis Teks Pidato Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Kinali Yelsi Oktafia; Ria Satini; Rahayu Fitri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 5 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i5.1248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Student Teams-Achievement Division (STAD) terhadap keterampilan menulis teks pidato siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kinali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain posttest-only control group. Sampel penelitian terdiri atas 71 siswa, yaitu 36 siswa kelas eksperimen dan 35 siswa kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes unjuk kerja menulis teks pidato yang dinilai berdasarkan sembilan indikator, yaitu pembukaan, isi, penutup, bahasa lisan, diksi, kalimat efektif, kesatuan dan kepaduan paragraf, ragam bahasa, dan gaya bahasa. Instrumen tes telah divalidasi oleh dua ahli Pendidikan Bahasa Indonesia dengan koefisien validitas sebesar 0,87 dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,91, sehingga instrumen dinyatakan valid dan reliabel untuk mengukur keterampilan menulis teks pidato. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelas eksperimen sebesar 95,24, sedangkan kelas kontrol sebesar 60,21. Hasil uji Independent Samples t-Test memperoleh nilai t = −13,500, df = 68, dan Sig. (2-tailed) < 0,001. Dengan demikian, H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model STAD berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan menulis teks pidato siswa. Model STAD dapat menjadi alternatif pembelajaran yang mendukung pengembangan keterampilan menulis melalui interaksi kelompok dan tanggung jawab individual.
Persepsi Guru Bahasa Indonesia terhadap Implementasi Pendekatan Deep Learning di SMK Negeri 2 Gunung Talang: Studi Mixed Methods Sequential Explanatory Amanda Fransiska; Rahayu Fitri; Ria Satini
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 5 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i5.1244

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi dan kesiapan guru Bahasa Indonesia dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning di SMK Negeri 2 Gunung Talang. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory (QUAN → QUAL). Tahap kuantitatif dilakukan melalui angket, sedangkan tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi untuk menjelaskan dan memperdalam temuan kuantitatif. Dua guru Bahasa Indonesia dipilih secara purposive sebagai informan pada tahap kualitatif. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik dan diintegrasikan pada tahap interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap implementasi deep learning, tetapi kesiapan dalam menerjemahkan konsep ke dalam praktik pembelajaran masih berbeda. Informan 1 menunjukkan penurunan skor dari aspek perencanaan (3,53) ke pelaksanaan (2,60) dan penilaian (2,20), sedangkan Informan 2 menunjukkan capaian yang relatif konsisten tinggi. Prinsip meaningful dan joyful relatif lebih mudah diterapkan melalui pembelajaran kontekstual, diskusi, permainan, kuis, dan proyek, sementara prinsip mindful masih memerlukan penguatan melalui kesadaran dan refleksi belajar. Tantangan utama ditemukan pada aspek penilaian, khususnya pengembangan rubrik, portofolio, asesmen autentik, dan instrumen berpikir tingkat tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa implementasi deep learning memerlukan pengembangan profesional berbasis praktik, kolaborasi sejawat, supervisi, refleksi, dan dukungan institusional berkelanjutan.
Pengaruh Model Student Teams-Achievement Divisions (STAD) terhadap Keterampilan Menulis Teks Pidato Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Kinali Yelsi Oktafia; Ria Satini; Rahayu Fitri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 5 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i5.1248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Student Teams-Achievement Division (STAD) terhadap keterampilan menulis teks pidato siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kinali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain posttest-only control group. Sampel penelitian terdiri atas 71 siswa, yaitu 36 siswa kelas eksperimen dan 35 siswa kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes unjuk kerja menulis teks pidato yang dinilai berdasarkan sembilan indikator, yaitu pembukaan, isi, penutup, bahasa lisan, diksi, kalimat efektif, kesatuan dan kepaduan paragraf, ragam bahasa, dan gaya bahasa. Instrumen tes telah divalidasi oleh dua ahli Pendidikan Bahasa Indonesia dengan koefisien validitas sebesar 0,87 dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,91, sehingga instrumen dinyatakan valid dan reliabel untuk mengukur keterampilan menulis teks pidato. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelas eksperimen sebesar 95,24, sedangkan kelas kontrol sebesar 60,21. Hasil uji Independent Samples t-Test memperoleh nilai t = −13,500, df = 68, dan Sig. (2-tailed) < 0,001. Dengan demikian, H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model STAD berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan menulis teks pidato siswa. Model STAD dapat menjadi alternatif pembelajaran yang mendukung pengembangan keterampilan menulis melalui interaksi kelompok dan tanggung jawab individual.