Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi dan kesiapan guru Bahasa Indonesia dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning di SMK Negeri 2 Gunung Talang. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory (QUAN → QUAL). Tahap kuantitatif dilakukan melalui angket, sedangkan tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi untuk menjelaskan dan memperdalam temuan kuantitatif. Dua guru Bahasa Indonesia dipilih secara purposive sebagai informan pada tahap kualitatif. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik dan diintegrasikan pada tahap interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap implementasi deep learning, tetapi kesiapan dalam menerjemahkan konsep ke dalam praktik pembelajaran masih berbeda. Informan 1 menunjukkan penurunan skor dari aspek perencanaan (3,53) ke pelaksanaan (2,60) dan penilaian (2,20), sedangkan Informan 2 menunjukkan capaian yang relatif konsisten tinggi. Prinsip meaningful dan joyful relatif lebih mudah diterapkan melalui pembelajaran kontekstual, diskusi, permainan, kuis, dan proyek, sementara prinsip mindful masih memerlukan penguatan melalui kesadaran dan refleksi belajar. Tantangan utama ditemukan pada aspek penilaian, khususnya pengembangan rubrik, portofolio, asesmen autentik, dan instrumen berpikir tingkat tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa implementasi deep learning memerlukan pengembangan profesional berbasis praktik, kolaborasi sejawat, supervisi, refleksi, dan dukungan institusional berkelanjutan.
Copyrights © 2026