p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Currency
Sukamto Sukamto
Ekonomi Syariah Universitas Yudharta Pasuruan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PRAKTIK PENGGUNAAN SHOPEE PAYLATER DALAM TRANSAKSI JUAL BELI TERHADAP POLA PERILAKU KONSUMSI MASYARAKAT MUSLIM DI KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO Putri Dwi Amalia; Sukamto Sukamto; Abdillah Mundir
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 4 No. 2 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v4i2.1811

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji praktik penggunaan Shopee PayLater serta pengaruhnya terhadap pola konsumsi masyarakat Muslim di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, sekaligus menelaah kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip mikroekonomi Islam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya pemanfaatan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) yang menawarkan kemudahan dalam bertransaksi. Di sisi lain, fasilitas tersebut berpotensi menimbulkan perilaku konsumsi yang berlebihan serta mendorong penggunaan utang konsumtif yang kurang terkendali. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat Muslim pengguna Shopee PayLater di Kecamatan Pacet Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Shopee PayLater memengaruhi pola perilaku konsumsi masyarakat, terutama dalam peningkatan pembelian barang sekunder dan kebutuhan gaya hidup. Kemudahan akses, promosi, dan sistem pembayaran tertunda menjadi faktor utama yang mendorong penggunaan layanan tersebut. Selain itu, temuan penelitian mengindikasikan bahwa pemahaman masyarakat terkait mekanisme akad, adanya biaya tambahan, dan risiko yang timbul dari penggunaan Shopee PayLater masih beragam dan belum sepenuhnya komprehensif. Dalam kajian mikroekonomi Islam, praktik tersebut berpotensi menimbulkan unsur riba, meningkatkan kecenderungan perilaku konsumtif yang berlebihan, serta kurang sejalan dengan prinsip konsumsi yang bijaksana dan penuh pertimbangan. Oleh karena itu, penguatan edukasi mengenai keuangan syariah perlu dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan digital secara lebih bertanggung jawab dan sesuai dengan ajaran Islam.
ANALISIS PERMINTAAN PENAWARAN PRODUK MAKANAN TRADISIONAL DALAM MIKRO EKONOMI ISLAM PADA HOME INDUSTRY (STUDY KASUS UD PUTRA MANDIRI SNACK, KUTOREJO, MOJOKERTO) Ainur Rochmah; Sukamto Sukamto; Abdillah Mundir
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 4 No. 2 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v4i2.1907

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji permintaan dan penawaran produk makanan tradisional pada UD Putra Mandiri Snack serta menelaahnya berdasarkan perspektif mikroekonomi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk makanan tradisional berupa arum manis, carang mas, dan keripik singkong mengalami peningkatan pada periode 2023–2025. Peningkatan permintaan dipengaruhi oleh harga yang relatif terjangkau, kualitas produk yang mampu mempertahankan minat konsumen, serta sistem distribusi yang menjangkau berbagai saluran pemasaran. Peningkatan permintaan tersebut diikuti dengan bertambahnya jumlah produksi sebagai bentuk penyesuaian produsen terhadap kebutuhan pasar. Selisih antara jumlah permintaan dan penawaran yang semakin kecil menunjukkan adanya kondisi pasar yang bergerak menuju keseimbangan. Dalam perspektif mikro ekonomi Islam, aktivitas permintaan dan penawaran yang dilakukan UD Putra Mandiri Snack telah mencerminkan prinsip keadilan (adl), keseimbangan (tawazun), kemaslahatan (maslahah), serta perilaku konsumsi yang tidak berlebihan (Israf). Dengan demikian, kegiatan usaha yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan, tetapi juga memperhatikan nilai etika dan tanggung jawab sosial sesuai dengan prinsip ekonomi Islam.