This Author published in this journals
All Journal Currency
Alimatul Farida
Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Yudharta Pasuruan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEBIJAKAN PESANTREN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SANTRI DENGAN SIKAP KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA PONDOK PESANTREN DARUT TAQWA NGEMBEH, MOJOKERTO) Suci Ainulutvia Rosda; Muhammad Nizar; Alimatul Farida
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency (In Press)
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.1928

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan dan kebijakan pesantren terhadap minat berwirausaha santri dengan sikap kewirausahaan sebagai variabel intervening. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan analisis statistik deskriptif melalui SPSS dan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS terhadap 116 santri Pondok Pesantren Darut Taqwa Ngembeh, Mojokerto, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap kewirausahaan, demikian pula kebijakan pesantren. Sikap kewirausahaan berpengaruh dominan terhadap minat berwirausaha. Namun, pengaruh langsung pendidikan kewirausahaan dan kebijakan pesantren terhadap minat berwirausaha tidak signifikan. Uji mediasi menunjukkan jalur kebijakan pesantren tergolong mediasi penuh, sedangkan jalur pendidikan kewirausahaan tergolong mediasi parsial komplementer. Temuan ini menegaskan bahwa sikap kewirausahaan berperan sebagai jembatan utama yang menghubungkan intervensi institusional pesantren dengan minat berwirausaha santri, sehingga pembentukan minat berwirausaha pada lingkungan pesantren bersifat afeksi-sentris dan tidak dapat ditumbuhkan semata melalui program dan regulasi.